Aset 6 Bank di Surabaya Meningkat

ilustrasi: waspada.co.id

Kantor Bank Indonesia Surabaya mencatat pertumbuhan kinerja positif pada enam bank umum yang berkantor pusat di Surabaya pada pada triwulan I/2011 dengan total aset sebesar Rp26,17 triliun atau meningkat 9,07% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pemimpin Kantor Bank Indonesia M Ishak mengatakan pertumbuhan yang signifikan pada triwulan ini juga berpengaruh pada peningkatan proporsi total aset keenam bank tersebut terhadap total aset bank umum di Jatim dari 9,64% menjadi 10,21%.

“Tercatat keenam bank yang berkantor pusat di Surabaya tersebut adalah Bank Jatim, Bank Maspion, Bank Antardaerah [Bank Anda], Bank Anglomas Internasional [Bank Amin], Bank CNB dan Bank Prima Master,” katanya, hari ini.

Tingginya pertumbuhan aset, kata dia, didorong oleh peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup signifikan pada periode laporan. “Penghimpunan ini terkait dengan realisasi dropping dana pemerintah pusat ke daerah di awal tahun yang disimpan dalam rekening giro dan deposito milik pemerintah,” katanya.

Data Kajian Ekonomi Kerakyatan BI Surabaya triwulan I/2011 merinci, DPK yang dihimpun oleh enam bank berkantor pusat di Surabaya mencapai Rp20,72 triliun, dan didominasi oleh simpanan dalam bentuk giro yang mencapai Rp9,76 triliun (47,10%), disusul oleh simpanan deposito dan tabungan dengan nilai masing-masing sebesar Rp6,07 triliun dan Rp4,89 triliun.

Di sisi lain, total kredit yang dsalurkan oleh 6 bank ber kantor pusat pada triwulan laporan menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dengan ditopang oleh cukup tingginya penyaluran kredit konsumsi yang secara triwulanan mampu tumbuh 27,16%.

Sementara itu, sebagaimana yang terjadi pada periode sebelumnya, penyaluran kredit di sektor produktif yaitu kredit modal kerja dan kredit investasi masih mengalami penurunan, sehingga mengalami kontraksi masing – masing sebesar -0,81% dan -11%.

Meski cenderung menurun, lanjut Ishak, komposisi kredit pada sektor produktif tersebut masih mendominasi dengan proporsi total sebesar 66,02%. Selanjutnya, kinerja penyaluran kredit yang cukup baik ini juga diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio kredut bermasalah yang cukup rendah (0,85%) dan berada dibawah level NPL (non performing loan) kredit secara umum di Jawa Timur.

Fungsi intermediasi perbankan yang ditunjukkan oleh loan to deposit ratio (LDR) pada triwulan I-2011 menunjukkan penurunan dari 71,67% menjadi 66,47%. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan pertumbuhan DPK yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit pada periode yang sama.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim