Kangean Enerji Berdayakan Masyarakat Pulau Sepanjang

ilustrasi: desamodern.com

Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) mendorong budi daya rumput laut di Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. KEI membantu petani rumput laut dengan memberi tali bentang, yang digunakan sebagai media tanam.

Masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya Kecamatan Sapeken, sudah sangat familier dengan istilah CD. Istilah tersebut mengacu kepada program pengembangan masyarakat (community development/CD).

Kecamatan Sapeken di Kepulauan Madura merupakan area terdekat dari kawasan operasi produksi minyak dan gas bumi Blok Kangean yang dikelola Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI).Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), operator Blok Kangean telah melaksanakan program CD sejak lebih dari 11 tahun lalu.

Kala itu kepemilikan Blok Kangean masih atas nama Arco Indonesia yang beroperasi sejak 1992. Program CD yang dijalankan saat itu memang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sapeken. Misalnya pembangunan gedung SD dan SMP, pembangunan jalan, puskesmas pembantu, serta bantuan listrik dan air bersih gratis.

Sayangnya, kegiatan mulia itu ”nyaris tak terdengar” dan tidak terpantau. Mulai tahun 2000-an, pembentukan Komite Pengembangan Masyarakat (Community Development Committee/ CDC) digagas guna memfasilitasi masing-masing kepentingan, baik perusahaan maupun masyarakat. Komite tersebut menjadi wadah kemitraan tripartit antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Dengan era baru ini, pembangunan di Sumenep,khususnya Kecamatan Sapeken menjadi lebih terkoordinasi dan tidak lagi tumpang tindih. Sesuai namanya, program CD diupayakan seoptimal mungkin menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat atau komunitas setempat.

Guna mengetahui kebutuhan masyarakat, CDC secara berkala memantau dan mengevaluasi kondisi serta kebutuhan di lapangan. Masyarakat pun bisa aktif memberi masukan kepada CDC atau istilahnya mekanisme bottom up. Tahapannya dimulai dengan musyawarah pembangunan desa guna mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Hasil kesepakatan lantas dibawa ke forum musyawarah tingkat kecamatan. Selanjutnya, dari sekian banyak permintaan masyarakat,pemerintah kabupaten bersama KEI dan BP Migas akan menentukan prioritas. Artinya, setiap program CD berikut besaran dana yang disediakan KEI juga melalui penggodokan semua pihak.

Demi meningkatkan ”rasa memiliki” dari masyarakat, sejak 2007 pelaksanaan program CD diserahkan kepada kelompok masyarakat (pokmas). Adapun perusahaan bertindak selaku pengawas, baik fisik maupun administratif.

Perlahan, tapi pasti, program CD berdampak nyata dalam mendukung percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kervei IPM Kabupaten Sumenep pada 2007, IPM di kecamatan yang terdiri atas sembilan desa ini berada pada posisi kelima dengan angka 71,06 atau lebih tinggi dari rata-rata IPM Kabupaten Sumenep sebesar 68,90.

H Yuliandi Abdul Rochim, Kepala Desa Pagerungan Besar yang termasuk dalam wilayah administratif kecamatan Sapeken, mengaku terbantu dengan program CD.Terlebih setelah terjalin kemitraan tripartit, pembangunan infrastruktur di Sapeken dirasa maju pesat.

“Mungkin kalau mengandalkan dana pemerintah saja perkembangannya tidak akan sepesat ini. Kami bersyukur program CD dan pemda bisa dipadukan. Itu sudah berjalan baik dan kelihatan hasilnya,”ucapnya.

Program Pelatihan untuk Pengembangan Kapasitas

“Memberi kail,bukan ikan”. Itulah salah satu prinsip program CD yang dijalankan Kangean Energy Indonesia Ltd. Dalam menggulirkan bantuan, sedapat mungkin tidak dalam bentuk dana tunai langsung, tapi barang atau pelatihan yang bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat.

Sebut saja peningkatan keterampilan masyarakat yang antara lain ditempuh melalui pelatihan keterampilan mengelas dan pertukangan. Dengan demikian,warga peserta pelatihan memiliki kualifikasi khusus yang bisa dipraktikkan hingga ke luar Kecamatan Sapeken.

Mengingat lokasi operasi KEI yang berada di wilayah pesisir pantai, sebagian besar penduduk di Kecamatan Sapeken yang terdiri atas sembilan desa berprofesi sebagai nelayan. Karena itu,bantuan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat umumnya terkait aktivitas nelayan dan hasil laut.

Antara lain bantuan keramba, pelatihan pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk, pemberian bibit rumput laut, serta beasiswa sekolah untuk regenerasi nelayan. Pelatihan yang kami berikan melalui program CD bertujuan menjadikan masyarakat lebih berdaya. Setelah mendapat pelatihan, mereka bisa mengembangkan kreativitas dan keterampilan berwirausaha tanpa harus bergantung lagi pada bantuan program CD.

Tak sekadar membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan, KEI juga ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap nilainilai cinta lingkungan. Misalnya, menanamkan pemahaman cara menangkap ikan yang ramah lingkungan dan tidak merusak terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan.

Bersamaan dengan itu, masyarakat diajarkan cara membuat rumpon untuk menggantikan terumbu karang yang rusak. Hasilnya,tangkapan ikan lebih banyak dan terumbu karang tetap lestari

Pengembangan Usaha Rumput Laut dan Pisang

Tak sebatas itu, Kangean Energy Indonesia Ltd juga mendorong budi daya rumput laut,terutama di Desa Se-panjang dan Sadulang Besar yang potensial dalam pengembangan rumput laut. Di Desa Sepanjang, KEI memberikan bantuan tali nilon sebagai sarana utama budi daya rumput laut.

Selama ini harga tali nilon yang mahal menjadi kendala pengembangan jumlah tarikan rumput laut. Sementara di Desa Sadulang Besar, budi daya rumput laut cenderung sudah berkembang, sehingga bantuan lebih diarahkan pada pengolahan rumput laut.

“Ke depan kami berharap lebih banyak lagi program CD yang bisa membantu mengembangkan perekonomian. Misalnya seperti bantuan bibit rumput laut dan pembuatan rumpon tadi,” ujar Kepala Desa Pagerungan Besar, H Yulandi Abdul Rochim.

KEI membantu petani dengan memberi tali bentang, yang digunakan sebagai media tanam rumput laut. Harga tali bentang ini rata-rata per 100 meter sebesar Rp50.000. KEI membantu tali bentang ini secara bergilir. Petani yang sudah mendapat bantuan tak boleh mendapatkan lagi. Hasil rumput laut memang cukup menjanjikan.

Seorang petani rumput laut menceritakan, petani rumput laut sekitar Sepanjang bisa menghasilkan 400 ton per bulan. Jika menanam 1 kilogram bibit,selama 40 hari para petani rata-rata bisa menghasilkan sekitar 4 kilogram rumput laut. Harga hasil panen rata-rata Rp8.000- Rp9.000 per kilogram kering.

Jika bagus,rumput laut kering harganya bisa mencapai Rp10.000-13.000 per kilogram. Dengan modal satu bentang tali sepanjang 100 meter, hasil rumput laut kering mencapai 50 kilogram. Dengan harga Rp10.000 per kilogram, untuk 100 meter tali bentang, petani bisa meraih pendapatan Rp500.000.

Untuk menjalani budi daya rumput laut, petani tak perlu mengeluarkan modal untuk upah buruh karena umumnya rumput laut dikerjakan secara sederhana oleh setiap keluarga. Artinya, hanya dibantu istri atau anak-anak petani rumput laut. Lantaran sangat sederhana dan hasilnya besar, boleh dikata saat ini sebagian besar warga Pulau Sepanjang, khususnya warga Desa Tanjung Kiaok,membudidayakan rumput laut.

Pemeliharaan rumput laut tidak sulit.Petani hanya mengikat bibit pada tali, lalu dibiarkan hingga besar.Petani tinggal menengok setiap hari atau dua kali seminggu. Bagus tidaknya pertumbuhan rumput laut juga bergantung pada ombak. Terlalu sedikit ombak,tidak bagus. Tetapi kalau terlalu besar juga, ombak bisa membuat rumput laut patah.

Karena itu,kendati bisa dibudidayakan setiap saat, ada masa-masa panen raya tatkala keadaan cuaca ikut mendukung pertumbuhan rumput laut. Bagi nelayan, membudidayakan rumput laut tetap bisa dikerjakan tanpa harus meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan.Pada saat cuaca buruk dan melaut menjadi tidak kondusif, rumput laut seperti jadi dewa penolong.

Tak ada lagi masa paceklik kendati harus tidak melaut hingga cuaca kembali membaik. Selain rumput laut, budi daya pisang juga tak lepas dari sentuhan KEI.Kendati lokasinya di wilayah pesisir,budi daya pisang rupanya potensial dikembangkan di Desa Sepanjang. Dalam hal ini, partisipasi KEI bermula dari ketidaksengajaan.

Saat itu, tepatnya pada 2007, Kangean mulai masuk dan beroperasi di sekitar Pulau Sepanjang. Bersamaan dengan itu, tanaman pisang yang menjadi andalan petani setempat diserang penyakit. Tak ayal, KEI yang saat itu sedang eksplorasi dituding sebagai penyebabnya.

Lantaran merasa dirugikan, KEI berkonsultasi dengan pakar dari IPB dan mendatangkan dinas pertanian setempat untuk meneliti kasus tersebut (uji laboratorium). Hasil penelitian menunjukkan, ada serangan hama yang sudah terjadi di daerah lain.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Timur menyatakan, setelah diperiksa di laboratorium, tanaman pisang di Desa Sepanjang terserang penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum.

Hamanya kemungkinan sudah ada di tanah dan muncul secara periodik, tidak ada kaitannya dengan eksistensi perusahaan. Kendati sempat jadi kambing hitam, KEI justru balik membantu warga mencarikan bibit unggul pisang yang tahan penyakit. Hasilnya, budi daya pisang terealisasi dalam waktu kurang dari setahun.

Lantaran subur dan berbuah banyak, budi daya pisang milik warga tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga sudah dipasarkan hingga ke Bali.koransindo

Komentar Pembaca

  1. Dimanakah saya bisa mendapatkan keterangan yang pasti tentang Kangean Energy Indonesia Ltd?
    Dimana kantornya?

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim