Merpati Airlines Terbang Perdana di Bandara Banyuwangi

ilustrasi:tempointeraktif.com

PT Merpati Nusantara Airlines melakukan peluncuran sekaligus penerbangan perdana dari Banyuwangi ke Surabaya di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur.

Peluncuran tersebut dihadiri Direktur Niaga PT Merpati, perwakilan Kementerian Perhubungan, Bupati Banyuwangi, beserta jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah.

Menurut Direktur Niaga PT Merpati Nusantara Airlines Tonny Aulia Achmad, penerbangan dilayani dengan pesawat jenis MA-60 dengan kapasitas 56 tempat duduk. Pesawat itu melayani rute Bandung-Semarang-Surabaya-Banyuwangi, pulang-pergi.

Penerbangan Merpati hanya dilakukan empat hari dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Jadwal keberangkatan dari Banyuwangi pada pukul 13.05 WIB. “Harga tiket antara Rp 351 ribu hingga Rp 450 ribu,” kata Tonny kepada wartawan.

Tonny menjelaskan dengan dibukanya rute baru tersebut, jarak Banyuwangi-Bandung bisa ditempuh dalam waktu 5 jam. Sementara bila menggunakan transportasi darat mencapai 15 jam. “Kami menargetkan 6 bulan penerbangan bisa dilakukan setiap hari,” kata dia.

Dengan hadirnya Merpati Nusantara Airlines ini, berarti penerbangan di Bandara Banyuwangi bisa dilakukan setiap hari. Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, PT Sky Aviation yang lebih dulu beroperasi, melayani penerbangan tiga hari dalam sepekan, yaitu Selasa, Rabu, dan Sabtu. Rute yang dilayani Sky mulai Surabaya-Banyuwangi-Solo-Surabaya-Banyuwangi.

PT Sky mulai merintis di Bandara Banyuwangi pada 29 Desember 2010 menggunakan pesawat Grand Caravan dengan 9 tempat duduk. Kemudian pada Mei 2011, PT Sky mendatangkan Fokker-50 berkapasitas 48 tempat duduk.

Anas mengatakan maskapai penerbangan memiliki peluang besar bila beroperasi di Banyuwangi. Sebab jumlah penduduk Banyuwangi lebih dari 1,6 juta orang ditambah dari kabupaten sekitar, seperti Jember.

Peluang juga berasal dari wisatawan asing. “Tahun ini ada 3.006 turis yang datang ke Banyuwangi,” kata dia.

Moda transportasi udara ini, lanjut Anas, ibarat ‘karpet merah’ yang disediakan Pemerintah Banyuwangi yang bisa dimanfaatkan para investor.

Sebelumnya, Bandara Banyuwangi seluas 129 hektare itu sempat mangkrak lebih dari 2 tahun. Pembangunan bandara tersebut juga sempat berpolemik karena terjadi penggelembungan harga lahan. Dalam kasus tersebut, sepuluh pejabat Pemerintah Banyuwangi ditetapkan sebagai tersangka. tempointeraktif.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim