Produksi West Madura 14 Ribu Barel per Hari

Ilustrasi

PT Pertamina Hulu Energi siap menginvestasikan sedikitnya US$1,53 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi minyak dan gas bumi blok West Madura Offshore.

Produksi yang semula 14.000 barel per hari akan ditingkatkan menjadi 40.000 barel per hari pada 2013 dengan melakukan pengeboran lima sumur migas baru.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Dwi Martono mengatakan pengeboran terhadap lima sumur migas baru di blok WMO tersebut segera dilakukan guna meningkatkan produksi migas secara bertahap.

“Kini produksi rata-rata dari sumur existing sebesar 14.000 barel per hari. Pada akhir 2011 produksi ditarget bisa naik menjadi 20.000 barel per hari dan pada 2012 produksi dipatok bisa mencapai 30.000 barel per hari. Produksi itu diharapkan menjadi 40.000 barel per hari pada 2013,” kata Martono seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa malam.

Martono menjelaskan pihaknya telah memantau secara langsung di lokasi akan kesiapan proses pengeboran, kesiapan itu juga sinergis dengan proses investasi yang akan dikucurkan manajemen secara bertahap.

Proses investasi untuk penambahan sumur baru itu dilakukan secara bertahap dengan total US$1,53 miliar untuk masa 3 tahun [2011-2013].

“Untuk investasi awal pada 2011 ditaksir mencapai US$330 juta, kemudian pada 2012 akan ada investasi sebesar US$550 juta dan nilai investasi pada 2013 sekitar US$650 juta,” ungkapnya.

Dia menjelaskan proses pengeboran lima unit sumur baru itu akan berada di area KE 38, sehingga totalnya menjadi 19 sumur dilokasi tersebut. Guna pengeboran pihaknya akan mendatang rig atau fasilitas anjungan pengeboran baru.

“Menurut rencana, pada Oktober datang lagi satu rig baru. Kemudian tahun depan satu lagi. Jadi total di lokasi WMO akan ada tiga rig, karena sebelumnya sudah ada satu rig di KE 38. Upaya ini penting agar kegiatan pengeboran sumur baru bisa berjalan lancar.”

Di sisi lain, penambahan sumur itu juga akan memacu produksi gas bumi dari 155 MMSFCD (milion metric square feet cubic per day/juta kaki kubik per hari) menjadi 170 MMSFCD.

Martono menegaskan pihaknya sangat optimis proses peningkatan kapasitas produksi secara signifikan itu akan bisa tercapai.

“Cadangan migas blok WMO masih sangat bagus karena ditaksir kandungan potensialnya untuk minyak bumi mencapai 1,1 miliar barel dan gas mencapai 4,3 triliun kaki kubik. Sekarang tinggal berdoa dan memperbanyak pengeboran baru,” tegasnya.

General Manager Pertamina Hulu Eenergi-Blok WMO, Imron Asjhari menjelaskan kelima sumur baru yang berada di rig KE 38 itu bernama A15, A16, A17, A21, dan A22, dengan prediksi pada akhir 2011 ini, pengeboran kelima sumur baru itu rampung.

“Karenanya, sejak Agustus sampai Desember 2011 ini, pengeboran kelima sumur baru itu harus rampung. ” kata Imron.

Imron menyatakan apabila tidak semua prediksi potensi kandungan migas bisa dibuktikan secara mutlak dan konkrit keberadaannya.

“Meski diprediksi memiliki potensi kandungan migas skala besar namun semuanya butuh proses pembuktian melalui proses pengeboran. Karena realitas pada dunia pengeboran migas, dari 10 sumur yang dieksploitasi oleh operator, biasanya delapan yang ada migasnya dan dua sumur tidak terbukti,” ujarnya.bisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim