Jalan Arteri Porong Selesai Tahun 2012

ilustrasi: tempointeraktif.com

Pembangunan jalan arteri Porong di Sidoarjo, Jawa Timur, ditargetkan selesai 2012. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo menetapkan target baru itu, setelah gagal mencapai target penyelesaian pada Agustus 2010.

Wakil Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Akhmad Kusairi, mengatakan, saat ini pembangunan fisik jalan arteri pengganti yang rusak akibat semburan lumpur Lapindo itu mencapai 60 persen. Masalah pembebasan lahan menjadi kendala utama.

”Sekarang sudah ada 30 berkas yang diserahkan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo untuk proses konsinyasi. Tinggal 6 berkas lagi yang belum masuk. Pembebasan lahan harus cepat karena jalan harus sudah bisa dipakai tahun 2012,” kata Kusairi.

Untuk 30 berkas tersebut, tim penilai harga tanah memperkirakan total nilai ganti rugi mencapai Rp 6 miliar. Uang ganti rugi akan dititipkan di PN Sidoarjo. Sampai saat ini, sejumlah warga menolak memberikan tanahnya karena tidak menyetujui harga yang ditawarkan BPLS dan Panitia Pembebasan Tanah (P2T).

Mulyono, warga Kebon Agung, Kecamatan Porong, Sidorjo, misalnya, menuturkan bahwa warga yang tanahnya dilewati jalur arteri sebenarnya mendukung pembangunan jalan tersebut. Namun mereka berharap agar BPLS mau transparan soal harga tanah di daerah tersebut. ”Terakhir tanah kami ditawar Rp 490.000 per meter. Tapi kami ingin tahu harga dari panitia penilai tanah itu berapa,” jelasnya.

Jalan arteri sepanjang 7,1 kilometer itu melewati sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo dan Pasuruan. Jalan yang dibangun dengan jarak sekitar 2 kilometer dari pusat semburan lumpur itu sebagian sudah dicor dan sebagian masih berlapis tanah dan pasir.

Selama arus mudik dan arus balik Lebaran ini, jalan arteri dibuka dengan pemasangan dua unit jembatan balley. Jalan tersebut mulai dilewati kendaraan sehingga bisa sedikit mengurangi volume kendaraan di jalan raya Porong. Pasca-Lebaran, jembatan balley akan dilepas sehingga jalan tersebut kembali ditutup.

Kusairi menambahkan, jalan arteri Porong perlu segera diselesaikan guna mengatasi kemacetan di jalan raya Porong. Selama lebih dari empat tahun, kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari di jalan raya Porong.

Berdasarkan perhitungan sejumlah pakar ekonomi di Jawa Timur, kemacetan dan semburan lumpur di Sidoarjo itu menimbulkan ekonomi biaya tinggi, sehingga perekonomian Jawa Timur rugi sedikitnya Rp 50 miliar per hari. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim