Krisis Ikan Muncar Akibat Pencemaran

Ilustrasi

Penataan kawasan dan pelaksanaan program pengendalian pencemaran lingkungan memerlukan komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah. Keduanya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Apalagi jika program itu dikaitkan dengan perbaikan ekonomi masyarakat.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti M Hatta dalam dialog terbuka dengan masyarakat di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengatakan, untuk merumuskan program dan rencana kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan kedua belah pihak harus duduk bersama. ”Pengendalian pencemaran lingkungan di Muncar memerlukan komitmen bersama untuk merumuskan program dan rencana kegiatan yang terpadu dan berkesinambungan bagi perbaikan ekonomi dan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi dan Muncar khususnya,”kata Gusti M Hatta dalam dialog pada Minggu (10/07).

Dalam dialog yang melibatkan sejumlah nelayan serta pengusaha ikan di Muncar, topik yang paling menyita perhatian adalah tentang mulai langkanya ikan di perairan Muncar. Padahal, kawasan Muncar terkenal sebagai sentra pendaratan ikan terbesar dan industri pengolahan ikan di Jawa Timur. Keberadaan Muncar memberikan arti penting bagi Propinsi Jawa Timur karena memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan.

Berdasarkan data yang ada, setiap hari ikan yang dibongkar di Muncar minimal 500 ton dan sekitar 90 persen dipasok ke industri pengolahan ikan setempat. Data Sekretariat Kabinet RI menunjukkan, Muncar merupakan penghasil ikan terbesar di Jawa Timur dengan produksi ikan tahun 2010 sebesar 27.748 ton.

Sayangnya, potensi besar tidak dapat dimaksimalkan lantaran banyak perusahaan perikanan di Muncar dalam melakukan aktivitas produksinya kurang memperhatikan pengelolaan limbah dari kegiatan produksi. Bisa tebak, akibat pencemaran tersebut produksi penangkapan menurun drastis. ”Sekarang ikan sudah susah didapat. Bagaimana harus ditanggulangi? Rasanya perlu kita menggalakkan program perbaikan terumbu karang dan penanaman pohon bakau,” kata salah satu nelayan, peserta dialog. Berdasarkan hasil penelitian terbaru Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta tahun 2010 terungkap, tingkat pencemaran sudah menjangkau kawasan perairan Muncar sejauh 200 hingga 350 meter dari bibir pantai. Termasuk, sungai-sungai di Muncar yang dijadikan tempat pembuangan limbah seperti Kali Mati, Kali Tratas, dan Kali Moro. Kondisi kali tersebut cukup parah. Bank Sampah

Sebelumnya Gusti Muhammad Hatta dalam peresmian Bank Sampah Pace Sewu di Pacitan Jatim mengatakan, sampah tidak berbeda jauh seperti benda yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat ditabung. Dengan pola berpikir seperti itu, masyarakat terutama anak-anak akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilainya.

”Upaya ini juga bagian salah satu cara untuk memenuhi target pengurangan sampah nasional melalui daur ulang, dan pemanfaatan sampah sebesar 7 persen per tahun dapat tercapai” kata Gusti. suaramerdeka.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim