Omzet Bisnis Ritel Terealisasi Rp7,4 Triliun

ilustrasi: indocashregister.com

Omzet perusahaan ritel di Jawa Timur tahun ini diyakini bisa mencapai target senilai Rp15,2 triliun, setelah pada Januari – Mei terealisasi Rp7,4 triliun atau lebih tinggi dibandingkan semester I 2010 Rp6,9 triliun.

Peningkatan omzet industri eceran itu dipicu terus tumbuhnya ekonomi Jatim (selama triwulan I tahun ini mencpai 7%). Kondisi tersebut diikuti bermunculannya hipermarket, supermarket, minimarket serta jenis pelaku bisnis eceran lainnya (toko buku, makanan cepat saji, toko perangkat komunikasi).

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur Abraham Ibnu mengatakan sektor bisnis eceran di provinsi tersebut mengalami pertumbuhan omzet yang cukup mencolok, dimana pada 2010 terealisasi Rp13,5 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan omzet berlangsung terus hingga tahun ini yang ditandai dengan pencapaian omzet selama Januari – Mei senilai Rp7,4 triliun. Nilai omzet sebesar itu lebih tinggi dibandingkan realisasi omzet selama Januari – Juni 2010 hanya Rp6,9 triliun.

“Kami optimistis nilai omzet perusahaan ritel di Jatim hingga akhir Desember mendatang bisa tembus Rp15,2 triliun. Diantaranya dikontribusikan datangnya Idul Fitri akhir Agustus mendatang yang diprediksikan membukukan omzet Rp2 triliun,” ujarnya, hari ini.

Abraham menambahkan setiap Idul Fitri perusahaan ritel mengalami panen, dimana nilai belanja terkait datangnya hari raya umat Islam itu pada 2010 mencapai Rp1,6 triliun.

Sementara jumlah perusahaan ritel anggota Aprindo Jatim terus bertambah. Jenis hipermarket tahun ini sebanyak 35 unit yang naik dibandingkan 2010 baru 26 unit, super market berjaringan nasional 80 unit (2010 sebanyak 64 unit) ditambah supermarket lokal/non-jaringan nasional 52 unit.

Adapun minimarket jaringan nasional 1.452 unit (2010 sebanyak 1.250 unit) ditambah minimarket lokal 947 unit, department store jaringan nasional 50 unit (2010 sebanyak 40 unit) ditambah department store lokal 52 unit. Selain itu, bisnis ritel lain-lain (toko buku, toko perangkat komunikasi, makanan cepat saji dan sebagainya) 620 unit naik dibandingkan 2010 hanya 370 unit. bisnisindonesia.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim