Dorong Optimalisasi Produksi Susu Lokal

ilustrasi: kabarbisnis.com

Meski angka impor sapi tiap tahun tidak berkurang dari kisaran 70%, Kementerian Perdagangan menganggap sudah ada peningkatan signifikan pada industri susu lokal di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar, mengatakan, industri susu lokal setidaknya tumbuh 25% tiap tahunnya.

“Namun di sisi lain, konsumsi susu justru tumbuh dua kali lipat dari angka tersebut, karenanya kebutuhan impor susu segar belum bisa terkikis,” kata Mahendra di sela-sela Lokakarya Pengembangan Persusuan yang Berkelanjutan di Indonesia di Hotel JW Marriott.

Dalam tiga tahun terakhir, Wamendag merinci industri susu lokal tumbuh setidaknya 25%. Ini didapat dari akumulasi pertumbuhan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) yang rata-rata mencapai 6,5% per tahun, ditambah dengan penambahan populasi sapi perah di Indonesia yang rata-rata meningkat 1,6% per tahun.

“Jika dijumlah, dalam tiga tahun ini pertumbuhan industri susu di Indonesia sudah 25 persen, tapi pasarnya justru berkembangnya luar biasa besar. Karenanya komposisi pemenuhan susu dari impor tetap berkisar 70 persen,” ujarnya.

Untuk setidaknya mengurangi ketergantungan impor, Wamendag mengatakan harus ada peningkatan produktifitas dari peternak lokal minimal menjadi 50% dari peningkatan yang ada sekarang.

Penambahan populasi sapi juga menurutnya menjadi hal yang penting karena disamping bisa menekan angka impor susu, kesejahteraan peternak juga meningkat karena secara ekonomi denganmempunyai lebih banyak sapi biaya produksi bisa ditekan.

“Jumlah rata-rata sapi yang dimiliki petani saat ini belum sampai BEP (break even point) yang mencapai 4-5 ekor per peternak,” ujarnya.

Karenanya, ia menyambut baik rencana Pemprov Jatim yang akan membantu pengadaan sekitar 60 ribu sapi perah yang akan digunakan untuk menambal kebutuhan pasokan susu produksi lokal. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim