Gubernur Berharap Porprov Cetak Atlet Berkarakter

Gubernur Dr. H Soekarwo bersama Wagub Saifullah Yusuf saat bersama ribuan para atlet dan penonton yang hadir pada acara Pembukaan Porprov Jatim III di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang digelar setia dua tahun sekali itu memang angat efektif untuk mencetak atlet. Gubernur Jatim DR. H Soekarwo berharap even ini tak hanya melahirkan atlet berprestasi, melainkan bisa mencetak atlet yang memiliki karakter dan bisa menjunjung sportifitas.

Saat ini lebih dari 6.000 atlet bertanding di 26 cabang olahraga untuk meraih prestasi pada Porprov III Kediri 15-22 Juli. Bahkan baru tiga hari Porporv di gelar sudah ada dua pemecahan rekor.

Pemecahan Porprov tersebut terjadi di cabor renang. Atas nama atlet Wiranto Adi Wicaksono (Kabupaten Gresik) di gaya bebas pria 100 meter. Rekor lama atas nama Freddy Lumantow (Surabaya) dengan catatan waktu 57,08 detik. Sedangkan catatan waktu Adi Wicaksono 56,37 detik di Kolam Renang Tirtoyoso Kediri. Satu pemecahan rekor lainnya diukir oleh Doni Rahardian (Kabupaten Malang) di gaya punggung pria 100 meter. Dia memecahkan rekor atas namanya sendiri. Rekor lamanya 01,06,12. Rekor barunya 01,03,35.

Pecahnya rekor tersebut juga merupakan salah satu target yang dibebankan Gubernur Soekarwo kepada KONI Jatim selaku induk olahraga. “Kalau bisa ada pemecahan rekor nasional,” kata pria yang biasa disapa Pakde Karwo itu.

Pada acara pembukaan Porprov yang digelar di Stadion Brawijaya, Jumat (15/7), Pakde Karwo juga berpesan agar para atlet bisa memiliki karakter untuk bisa mencetak prestasi di level nasional maupun internasional. “Junjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Utamakan wibawa, dorong anak-anak maju ke depan demi nasionalisme,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan Porprov ini adalah sebagai langkah awal mempersiapkan para atlet, mencari bibit-bibit baru, demi kemajuan olahraga di Jatim. Selama ini jumlah atlet nasional dari Jatim masih yang terbanyak. Selain itu, pembinaan juga terus maksimal dilakukan, hingga banyak di antara mereka yang mampu menorehkan prestasi, membawa nama Indonesia hingga dunia internasional.

“Jatim ini gudangnya olahragawan Indonesia. Indonesia paling cepat terkenal di dunia olahraga, bendera kita dil luar negeri juga karena olahraga. Untuk itu, mari kita bertekad ‘satu hati meraih prestasi’,” kata mantan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim itu.

Ia juga mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Porprov Jatim III Kediri, sehingga membuat beberapa atlet dan ofisial merasa kurang nyaman. “Semua pasti ada kekurangan. Namun dengan melakukan perbaikan secara cepat, kekurangan tersebut dapat diminimalkan,” kata Pakde Karwo.

Gubernur berharap, adanya beberapa masalah seperti pelayanan tidak menjadikan semangat untuk bertanding dari para atlet surut. Ia minta, para atlet tetap berjuang demi prestasi hingga ke depan bisa mengharumkan nama Jatim, nasional, bahkan internasional.

Kegiatan Porprov di Jatim memang hingga kini masih ada beberapa kendala, seperti pelayanan untuk konsumsi serta fasilitas penginapan. Untuk konsumsi, selain sering terlambat, para atlet kadang harus menerima makanan yang sudah basi. Seperti yang diungkapkan oleh panitia KONI Kota Kediri, Barnadi. Ia mendapat laporan dari anak didiknya bahwa fasilitas makan yang diberikan panitia sering terlambat.

Ia mencontohkan, saat pertandingan sepak bola antara tim Kota Kediri melawan Kabupaten Probolinggo di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (14/7). Kiriman makanan baru tiba pukul 19.00 WIB, padahal pertandingan sudah berakhir pukul 17.15. “Harusnya katering mengirim makanan sekitar pukul 17.30 WIB, jadi anak-anak tidak menunggu lama,” katanya.

Koordinator Posko Porprov, Suwanto mengaku sudah menerima keluhan dari para atlet maupun ofisial tentang fasilitas. Pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan panitia terkait, untuk mencari jalan keluarnya.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, kegiatan ini diikuti seluruh atlet dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Mereka akan bertanding berebut menjadi yang terbaik. “Banyak hotel dan akomodasi lainnya sudah penuh. Meski begitu kami berharap pertandingan bisa berjalan dengan lancar,” ucap Saifullah.

Sementara itu Wali Kota Kediri, Samsul Ashar yang hadir dalam acara pembukaan itu mengaku sebagia panitia lokal akan berbuat maksimal demi kenyamanan para atlet dan ofisial mengikuti ajang Porprov. “Kami cukup bangga menjadi tuan rumah. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan Porprov,” kata Samsul.

Acara pembukaan itu juga dimeriahkan berbagai macam atraksi kesenian di antaranya jaranan dari Kota Kediri, tari-tarian dan kesenian kendang Tulungagung, hingga atraksi bela diri dari Yong Moo Do Brigif 16 Wira Yudha Kediri. Grup band Letto juga turut memeriahkan acara pembukaan tersebut. Kegiatan ini cukup meriah. Panitia juga sempat menampilkan pesta kembang api.

Sementara itu, dalam Porprov sebelumnya di Surabaya (2007) dan Kota Malang (2009), kontingen Kota Surabaya secara berturut-turut tampil sebagai juara umum, menyusul Kota Malang, dan Kota Kediri. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim