Gubernur Jamin 89 Ribu Ton Beras Thailand Tak Bocor

Gubernur Jatim Soekarwo

Gubernur Jatim Soekarwo

Keberadaan 89 ribu ton beras impor asal Vietnam dan Thailand yang transit di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, meresahkan para petani. Namun Gubernur Jatim, Dr. H Soekarwo menjamin beras impor itu tidak akan bocor atau dipasarkan di Jatim.

Saat ini beras 89 ribu ton itu disimpan disimpan di gudang beras Bulog Buduran dan Kediri. Beras tersebut diangkut oleh empat kapal yang tiba pada Selasa (6/9) lalu di Tanjung Perak Surabaya. Kapal VTC Planet membawa 21 ribu ton sudah bongkar, Kapal Sunrise 86 bermuatan 21.800 ton dan Vina Ship Gold bermuatan 13 ribu ton.

Rencanannya beras itu akan di didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur seperti Papua, NTT, sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahkan keberadaan beras itu saat ini dalam pengawasan ketat personel Polda Jatim dan Bea Cukai. Selain itu Disperindag Jatim maupun Biro Perekonomian Setdaprov Jatim.

Agar beras tersebut tidak beradar di Jatim, saat ini para petugas juga sudah melakukan penjagaan maupun penyegelan. “Jadi saya berani menjamin kalau beras itu tidak akan bocor atau dipasarkan di Jatim, sebab saat ini dalam pengawasan ketat petugas,” kata Gubernur Soekarwo atau yang biasa disapa Pakde Karwo, Minggu (11/9).

Pemprov Jatim sendiri juga mengeklaim belum butuh beras impor, karena saat ini stok beras masih aman untuk dua bulan kedepan. Bahkan Pakde Karwo mengklaim kalau masih ada stok beras sebanyak dua juta ton atau setara dengan konsumsi dua bulan untuk 37 juta penduduk Jatim. “Pokonya stok beras di Jatim aman dan kita tidak butuh beras impor,” tegasnya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan predagangan (Disperindag) Jawa Timur, Ir Budi Setiawan MM, membenarkan kalau ada 89 ton beras yang saat ini disimpan di Gudang Bulog Baik di Buduran Sidoarjo maupun di Kediri.

Untuk beras impor yang saat ini disimpan di gudang beras Bulog Buduran Sidoarjo rencananya akan didistribusikan ke Indonesia Timur seperti Papua, ke Sulawesi, Maluku dan Bali serta NTB dan NTT. Sedangkan beras yang disimpan di gudang Bulog di Kediri akan didistribusikan ke Jawa Tengah dan Yogakarta sekitarnya. “Beras impor itu bukan untuk Jatim, tapi untuk untuk cadangan pangan masyarakat Indonesia Timur, TNB dan TNN,” katanya.

Dari data yang diperoleh dari Disperindag, 89 ton beras itu sudah masuk ke Jatim pada awal September 2011. Pihak pemerintah pusat juga akan terus melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional, bahkan sejak akhir 2010 atau awal 2011, sesuai dengan izin impor beras pemerintah sebesar 92,51 persen, Perum Bulog telah melakukan impor beras dari Vietnam guna memenuhi kebutuhan cadangan beras nasional. Kualitas beras yang diimpor medium dengan patahan 15 persen.

Realisasi impor beras hingga September sudah masuk sebanyak 200 ribu ton dan sudah masuk ke Kota Palembang sekitar 3.800 ton, Sumatra Barat dan Surabaya, Jawa Timur sekitar 89 ribu ton.

Saat ini kontrak yang telah ditandatangai dengan Vietnam dan Thailand sebanyak 800 ribu ton, masing masing 500 ton dan 300 ribu ton. Pengadaan beras Bulog dalam negeri sendiri sudah mencapai 1,5 juta ton dengan serapan paling banyak di Jawa Tengah. Dengan adanya impor beras itu, diharapkan stok beras nasional akan cukup untuk 4 hingga 5 bulan ke depan. Saat  ini cadangan beras telah mencapai 500 ribu ton dan secara bertahap minimal akan mencapai 1 juta ton. (bhi)

Komentar Pembaca

  1. Kalo ada perbandingan pengawasan BPK dr tahun ke tahun trhdap beras impor tolong di share ya, makasih

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim