Gubernur Raih Paramadhana Utama Nugraha Koperasi

Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima Penghargaan Paramadhana Utama Nugraha Koperasi dari Menkop Syarifuddin Hasan.

Kembali Jawa Timur di bawah Kepemimpinan Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, berhasil meraih penghargaan sebagai Provinsi Penggerak Koperasi Tingkat Nasional berupa Paramadhana Utama Nugraha Koperasi. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Sjarifuddin Hasan kepada Pakde Karwo di Gedung Smesco Jakarta Selatan, Rabu, 13/7.

Selain Pakde Karwo, ada tiga gubernur lainnya yang menerima penghargaan di bawah Jatim berupa Paramadhana Madya Koperasi, yaitu Gubernur Bali Imade Mangku Pastika, Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuawono X. Untuk tahun 2011 ini, Kabupaten dan Kota di Jatim meraih sejumlah 14 penghargaan Paramadhana baik Utama maupun Madya.

Penghargaan diberikan dalam bentuk pataka Paramadhana Madya Koperasi kepada daerah yang baru sekali menerima penghargaan dan pataka Paramadhana Utama Nugraha Koperasi bagi daerah yang sudah lebih dari sekali menerima penghargan. Berurutan Kabupaten dan Kota di Jatim yang menerima penghargaan, Kab. Sidoarjo, Kab. Malang, Kab. Ponorogo, Kab. Banyuwangi, Kab. Pasuruan, Kota Madiun, Kab. Situbondo, Kab. Lamongan, Kab. Pamekasan, Kab. Tuban, Kab. Lumajang, Kab. Gresik, Kab. Blitar dan Kota Surabaya.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dalam kesempatan itu menegaskan, koperasi memiliki peranan yang sangat strategis dalam perekonomian Negara khususnya dalam upaya meningkatkan sektor ekonomi menengah kebawah. Koperasi yang dikelola dengan baik akan mampu bersaing dalam ekonomi global sekarang ini seperti yang terjadi di Negara-negara yang sudah maju. Untuk itu koperasi perlu mendapat perhatian yang khusus agar dapat berkembang utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semua pihak harus mempunyai komitmen dan loyal bagi pengembangan koperasi dan usaha kecil menengah, dan mencintai produk-produk dalam negeri” ungkap Menkop usai menyerahkan penghargan secara serempak kepada 27 kepala daerah.

Sementara itu Pakde Karwo, saat diwawancarai oleh wartawan mengatakan, bahwa penghargaan yang luar biasa di bidang koperasi ini adalah buah karya dari teman-teman yang menggerakkan dan mengerjakan koperasi di daerah-daerah. “Mereka yang di lapanganlah yang menjadikan Jawa Timur berprestasi,” tegas Pakde Karwo.

Ketika ditanya sejauh mana peran provinsi dalam mengembangkan koperasi, Pakde Karwo mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti kalau Pemerintah Provinsi mengurus koperasi. “Kita serius dan sungguh-sungguh mengurus koperasi. Karena koperasi adalah wadah usaha yang cocok untuk bangsa kita,” katanya.

Dibagian lain, Sjarifudin mengimbau, seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menggerakkan aktivitas koperasi di daerahnya, agar pada kesempatan tahun berikut bisa berada di gedung Smesco milik gerakan koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) itu. ”Koperasi Indonesia harus bisa bangkit untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan. Karena jika Koperasi Kuat, Rakyat Sejahtera,” tandas Sjarifuddin Hasan.

Selain menyerahkan penghargaan, Menkop dan UKM juga meresmikan pameran fashion dan asessoris produk Usaha Kecil Menengah tingkat Nasional yang berlangsung di Gedung Smesco Jakarta Selatan. Pameran diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia . Dalam acara itu juga ditampilkan peragaan busana buatan dalam negeri yang dirancang oleh disainer nasional.

Jawa Timur berkomitmen untuk mengembangkan potensi koperasi dan UMKM, yaitu melalui berbagai program dan kegiatan seperti bantuan modal untuk koperasi wanita di seluruh pedesaan yang ada di Jatim, memberikan jaminan kredit lewat Jamkrida kepada usaha menengah dan kecil yang fisibel tapi tidak bankable. “Harus diakui bahwa sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja,” ujar pakde.

Menurut Pakde Karwo, jantung pembangunan adalah uang. Tulang belakangnya, industri. Industri besar dan kecil menjadi penopang perekonomian sebuah Negara. Industri kecil adalah UMKM dan koperasi. Jumlahnya sekitar 98,8% dari total industri di Jatim dan mampu menampung 98% jumlah tenaga kerja. Peran tersebut tergolong besar karena jumlah angkatan kerja di Jatim cukup besar. Berdasar data BPS, jumlah angkatan kerja di Jatim pada Februari 2011 mencapai 20,25 juta orang, bertambah sekitar 0,72 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 19,53 juta orang, atau lebih rendah 0,37 juta orang dibanding Februari 2010 sebesar 20,62 juta orang. (ist)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim