Pabrik Bioethanol Gempolkerep Akan Produksi 2012

ilustrasi: tridaya-biofuel.blogspot.com

Proyek kerja sama antara Indonesia (PTPN X) dan Jepang (New Energy Technology Development Organization/NEDO) berupa pabrik bioethanol Gempolkrep yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur.

Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada November 2012. Pabrik itu akan memproduksi bioethanol sekira 330 ribu kiloliter (KL) per tahun.

Project Manager Bioethanol PTPN X Nur Iswanto mengatakan, pengerjaan konstruksi pabrik akan memakan waktu selama 13 bulan. Menurut Nur, hasil produksi dari pabrik bioethanol tersebut tidak harus diekspor ke Jepang.

“Tes produksi dilakukan selama dua bulan, dan kemungkinan bisa komersial pada pertengahan November 2012 itu,” kata Nur di Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Menurut Nur, penggunaan bioethanol bisa digunakan untuk industri hilir seperti kosmetika dan farmasi. “Kalau ini tak bisa diserap sebagai blending bahan bakar untuk fuel,maka bs dijadikan feet stock untuk chemical industry,” jelas Nur.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, perlu dilakukan langkah-langkah penyiapan birokrasi, skema pabrik, kerja sama antara kementerian, sehingga pabrik bisa diselesaikan pembangunannya dan komponen dalam negeri bisa dioptimalkan.

“Ke depan, tren penggunaan bahan kimia dari renewable based akan naik. Karena semakin mahalnya sumber daya minyak bumi. Di seluruh dunia tren dunia juga akan naik. Sehingga kerja sama ini adalah tahap awal yang sangat bagus sekali. Ini diharapkan punya kepentingan dua belah pihak. Kita bisa memanfaatkan bahan baku molases tetes. Ini juga sesuai dengan harapan Kemenperin dalam rangka hilirisasi industri,” papar Panggah.

Panggah menjelaskan, konsep pabrik gula terintegrasi dengan bioethanol adalah model industri gula modern melalui penciptaan nilai tambah produk pertanian dari hulu hingga hilir.

Aspek strategis lain dari proyek kerja sama tersebut, kata dia, adalah protensi klaim atas upaya pengurangan emisi karbon dalam kerangka certified emission reductions (CERs).

Pengurangan emisi karbon didapatkan dari produksi bioethanol yang akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Klaim carbon credit proyek kerja sama itu akan diajukan kepada PBB dan apabila disetujui, maka Indonesia akan dipandang positif oleh kalangan pemerhati lingkungan internasional.

Perwakilan dari NEDO Eiji Ohira mengatakan, pihaknya bukan hanya membawa peralatan dan menginstal teknologi dari Jepang saja. Tapi, kata dia, juga menggunakan teknologi dari Indonesia. “Artinya proyek ini merupakan proyek kolaborasi yang sebenarnya,” kata Ohira.

Ohira berharap, proyek pabrik tersebut bisa menjadi pilot project bagi proyek-proyek lain yang akan dilakukan di Indonesia. “NEDO berharap setelah proyek bersama pembangunan pabrik bioethanol, akan ada proyek-proyek lain yang bisa dikerjakan di Indonesia,” tandas Ohira.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan NEDO Jepang, dalam rangka proyek kerja sama pembangunan pabrik bioethanol senilai sekira USD25,5 juta. Pihak NEDO memberikan grant sekira USD16 juta dan pihak Indonesia diwakili oleh PTPN X memberikan kontribusi sekitar USD9,5 juta. OZC

3 Komentar Pembaca

  1. Sebuah langkah bagus untuk mengurangi ketergantungan dari energi fosil akan dimulai.
    Semoga bisa bermanfaat untuk semua, terutama untuk lingkungan sekitar pabrik.

  2. kami berharap bisa membantu dalam kualitas lantai menjadi higyenitas tinggi dan kuat terhadap impact forklift dengan aplikasi cat Epoxy kualitas bagus dari Australia.
    Terimakasih.

  3. Semoga bisa bekerja sama dg perusahaan kami dalam hal bibit unggul dan pemupukan organik murni dan hasil bisa mencapai 4x lipat dan bisa mempercepat pertumbuhan singkong sebagai bahan bioethanol

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim