Petani Gigit Jari, Stop Tanam Padi

ilustrasi: kompasiana.com

Serangan hama wereng banyak membuat petani di Jawa Timur gigit jari. Karena itu, Dinas Pertanian Jatim mengimbau kepada seluruh petani agar menghentikan niat atau menyetop penanaman padi. Kini telah lebih dari 22.000 hektar tanaman padi mengalami puso akibat anomali cuaca pada 2010 lalu dan banyaknya serangan hama wereng pada 2011 ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim, Achmad Nurfalakhi, mengatakan, banyaknya serangan hama wereng ini lantaran banyak pula petani yang masih menanam padi. Untuk itu, guna memutus rantai perkembangan wereng tersebut, maka upaya penanaman harus dihentikan untuk beberapa saat. Dengan begitu, diharapkan bisa memutus siklus hama wereng yang kini masih banyak terjadi di Jatim.

“Penyetopan tanam padi ini hanya untuk beberapa bulan atau satu musim tanam ini saja, dengan harapan pada September petani bisa kembali tanam padi lagi agar 2012 panen bisa lebih banyak,” tutur Achmad, Sabtu (16/7/2011).

Menurut dia, dengan menghentikan tanam padi akan menjadi satu-satunya cara memutus siklus wereng. Namun, jika petani masih tetap bersikeras menanam, sangat memungkinkan jumlah puso pada panen berikutnya akan semakin meningkat dari sekarang.

Menyikapi besarnya kerugian petani yang padinya puso, Kementerian Pertanian pun telah menyediakan dana ganti rugi untuk 100.000 hektar lahan yang puso. Per hektarnya, petani akan mendapat ganti rugi uang Rp 3,7 juta untuk upah tenaga kerja Rp 2,6 juta per hektar dan sisanya untuk paket pupuk Rp 1,1 juta per hektar. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim