Kuota BBM Bersubsidi Habis

ilustrasi: beritabatavia.com

Kuota BBM bersubsidi di Jawa Timur sudah tandas tak tersisa. PT Pertamina menyatakan, konsumsi BBM bersubsidi untuk Jatim sudah melebihi 5% dari kuota. Artinya, kuota BBM bersubsidi di Jatim sama sekali tak tersisa. Namun, warga diminta tak melakukan panic buying dengan melakukan aksi borong BBM.

“Masyarakat hendaknya tidak perlu khawatir berlebihan. Pemprov Jatim dan Pertamina tentu sudah mewaspadai lonjakan kebutuhan BBM, terutama memasuki puasa dan menjelang Lebaran,” ujar Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim, M. Ardi, saat dihubungi, Minggu (17/7/2011).

Dia meminta tak ada aksi borong yang bisa menimbulkan duplikasi atau efek bola salju di kalangan masyarakat secara luas. Jika ada beberapa warga masyarakat yang melakukan aksi borong atau panic buying, aksi serupa juga akan dilakukan secara luas oleh warga lainnya. Hal ini akan semakin membuat persediaan BBM menipis.

“Masyarakat juga kami minta untuk menggunakan BBM secara lebih bijak. Harus hemat. Jangan pula masyarakat menimbun BBM. Kami khawatir nantinya akan terjadi situasi yang tidak normal, dan pada akhirnya bisa mengerek tingkat inflasi dan memengaruhi pergerakan harga barang lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menyatakan, kuota BBM bersubsidi di Jatim sudah habis.

“Saat ini, jatah untuk Jatim sudah habis. Tetapi, pusat memastikan stok BBM bersubsidi yang dikirim ke Jatim akan terus dikirim sesuai permintaan PT Pertamina Regional V. Kami harap Pemprov pun bisa mengawasi dari sisi penyalurannya, sehingga tak ada penumpukan BBM maupun kekurangan stok saat lebaran datang,” kata Asisten Manajer Eksternal PT Pertamina Regional V, Eviyanti Rofraida.

Ia menambahkan, kenaikan konsumsi BBM bersubsidi terjadi di beberapa daerah. Namun, distribusi terbagi rata di seluruh daerah di Jawa Timur. Di Surabaya, juga terjadi over kuota hingga 3,8 persen dari jatah 247.000 Kilo Liter (KL), dan kini konsumsinya sudah mencapai 257.000 KL sedangkan konsumsi solar dari yang dijatahkan 100.000 KL kini menjadi 106.000 KL atau over sekitar 6,3 persen.

Sementara itu, tertinggi untuk premium ada di Kabupaten Tuban dengan total konsumsi 8,1 persen dari kuota yang diberikan 30.300 (KL) kini mencapai angka 32.800 KL. Konsumsi solar tertinggi ada di Kota Pasuruan yang naik sebesar 18,6 persen dari jatah tahun ini, yakni dari jatah 5.400 KL menjadi 6.400 KL. “Kami hanya bisa mengusulkan penambahan. Dan hingga kini kiriman BBM bersubsidi ke Jatim masih lancar. Itu artinya saat lebaran stok pun bisa dipastikan aman,” ujar Eviyanti.

Terkait adanya kelangkaan BBM di sejumlah daerah beberapa waktu yang lalu, Pertamina menilai hal itu dikarenakan aksi borong sejumlah konsumen, meskipun di daerah tersebut stok BBM sudah melebihi kuota yang diberikan oleh Pertamina. “Sulit sekali bagi Pertamina untuk bertindak dalam mengawasi pembelian yang berlebihan, karena hal itu bukan wewenang Pertamina. Namun, yang pasti di beberapa daerah yang mengalami kelangkaan, kuota BBM sudah melebihi daerah lain,” ujarnya.

Sebelumnya, kekurangan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban. Hal tersebut membuat sejumlah kendaraan antre di SPBU yang masih memiliki stok BBM. Dari sejumlah informasi, kelangkaan tersebut lantaran adanya pengurangan pasokan dalam sepekan terakhir dari Pertamina. Selain itu, juga dipicu karena konsumsi industri dalam jumlah besar, sehingga stok BBM cepat habis.

Dari hampir semua SPBU yang berada di Kabupaten Tuban yang kehabisan stok premium dan solar, diantaranya adalah SPBU Sugihwaras, Kecamatan Jenu, SPBU Dasin, Raya Tuban-Semarang. Kelangkaan itu banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat Kabupaten Tuban. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim