Jatim Perlu Membentuk Bursa Komoditas

Ilustrasi

Di tengah melimpahnya potensi pertanian, Jawa Timur tidak mempunyai Bursa Komoditas yang bisa memangkas distribusi dan menghindarkan petani dari jebakan spekulan. Jatim perlu membentuk Bursa Komoditas yang bisa disinergikan dengan Pusat Perdagangan Agrobis di Sidoarjo.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim M. Nafik mengatakan, Bursa Komoditas di Jatim perlu untuk menjadi sarana jual-beli komoditas pertanian. Sebab, saay ini, dari 12 komoditas utama Jatim, setidaknya dua komoditas terbesar, yakni gula dan beras, masih dikuasai oleh segelintir pelaku usaha besar. Bahkan di lalu-lintas perdagangan komoditas ini ada istilah “mafia” karena mereka bisa mengatur harga dengan seenaknya sendiri.

“Jadi walau harga komoditas naik, petani tidak bisa merasakan keuntungan karena para petani terputus dari pusaran sistem perdagangan,” ujarnya kepada kabarbisnis.com, Jumat (27/5/2011).

Keberadaan Bursa Komoditas yang diinisiasi oleh Kadin Jatim dan Pemprov Jatim, kata dia, juga akan menimbulkan ketidaksenangan perusahaan-perusahaan besar yang selama ini menguasai perdagangan komoditas di Jatim, seperti Perum Bulog dan PT Perkebunan Nusantara.

“Kemungkinan adanya konflik kepentingan memang ada. Tapi kami akan menghadapainya karena tujuan utama pembentukan Bursa Komoditas ini adalah untuk menaikkan nilai tambah bagi petani yang notabene adalah rakyat kecil,” kata Nafik.

Ia mengatakan, kedua perusahaan negara ini nantinya akan menemui kesulitan mendapatkan komoditas tersebut jika Bursa Komoditas jadi terbentuk. Bahkan bisa jadi kedua perusahaan tersebut harus membeli kedua komoditas dengan harga lebih mahal karena harga di bursa cukup bersaing.

Meski demikian, jika dilihat dari sisi petani, kenaikan harga beli akan berdampak lebih baik kepada petani karena mereka akan mendapatkan akeuntungan finansial yang lebih tinggi.

Pemprov Jatim dan Kadin Jatim kini terus menggodok terbentuknya Bursa Komoditas di Jatim. Bursa berjangka ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara meningkatkan added value bagi petani di Jatim dan melindungi mereka dari cekikan tengkulak.

Mekanisme Bursa Komoditas itu sendiri nantinya akan menggunakan mekanisme resi gudang. Hasil komoditas petani nantinya di sertifikasi dahulu oleh lembaga sertifikasi yang sudah ditunjuk dan kemudian komoditas yang akan diperdagangkan di titipkan di gudang-gudang milik pemerintah yang sudah mengadopsi mekanisme resi gudang.

Petani nantinya mendapat sertifikat resi gudang. Sertifikat tersebut yang nantinya bisa diperdagangkan di bursa komoditas dan bahkan juga bisa dijaminkan ke bank untuk mendapatkan kredit. Dengan demikian jalur perdagangan kmoditas melalui tengkulak akan terpangkas dan petani mendapat keuntungan lebih.

Bursa komoditas ini nantinya akan terhubung dengan jaringan internet sehingga petani dan pembeli bisa memantau harga secara real time dan online. Rencananya, akhir tahun ini bursa komoditas tersebut bisa terwujud. kbc

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim