Tol Tengah Diusulkan di Atas Kali Mas

Kali Mas bakal ditumpuk tol/goedang.com

Untuk menghindari polemik soal tol tengah kota Surabaya, Gubernur Jatim sempat mengusulkan rute alternatif dengan melintas di atas sungai. Nampaknya, ide Soekarwo tak bertepuk sebelah tangan.

Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) juga senada. “Kita usulkan bagaimana Wonokromo sampai Jalan A Yani tetap. Pas Wonokromo nggak lewat di atas rel tapi lewat di atas sungai,” ujar Sekjen Kementerian PU, Widjanarko kepada wartawan di sela-sela acara Rembuk Infrastruktur Jatim 2011 di JW Marriott Hotel Surabaya, Jalan Embong Malang, Selasa (24/5/2011).

Menurutnya, sudah ada investor yang siap membangun tol tengah kota. Namun, rencana pembangunan tol tengah kota itu terhenti setelah terjadi polemik di Surabaya.

“Aslinya di atas rel. Tapi sekarang kan polemik,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk permasalahan pembangunan kota atau kabupaten termasuk persoalan tol tengah kota, diperlukan pembicaraan diantara walikota atau bupati dengan gubernur.

“Urusan pemkot atau gubernur, tidak bisa pusat langsung turun tangan. Itu urusannya kepala daerah dengan gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memaparkan di hadapan Sekjen Kemen PU, bahwa alternatif pembangunan tol di Surabaya melalui atas sungai. Menurutnya, dengan ketinggian bangunan sekitar 10 meter, sinar matahari masih bisa masuk ke sungai dan tidak mengganggu kehidupan binatang di sungai seperti ketam yuyu.

“Daripada tol tengah kota nggak ada keputusan, wes enak kalau di atas sungai. Sungai kan miliknya Jasa Tirta miliknya pemerintah nggak perlu izin nggak perlu penggusuran tinggal digedok saja,” jelas Soekarwo yang mengaku sudah melakukan kajian dengan ahli transportasi berbagai perguruan tinggi itu.

Rute altenatif itu tentu berbeda dengan konsep yang ditawarkan PT Margaraya Jawa Tol (MJT). Investor yang siap menggelontorkan Rp 9 Triliun itu awalnya memilih rute tol tengah di sepanjang tepi rel kereta api dengan ketinggian 8 meter. Namun rencana itu mendapat tentangan dari masyarakat pinggir rel dan Walikota Tri Rismaharini serta sejumlah akademisi. detik.com

Komentar Pembaca

  1. kenapa kok tidak berencana membangun jalur untuk monorail saja? Sudah banyak contoh kasus tol dalam kota yang gagal menuntaskan kemacetan, malah membuat semrawut..

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim