Pelabuhan Tanjung Perak Dijaga Ketat

ilustrasi: kompas.com

Polisi memperketat penjagaan dan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (15/9/2011), untuk mencegah mengalirnya relawan ke Ambon, Maluku, pasca-kerusuhan di daerah itu beberapa waktu lalu.

Puluhan polisi bersenjata api disebar mulai di tempat parkir sampai di tempat pemberangkatan. Kendaraan taktis juga disiagakan di depan pelabuhan. Setiap penumpang yang hendak berangkat dengan kapal ke daerah Sulawesi diperiksa ketat.

Sebelumnya polisi bersama aparat TNI saat melakukan razia di pelabuhan ini menemukan 25 penumpang yang menyimpan senjata tajam. Senjata yang ditemukan terdiri dari 100 celurit, gobang, dan senjata api R Sofgun KWC 422 DX. Sejauh ini belum ditemukan indikasi penumpang tersebut berhubungan dengan kerusuhan Ambon.

Penjagaan ketat tersebut atas instruksi Kepala Polda Jawa Timur Irjen Hadiatmoko. Pencegahan relawan mengalir ke Ambon agar kerusuhan sosial yang sebenarnya hanya soal kecelakaan lalu lintas tidak kian merebak menjadi konflik bernuansa SARA.

Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pintu utama untuk kegiatan pelayaran antarprovinsi. Saat kerusuhan Ambon pada akhir dekade 1990-an, pelabuhan ini menjadi tempat penting pengiriman relawan dari Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ke Ambon.kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim