Di Jatim, Baru Tiga Daerah Miliki RPH Layak

Ilustrasi

Provinsi Jatim hingga sampai saat ini masih dianggap sebagai gudangnya daging, karena mampu menyumbang suplai daging nasional mencapai 30 persen. Daging Jatim tersebut di antaranya dikirim  ke Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi. Meski begitu, hingga sampai saat ini baru tiga daerah yang memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) yang layak di Jatim, yakni Surabaya, Malang dan Pasuruan.

Di luar tiga daerah tersebut, menurut Direktur Utama RPH Kota Surabaya Nur Wahono, kondisinya masih tidak layak baik sarana dan prasarananya.

“Di Surabaya sendiri, ada dua RPH milik pemerintah yakni RPH Pegirian dan RPH Kedurus. Kedua RPH milik kami sudah bagus dibanding lainnya,” kata Nur Wahono, dikonfirmasi, Minggu (11/9).

Menurut dia, tahun depan RPH Pegirian dan Kedurus akan mendapatkan pembenahan-pembenahan. Sebab RPH yang dibangun sejak 1927 ini sudah ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti menyangkut fisik RPH.

“Khusus untuk fasilitas sudah ada perbaikan-perbaikan,” katanya.

RPH Kota Surabaya, lanjutnya, sampai saat ini mensuplai daging ke pasar-pasar tradisional milik PD Pasar Surya, seperti Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, Pasar Tambakrejo, Pasar Pucang dan lain-lain. Tak hanya itu, RPH Pegirian juga mensuplai daging beku ke beberapa hotel di Surabaya, dan luar provinsi seperti Banjarmasin dan Bali.

“Untuk yang di mall, kami belum bisa mensuplai karena mall biasanya dagingnya daging dalam kemasan. Dan kami belum bisa melakukannya. Mall-mall di Surabaya suplai dagingnya dari Jakarta, baik itu daging impor maupun daging lokal,” jelasnya.

Saat ini, jumlah hewan yang dipotong di RPH Kota Surabaya rata-rata sebanyak 380 hewan. Terdiri dari 340 ekor sapi, dan 60 ekor kambing. “Untuk daging babi, RPH Kota Surabaya sekarang jarang memotong daging babi, karena babi asal Jatim banyak yang dipotong di Jakarta,” tuturnya.

Mengenai pendapatan, Wahono mengatakan, setiap hari pendapatan RPH Kota Surabaya mencapai Rp20 juta. Jumlah tersebut masih kotor, belum dipotong gaji pegawai dan operasional lainnya, seperti listrik.

“Setiap ekor sapi retribusi yang kami tarik sebesar Rp40 ribu, dipotong pajak 10 persen. Sedangkan kambing Rp5 ribu dipotong pajak 10 persen, dan babi Rp50 ribu dipotong pajak 10 persen,” ungkapnya.

Agar RPH mendapatkan tambahan pendapatan lain, RPH Kota Surabaya juga melakukan produk olahan seperti membuat bakso, burger, abon, seomai dan lainnya.

“Kami mulai membuat produk olahan ini sejak 2004 dan tiap tahun jumlahnya terus meningkat,” tandasnya.

Terkait adanya rencana pembuatan RPH di Puspa Agro, Wahono mengaku setuju saja. Sebab dari kabar yang diterimanya, RPH yang ada di Puspa Agro skalanya besar, yakni untuk suplai di pabrik-pabrik, seperti pabrik sosis.

“Di RPH Puspa Agro nanti, akan dikelola secara modern, yakni menggunakan alat-alat modern seperti ada lemari bekunya, alat pengereknya juga otomatis. Jadi biayanya lebih mahal. Kalau disuplaikan ke pasar tradisional pasti harganya terlalu mahal. Berbeda dengan di RPH kami yang masih manual, habis dipotong langsung dijual ke pasar, tanpa proses yang panjang. Sebab masyarakat masih suka daging yang fres atau hangat,” jelasnya.

Sementara itu, dari hasil survei yang pernah dilakukan di RPH Penggirian Surabaya, terlihat bahwa RPH tersebut sudah cukup lama berdiri dan merupakan RPH tertua peninggalan zaman Belanda. Walaupun Keberadaannya RPH Penggirian terletak di jantung Kota Surabaya, dan menurut perkembangan tata kota sudah tidak layak lagi, namun keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Surabaya.

Letak RPH yang begitu strategis akan memudahkan dan mempercepat pengiriman daging tersebut ke pasar-pasar tradisional yang ada di Surabaya, sehingga kebutuhan daging sampai ke konsumen masih dalam keadaan segar.

Kebutuhan akan daging sapi bagi masyarakat kota Surabaya sangat tinggi, karena hampir semua menu makanan yang ada di Jatim tidak lepas dari daging sapi seperti soto daging sapi, lontong kikil, rujak cingur, rawon dan lain-lain. (iib)

Komentar Pembaca

  1. selamat siang Admin, saya pak Nyabang Dari supplier Daging Babi, kami bermaksud mau menawarkan babi partai, atau babi potong, mengingat banyaknya jumlah kebutuhan untuk daging,
    kami berdomisili di jogyakarta, untuk i nformasi lebih terkait Peternak babi dan prodak yang kami siapkan, dapat menghubungi no saya pak Nyabang (081361953428).
    atau saya bisa minta no telp kantor atau telpon bagian purchesing RPH. terimakasih

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim