Gubernur : Disiplin Awal Pencapaian Prestasi

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-XXVIII Provinsi Jawa Timur di Alon-alon Sidoarjo, Rabu (14/9).

Disiplin merupakan sebuah sikap awal para atlet untuk mencapai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Disiplin harus diterapkan sejak usia dini. “Hanya dimulai dari disiplin, sebuah prestasi dapat diciptakan,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo usai Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-XXVIII Provinsi Jawa Timur di Alon-alon Sidoarjo, Rabu (14/9).

Ia mengatakan, Atlet berprestasi berawal dari proses pembinaan yang berjenjang. Salah satunya dengan menerapkan sikap disiplin di dalam berlatih maupun bertanding.”Memang darah juaranya sudah ada pada para atlet, tinggal memupuk disiplin dan menambah semangatnya,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Proses pembinaan lainnya dapat dilakukan secara berjenjang mulai dari olahraga rekreasi, olahraga pendidikan di sekolah-sekolah, olahraga prestasi dan pembinaan yang intensif melalui klub-klub, serta pemusatan latihan pada tingkat regional dan nasional di setiap cabang olahraga. Bakat alam harus diasah dengan metode latihan yang efektif,  melibatkan sport science secara menyeluruh, serta melakukan kompetisi yang berkesinambungan di semua tingkatan.

Bibit unggul usia dini membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, termasuk pesantren, klub olahraga, masyarakat, termasuk BUMN dan dunia swasta, serta tentu saja dari pemerintah. Karena dengan olahraga hidup menjadi sehat, gembira, dan kerja jadi lebih produktif. Dari anak yang sehat dan gembira serta manusia Indonesia produktif maka kita akan mendapatkan jutaan bibit unggul olahragawan yang nantinya akan menjadi tulang punggung tim nasional untuk berbagai cabang olahraga. Lagi pula bangsa yang kuat dan maju bersumber dari bangsa yang sehat, gembira dan produktif.

Pada kesempatan yang sama, Pakde menjelaskan, proses pembinaan olahraga prestasi dimasukkan dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KONI itu sendiri tidak lepas dari kegiatan olahraga usia dini yang melibatkan sport science seperti pengetahuan tentang fisik dan sebagainya. Salah satu kegagalan atlet adalah kurangnya sport science yang dilibatkan pada para atlet.

Selanjutnya yang dapat menyebabkan kegagalan adalah permasalahan gizi bagi para atlet. Asupan gizi itu harus dipelihara sejak usia dini, apalagi untuk para atlet. “Atlet sepak bola usia 13-17 tahun itu hebat, begitu memasuki usia di atas 23 tahun mulai menurun disebabkan asupan gizi yang berkurang,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim memberikan dukungan perbaikan gizi untuk para atlet. Harapannya, para atlet tidak hanya memberikan prestasi di tingkat nasional tetapi juga tingkat internasional.

Tema peringatan HAORNAS 2011 kali ini adalah “Satu Indonesia, Bangkit dan Maju”.  Dengan tema ini, olahraga diharapkan semakin maju dan tidak ketinggalan oleh kemajuan bangsa pada bidang lain seperti ekonomi, demokrasi dan teknologi. Untuk itu,  para atlet  perlu dipastikan masa depan dan kesejahteraannya.

Dalam Upacara Peringatan HAORNAS ke-XXVIII Provinsi Jatim itu, tokoh olahraga, atlet, pelatih, wasit, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Perusahaan Peduli Olahraga diberikan penghargaan oleh Gubernur Jawa Timur. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/466/KPTS/013/2011 tentang pemberian penghargaan kepada tokoh olahraga, atlet, pelatih, wasit, pemerintah kabupaten/kota, dan perusahaan peduli olahraga di Jatim Tahun 2011.

Adapun lima tokoh olahraga yang diberikan penghargaan antara lain Soeparmi dari Kabupaten Pasuruan, Drs. Masrukin, MM dari Pacitan, Drs. Heru Widijoto, MS dari Kota Malang, Mulyono, S.Pd dan Drs. Soeradji dari Nganjuk. Penghargaan pada lima atlet berprestasi yakni Abudzar Yulianto (Panjat Tebing), Hamdani dan M. Yusuf Efendi (Pencak Silat), Serafi Arelies Unanri (Atletik), dan Ifa Kurniawati (Paralayang).

Selanjutnya pelatih dan wasit berprestasi juga diberikan penghargaan yakni Yusuf Santriyono, S.Pd (wasit berprestasi dari cabor catur) dan Nurul Ansori (pelatih berprestasi dari cabor selam).

Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah memiliki kepedulian di bidang olahraga diberikan penghargaan. Sebanyak 10 daerah yang diberikan penghargaan dalam Peringatan HAORNAS ke-XXVIII Provinsi Jatim antara lain Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten dan Kota Blitar.

Para tokoh olahraga, atlet, pelatih dan wasit berprestasi masing-masing mendapat hadiah dari Gubernur Jawa Timur berupa uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, pin, dan piagam penghargaan. Sedangkan untuk pemkab/kota, dan perusahaan peduli olahraga masing-masing mendapat penghargaan dari Gubernur Jatim berupa pin dan piagam penghargaan. (hms)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim