Angka Nikah Usia Muda di Jatim Tinggi

ilustrasi: detik.com

Angka usia nikah di bawah 20 tahun di Provinsi Jawa Timur (Jatim), masih tinggi, yaitu mencapai 20,83%.

Kondisi itu merupakan salah satu masalah yang dihadapi pembangunan kependudukan dan keluarga berencana (KB) di provinsi berpenduduk 37.476.001 jiwa tersebut.

Demikian diungkapkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dalam siaran tertulis yang diterima mediaindonesia.com terkait pelaksanaan Bakti Sosial TNI KB di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim, Kamis (12/5).

Disebutkan, dipilihnya Bangkalan untuk acara itu, selain karena usia nikah mudanya masih tinggi, unmet need atas program KB-nya juga tinggi. Di Kabupaten Bangkalan, angka pasangan yang menikah di bawah usia 20 tahun tercatat sebanyak 23,25%.

Bahkan, di Kabupaten Sumenep tercatat 41,72% yang usia kawin pertamanya kurang dari 20 tahun. Sedangkan di Pamekasan sebesar 19,39%, dan Sampang angkanya sebesar 17,47%.

Masalah lain yang dihadapi Jatim dalam pembangunan kependudukan dan KB adalah rendahnya prevalensi pemakai kontrasepsi (CPR), bahkan cenderung menurun. Bila pada 2003 pemakai kontrasepsi tercatat 67%, pada 2007 berkurang menjadi 66,1%.

Selain itu, pengetahuan dan kesadaran tentang kependudukan, KB, serta kesehatan reproduksi pada remaja dan pasangan usia suburnya juga rendah.

Bakti Sosial TNI KB dihadiri Kepala BKKBN Sugiri Syarief dan dicanangkan oleh Pangdam V/Brawijaya. Dalam acara tersebut juga akan diberikan layanan kesehatan bagi 500 orang dan layanan KB untuk 250 orang secara gratis.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim