Bromo Berpotensi Menarik Wisatawan

ilustrasi: kompas.com

Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Winarno Sujas, mengatakan, obyek wisata Gunung Bromo di Jawa Timur (Jatim) mempunyai potensi menarik minat wisatawan karena merupakan ikon pariwisata yang tiada bandingnya. Hal itu diungkapkannya saat diskusi dengan para pemangku kepentingan Destination Management Organization (DMO) Bromo Tengger Semeru di Tosari, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/6/2011).

Namun, Winarno mengungkapkan, obyek wisata Gunung Bromo hingga kini masih relatif kecil untuk menarik wisatawan. Ia menyebutkan, dari kunjungan wisatawan nasional yang hanya 7 juta orang per tahun, sebagian besar baru ke Bali dan destinasi wisata lain di Jawa.

Sementara, lanjut Winarno, jumlah wisatawan yang berkunjung ke negara tetangga Malaysia telah mencapai 17 juta orang. Bahkan Singapura telah mencapai 14 juta orang, dan Thailand sebanyak 12 juta orang.

“Ini artinya pariwisata kita ada yang salah,” ungkap Winarno sembari menambahkan bahwa citra Indonesia belum begitu dikenal dibanding Bali atau Borobudur.

Padahal, lanjut Winarno, Bromo yang mempunyai keunggulan wisata alamnya mempunyai keunggulan menarik wistawan tinggal lebih lama karena Bromo juga mempunyai keunikan kearifan lokal, seperti seni dan budayanya.

Bahkan Winarno berkeyakinan bahwa pada 2025, Indonesia bakal mampu menjadi dasar tumpuan wisata dunia karena Indonesia masih mempunyai jati diri, yakni potensi alam dan kearifan lokalnya.

Namun Winarno mengungkapkan, masih adanya problematika tata kelola industri wisata di Indonesia. Banyak destinasi wisata yang dikelola secara parsial, yakni jalan sendiri-sendiri.

Untuk itu, Winarno berharap tata kelola industri wisata di Indonesia segera dibenahi, mulai dari penampilan, obyek, hingga harga harus dikelola secara seragam. “Harus ada komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah,” kata Winarno.

Winarno menyebutkan, selama tiga tahun, mulai tahun ini pemerintah telah menetapkan 15 DMO, salah satunya Bromo Tengger Semeru (BTS) di Jawa Timur. Disebutkan, setiap DMO akan mendapatkan dana Rp 1 miliar per lokasi per tahun untuk membiayai tata kelola dalam menyatukan pelaku wisata.kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim