Gubernur Bagikan Paket Sembako Gratis

Ilustrasi

Menghadapi Bulan Lebaran Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo bersama Sekretaris Daerah Provinsi  Jatim Dr. H. Rasiyo didampingi oleh Bupati Madiun H. Muhtarom S.Sos menggelar pasar murah sekaligus membagikan bingkisan paket sembako gratis sebanyak 5000 di Ds. Balerejo, Kec. Kebonsari Kab. Madiun, Sabtu (20/8).

Bingkisan paket sembako gratis, yang diserahkan oleh Gubernur Jatim kepada masyarakat Madiun yang begitu antusias seharga Rp. 100.000. Yang didalamnya terdapat 5 Kg Beras, 2 Kg Gula Pasir, 1 Liter Minyak Goreng, 600 ml Kecap Manis dan 10 Bungkus Mie Instan.  Dengan target masyarakat umum atau sasaran sebanyak 1500 KK di empat kecamatan antara lain Kec. Kebonsari sebanyak 2500 paket, Kec. Geger 500 paket, Kec. Balerejo sebanyak 1000 paket dan Kec. Pilangkenceng 1000 paket.

Pelaksanaan Pasar Sembako Murah sebelumnya telah diadakan di Situbondo dan Probolinggo sedangkan untuk hari ini diadakan di Kab. Madiun dan Kab. Ponorogo.

Gubernur Soekarwo mengatakan pemberian paket sembako ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jatim sebagai bentuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok didaerah, yang rawan terjadi kenaikan harga menjelang Hari Raya Lebaran.

Tidak mungkin semua daerah yang ada di Jatim bisa terjangkau diadakan dan digelarnya pasar sembako murah. Akan tetapi, pemprov Jatim ingin memberikan pancingan atau stimulus kepada perusahaan atau masyarakat yang mampu dengan membantu, agar lebih peduli terhadap masyarakat kurang mampu yang diistilahkan dengan membangun modal sosial. “Jadi tidak keseluruhan program untuk rakyat diurusi oleh pemerintah dengan segala keterbatasan, akan tetapi yang menjadi fokus dan perhatian dari pemerintah adalah penciptaan program yang strategis dan tepat sasaran,” Ungkapnya.

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan program strategis tersebut adalah dengan membantu ongos angkut kirim yang dibiayai oleh pemerintah provinsi, yang hingga saat ini berdampak terhadap kestabilan harga kebutuhan bahan pokok, bahkan harga kebutuhan bahan pokok bisa turun antara Rp. 200-250. “Hanya Jawa Timur yang hingga kini mempunyai program yang strategis dengan membantu biaya ongkos kirim, sehingga harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil. Sedangkan daerah lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta harganya sudah naik,” Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Pakde Karwo menanggapi permasalahan yang terjadi terkait dengan penyaluran Zakat yang dilakukan masyarakat mampu untuk tidak membagikan zakatnya dengan langsung atau individu yang dapat menimbulkan kericuhan.

Pakde Karwo mengatakan pemprov Jatim sudah berkoordinasi dengan Polres dan Polsek di masing-masing daerah untuk dicarikan data historis dan daerah mana saja yang mempunyai tradisi seperti itu, nantinya akan dilakukan pendekatan dan pemahaman, bahwa membayar zakat bisa melalui lembaga yang profesional dan terpercaya seperti Badan Amal Zakat yang diketuai secara langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan manfaat dari zakat tersebut. ( bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim