Selasa, 28 Maret 2017

Produksi Kedelai Anjlok 5,97%

ilustrasi: kabarbisnis.com

Produksi kedelai di Jawa Timur pada 2011 diperkirakan mencapai 319,22 ribu ton biji kering, turun 20,28 ribu ton atau 5,97% dibanding produksi 2010 yang mencapai 339,49 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Irlan Indrocahyo mengatakan, penurunan produksi kedelai pada 2011 diperkirakan terjadi karena luas panennya mengalami penurunan 16,75 ribu hektare atau 6,78%. Sedangkan untuk produktivitasnya naik 0,12 kuintal per hektare atau 0,87%.

Turunnya produksi kedelai pada 2011 di Jatim diperkirakan terjadi pada subround Mei-Agustus yang diperkirakan 51,93 ribu ton atau 37,94 persen. Sedangkan realisasi pada subround Januari-April produksinya naik 21,42 ribu ton atau 37,57 persen. Kenaikan produksi diperkirakan juga terjadi pada subround September-Desember yaitu 10,23 ribu ton atau 7,03 persen, dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama 2010 year on year.

Pada skala nasional, produksi kedelai pada 2011 diperkirakan juga mengalami penurunan produksi 87,59 ribu ton atau 9,66 persen. Demikian juga di seluruh Pulau Jawa yang diperkirakan turun 85,24 ribu ton atau 13,46 persen. Turunnya produksi kedelai di Indonesia selama 2011 terutama disebabkan oleh turunnya luas panen 68,79 ribu hektare atau 10,41 persen. Sedangkan untuk tingkat produktivitasnya masih mengalami kenaikan 0,11 kuintal/hektare atau 0,80 persen.

Sebagai informasi, Angka Tetap (ATAP) produksi kedelai Provinsi Jatim pada 2010 sebesar 339,49 ribu ton biji kering mengalami penurunan 15,77 ribu ton atau 4,44 persen. Dibanding produksi kedelai pada 2009 mencapai 355,26 ribu ton biji kering (ATAP). Penurunan produksi terjadi karena berkurangnya luas panen 17,89 ribu hectare atau 6,75 persen.

Untuk produktivitas masih mengalami kenaikan 0,33 kuintal/hectare atau 2,46 persen. Daerah penghasil kacang kedelai dengan luas panen yang dominan selma 2010 terdapat di beberapa kabupaten, yakni di Kabupaten Banyuwangi 35,88 ribu hektare atau 14,53 persen. Kemudian disusul Ponorogo 24,54 ribu hektare atau 9,94 persen, Lamongan 21,88 ribu hektare atau 8,86 persen, Sampang 21,20 ribu hektare atau 8,59 persen dan Kabupaten Ngawi 18,24 ribu hektare atau 7,39 persen.

Penurunan produksi kedelai di Jawa Timur selama 2010 terjadi pada subround Januari-April 18,59 ribu ton atau 24,59 persen dan subround September-Desember 2,82 ribu ton atau 1,90 persen. Sedangkan pada subround Mei┬ľAgustus produksi kedelai naik 5,64 ribu ton atau 4,30 persen dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama pada 2009 year on year.

Di tingkat skala nasional, produksi kedelai 2010 juga mengalami penerunan 67,48 ribu ton atau 6,92 persen. Demikian juga pada semua provinsi di Pulau Jawa yang juga mengalami penurunan produksi 13,63 ribu ton atau 2,11 persen). Penurunan produksi kacang kedelai secara nasional terjadi karena penurunan luas panen sebesar 61,97 ribu hectare atau 8,57 persen, sedangkan produktivitasnya masih mengalami kenaikan 0,25 kuintal/hektare atau 1,85 persen.

Pada 2007, puncak panen kacang kedelai terjadi pada Juni dan Oktober. Pada tahun 2008 dan 2009, puncak panen kedelai mengalami pergeseran maju menjadi pada Mei dan September. Pola panen kedelai pada 2010 mengalami perubahan pola yang ekstrim, yaitu pada subround September-Desember luas panen kedelai paling sedikit dibandingkan pola panen pada tahun-tahun sebelumnya.kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim