Dana Belum Cair, Ratusan Atlet Jember Terancam Absen

ilustrasi: tempointeraktive

Sedikitnya 133 atlet dari Kabupaten Jember terancam tidak bisa mengikuti Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur (Porprov-Jatim) bulan depan. Pasalnya, hingga detik ini dana APBD 2011 untuk Kantor Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Jember belum juga cair.

“Kendalanya karena sampai sekarang pertanggungjawaban dan proposal anggaran dana Persid (Persatuan Sepak Bola Djember) belum selesai,” kata Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Jember, Suparno, Senin 6 Juni 2011.

Suparno mengatakan, sesuai ketentuan pemerintah, pencairan dana APBD itu baru bisa dicairkan jika persyaratan administratif dipenuhi. Saat ini, persyaratan administratif dari Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember belum rampung sepenuhnya, karena lembar pertanggungjawaban (LPJ) keuangan Persid tahun 2010, dan proposal Rencana Anggaran Belanja (RAB) Persid tahun ini belum selesai.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Porprov KONI Jember, Rendra Wirawan mengakui masih belum selesainya LPJ dan administrasi Persid itu sehingga menghambat dana APBD yang akan dicairkan. “Meski masih ada kendala, khususnya masalah pendanaan, kami tetap berupaya untuk bisa memberangkatkan para atlet Jember dalam Porprov,” katanya.

Menurutnya, pada pra-Porprov kali ini, Panpel Porprov telah mengirimkan sebanyak 133 orang atlet dan ofisial yang akan mengikuti lima cabang olahraga yang dipertandingkan.

Manajer Persid, Yudi Hartono mengakui masalah ini terkait dengan pertanggungjawaban keuangan manajemen lama. Namun ia juga mengaku tak tahu persis bagaimana rinciannya. “Kami sudah meminta manajemen lama untuk menyelesaikan. Saya tidak jelas apa yang belum selesai,” katanya.

Yudi juga mengaku membutuhkan dana tersebut, karena Persid menjadapt jatah Rp 3 miliar dari APBD tahun 2011 ini. Dana tersebut dibutuhkan untuk membiayai tim menghadapi musim kompetisi tahun ini. Sebagian besar untuk kontrak dan gaji pemain. Ia mencontohkan para pemain tim Persid musim kompetisi 2010 yang dikontrak dan digaji untuk sepuluh bulan. “Kontrak tertinggi adalah Rp 125 juta, dan gaji tertinggi adalah Rp 2,5 juta per bulan,”katanya.

Sementara, bekas Manajer Persid, Sunardi membantah Persid tidak menyelesaikan LPJ dan proposal Rencana Anggaran Belanja (RAB). “Sudah semua. LPJ yang mana lagi, sudah disetor semua ke KONI dan tuntas ketika pemilihan manajer baru?” katanya.

Dia juga membantah, tidak selesainya LPJ dana APBD tahun 2010 sebesar Rp 1,3 miliar itu karena ada penyalahgunaan manajemen lama, dan kesibukannya menjadi pendukung Nurdin Halid, bahkan sampai ikut jalan-jalan ke Eropa beberapa bulan lalu.

“Tidak, jangan dikaitkan dengan itu. Lebih baik cek lagi ke KONI dan manajer baru Persid,”kata ketua umum Persid ini yang belakang menyatakan mendukung Arifin Panigoro-George Toisutta menjadi pimpinan PSSI itu. tempointeraktif

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim