Investasi Diarahkan ke Jatim Selatan dan Tengah

Ilustrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan fokus mengatasi permasalahan kesenjangan spasial. Salah satu caranya adalah dengan mendorong investasi baru ke daerah-daerah yang selama ini belum menjadi tujuan investor secara masif, seperti Mojokerto, Jombang, Ngawi, Magetan, dan Kediri.

“Supaya investasi lebih merata memang kita akan arahkan ke Jatim bagian tengah dan selatan,” tutur Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim, Warso Hadisasono, di Surabaya.

Menurutnya, terjadinya disparitas antar wilayah ini disebabkan karena masih kurang meratanya infrastruktur penunjang investasi. Sehingga investor lebih tertarik untuk mencari daerah infrastrukturnya telah memadahi.

“Pengusaha kebanyakan melirik daerah pantai utara seperti Gresik. Salah satu alasannya karena akses transportasi mudah, sehingga dapat meminimalisasi biaya transportasi,” tambahnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengarahkan investor untuk membuka usaha di daerah Madura dan pantai selatan seperti Banyuwangi dan Pacitan. “Setiap ada pertemuan dengan pengusaha dari luar negeri, kita selalu promosi dengan keberadaan Jembatan Suramadu, harapannya supaya mereka tertarik,” ungkapnya.

Kesenjangan spasial di Jatim memang lumayan mencolok. Pada 2009, misalnya, hanya pendapatan per kapita masyarakat di lima kota/kabupaten itu saja (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Kediri) yang besarnya melebihi pendapatan per kapita nasional yang mencapai Rp 24,3 juta per kapita per tahun. Adapun 33 kabupaten/kota lain di Jatim pendapatan per kapitanya di bawah angka tersebut.

Pada 2010, penyaluran kredit masih terpusat di lima daerah utama, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Kediri. Kredit ke lima daerah itu jumlahnya mencapai 68,72 persen dari total kredit perbankan di Jatim.kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim