APBS Dangkal, Lamong Bay Bisa Menjadi Monumen

ilustrasi: pelindo

Pelabuhan Teluk Lamong atau Lamong Bay di perbatasan Surabaya-Gresik rencananya akan dilengkapi Special Traffic Information System. Ini menjadi solusi dari diantara permasalahan kepanduan kapal yang selama ini dikeluhkan para pengusaha pelayaran. Demikian kata EKO HARIADI Manager Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak.

Solusi itu diberikan PT.Pelabuhan Indonesia III sebagai operator pelabuhan. Sistem traffic ini, kata EKO, akan tersambung dan terekam satelit maupun radar sehingga kapal dapat dipandu dengan meminimalkan unsur human error.

“Untuk masalah Alur Pelayaran Barat yang selama ini belum beres dari pendangkalan, listrik, pipa Kodeco, dan tambatan, Pelindo 3 mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membentuk Badan Pengelola Khusus Alur Pelayanan Barat. Lembaga khusus ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan itu,” kata dia.

Sebelumnya, STEVEN ANDRE Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) menyampaikan meskipun Pelabuhan Teluk Lamong nantinya punya draf 14 meter yang mampu memuat kapal besar 5000 DWT ke atas, tapi kalau draf Alur Pelayaran Barat ke Teluk Lamong hanya 8,5 meter, tidak akan berarti apa-apa. Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Kelautan Perikanan dan Kelautan,Oki Lukito yang dihubungi terpisah mengatakan, seharusnya pembenahan APBS lebih penting daripada pembangunan Lamong Bay. “selain sia-sia pelabuhan lamong bay akan menjadi monumen atau tetenger kegagalan pembangunan maritim di tanah air,”. indomaritim/suarasurabaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim