Gubernur Jatim : Pancasila Pintu Masuk Keadilan Sosial

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Sarasehan Penguatan Eksistensi Pancasila Melalui Pendidikan Kebangsaan di Gedung Aula Balai Pemuda, Surabaya..

Kerinduan masyarakat Indonesia terhadap nilai Pancasila adalah gerak batin berbagai kepentingan masyarakat luas. Para founding father menetapkan bahwa Pancasila menjadi pintu masuknya keadilan sosial.

“Terdapat pepatah bijak mengatakan yang membuat aman suatu negara bukan banyaknya tentara melainkan hadirnya rasa keadilan sosial” tentara penting akan tetapi rasa keadilan sosial menjadi entry point suasana aman dan nyaman.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo pada Sarasehan Penguatan Eksistensi Pancasila Melalui Pendidikan Kebangsaan di Gedung Aula Balai Pemuda, Surabaya Senin(6/6) malam.

Menurut Soekarwo, tiga belas tahun setelah reformasi, banyak keinginan masyarakat yang melenceng dari tujuan awal. Karena terdapat Tsunami Liberalisme yang begitu luar biasa menghancurkan nilai-nilai kebangsaan dan disana Pancasila terasa tenggelam. Bagaimana liberalisme dan pragmatisme telah menjadi bangunan nilai dengan mempertontonkan politik transaksional disegala aspek, mulai politik hingga ekonomi.

Gubernur Jatim menjelaskan masyarakat saat ini sangat memerlukan Pancasila sebagai bagian yang telah merekat didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Political will sudah dilakukan akan tetapi political action mutlak harus diimplementasikan dengan kongkrit sebagai pengejawentahan dari nilai-nilai pancasila terhadap kehidupan sehari-hari.

Dengan pemikiran yang jumlahnya banyak maka harus dirubah terhadap posisi nilai Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab disinari oleh Ketuhanan Yang Maha Esa, Persatuan Indonesia dan kemudian Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan dengan didasari oleh Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dengan dilandasi oleh basis spiritual yang kuat.

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan ke depan disparitas atau kesenjangan antara masyarakat mampu dengan masyarakat kurang mampu bisa semakin pendek, “jangan sampai didalam pertumbuhan pembangunan terdapat disparitas yang begitu besar,”ujarnya.

Pancasila saat ini disapa, dirindukan dari Sabang hingga Merauke. Mereka menginginkan wujud kongkrit pengejawentahan Pancasila didalam kehidupan nyata.  Karena dengan Pancasila kita dapat merespons globalisasi dan pasar bebas dengan cara-cara yang bermartabat. Tuturnya”.

Pembicara lain, yakni Rektor Unesa Prof Muchlas Samani,  Rektor IAIN Sunan Ampel Prof Nur Syam dan Rektor UMM Dr. Muhajir Efendi sepaham bahwa Jawa Timur di bawah nahkoda Gubernur Soekarwo harus menjadi titik untuk memulai memproklamasikan, mensosialisasikan serta mengamalkan terhadap eksistensi seluruh nilai-nilai Pancasila.

Gubernur harus menjadi motor penggerak perubahan. Karena Gubernur Jatim adalah salah seorang pemimpin yang sangat sensitif terhadap keadilan sosial khusunya bagi masyarakat yang kurang beruntung. Pakde Karwo dan masyarakat Jatim adalah sebagai satu kesatuan yang bersinergi terhadap banyaknya kemajemukan yang akan membuat masyarakat Jatim lebih sejahtera. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim