Juli, Inflasi Melesat ke Level 0,62%

ilustrasi: kabarbisnis.com

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) merilis, pada bulan Juli 2011, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,62%, lebih rendah dari posisi nasional yang bertengger di level 0,67%.

Inflasi Jatim pada Juli melesat dari inflasi Juni sebesar 0,54%. Dengan demikian, laju inflasi Jatim tahun kalender (Januari-Juli) 2011 mencapai 1,73%.

Besarnya inflasi di bulan Juli lebih diakibatkan oleh naiknya harga berbagai komoditas bahan pangan khususnya beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

“Seluruh komoditas pada bulan Juli kemarin mengalami kenaikan, di antaranya bahan makanan alami kenaikan 1,59%, sandang 0,97%, pendidikan 0,51%. Namun kenaikan terbesar terjadi pada harga beras, daging ayam ras, telur ayam ras dan emas perhiasan,” ungkap Kepala BPS Jatim, Irlan Indrocahyo, dalam jumpa pers di kantornya, Surabaya, Senin (1/8/2011).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, harga berbagai bahan pokok menjelang Ramadan memang selalu mengalami kenaikan. Karena permintaan pasar naik, terjadi ekspektasi dari distributor untuk menahan beras di gudang sehingga harga menanjak naik.

Harga beras umpamanya, pada bulan Juni masih Rp7.135 per kilogram, di bulan Juli sudah terkerek diangka Rp7.690 per kilogram, naik sebesar Rp500 per kilogram. Harga daging ayam ras dibulan Juni Rp27.320 per kilogram, naik menjadi Rp29.825 per kilogram.

Sementara harga telur ayam ras pada bulan Juni sebesar Rp14.750 per kilogram naik menjadi Rp15.955 per kilogram. Kenaikan yang sama juga terjadi pada komoditas gula, dari Rp10.940 per kilogram di Juni menjado Rp11.000 di Juni.

“Sehingga komoditas inilah yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi Jatim pada bulan Juli. Kondisi yang sama juga terjadi pada inflasi nasional,” tekannya.

Secara nasional, lanjutnya, beras menyumbang 0,22% dari total inflasi sebesar 0,67% , daging ayam ras 0,13%, telor ayam ras 0,06%, emas perhiasan 0,03% ikuti harga emas dunia yg bertengger di US$600 dolar per once.

“Adapun komoditas yang menekan angka inflasi Jatim cukup signifikan adalah penurunan harga komoditas bawang merah, bawang merah, cabe rawit dan minyak goreng. Harga bawang merah ini turun dari Rp26.275 per kilogram menjadi Rp18.850 per kilogram,” pungkasnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim