Operasikan Bandara, Jember Minta Pusat Gelontor Rp 80 M

ilustrasi: mokoku.blogspot.com

Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur meminta dana Rp 80 miliar kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki dan mengoperasikan kembali lapangan terbang Notohadinegoro yang saat ini masih mangkrak. “Karena kekuatan APBD kabupaten dan propinsi tidak kuat atau mencukupi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jember, Sunarsono.

Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang mengajukan diri untuk bekerjasama meoperasikan bandara yang sudah lama mangkrak itu. “Yang terbaru perusahaan dari Malaysia. Tapi syaratnya mereka minta fasilitas diperbaiki dan dikembangkan,” katanya.

Dana Rp 80miliar itu akan digunakan untuk perbaikan sarana yang selama ini rusak atau belum ada seperti Adanta D-4 atau alat bantu pesawat terbang ketika akan melakukan pendaratan, kendaraan pemadam kebakaran khusus, penyempurnaan landasan pacu, gudang kargo, lampu bandara, pagar, terminal penumpang, taxiway dan apron.

“Rencana pengoperasian kembali lapter itu dilakukan menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memacu realisasi program penerbangan citylink antarkota di provinsi itu lewat pengembangan sembilan lapangan terbang,” katanya.

Saat ini, sudah ada sekitar enam bandara udara di wilayah Jatim. Keenam airport itu, Juanda (Surabaya), Abdurrahman Saleh (Malang), Iswahyudi (Madiun), Notohadinegoro (Jember), Blimbingsari (Banyuwangi) dan lapangan terbang perintis Trunojoyo (Sumenep).

Dalam APBD tahun 2011 ini, Pemkab dan DPRD Jember tidak lagi mengeluarkan anggaran untuk bandara karena daerah ini tidak punya anggaran. Menurut Ketua Komisi C DPRD Jember yang membidangi urusan pajak, keuangan, dan transportasi, Moch.Asir, setelah bandara tidak beroperasi, Pemkab dan DPRD dalam posisi dilematis. “Dibiarkan sudah terlanjur makan dana miliaran. Tetapi, jika bandara kembali dibangun, anggaran Pemkab Jember sangat terbatas,” katanya.

Bandara Notohadinegoro Jember dibangun dengan dana APBD sejak tahun 2002 – 2006 dan sudah terkuras sekitar Rp. 23 miliar. Bandara itu dibangun semasa Bupati Samsul Hadi Siswoyo. Untuk meyakinkan masyarakat, Pemkab Jember nekad menggelar uji coba penerbangan awal tahun 2005 lalu. Tidak tanggung-tanggung, uji coba ini menghadirkan mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid dan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa.

Selanjutnya jabatan Samsul digantikan MZA Djalal pada tahun 2006, Pemkab Jember kembali berencana mengoperasikan kembali bandara ini, dan bandara ini kembali beroperasi selama 3 bulan, Agustus hinggan November 2008.

Alih-alih menuai untung, pemerintah Kabupaten Jember malah merugi. Bahkan, diduga dalam pengoperasian bandara ini terjadi korupsi dana Rp 5,7 miliar. Dalam kasus ini, ada tiga pejabat di Jember yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jatim. TI

373 Komentar Pembaca

  1. Di banyuwangi sudah ada bandara yang top dan beroperasi bagusnya. Masak kabupaten tetangga saja ngotot minta kehendak diri. Jember dan Banyuwangi kan kabupaten sebelahan, alangkah baiknya warga jember ke banyuwangi utk terbang dgn pesawat. Uda di beri tahu bandara Belimbingsari di banyuwangi letaknya di kec.rogojampi atau sekitar 35km dari jember. Deket banget tuh.

    • Kami terbuka menerima penumpang dari manapun,,
      Ada 2 Maskapai d Blimbingsari
      Wings Air dan Merpati Air
      Terbang tiap hari jam 9.45 WIB

    • Mas Argo. Masyarakat Jember bukannya ngotot minta kehendak diri. Ini masalahnya bandara di Jember sudah mangkrak berapa ribu hari, bahkan bandara Jember lebih tua dibanding bandara Blimbingsari. Daripada uang rakyat yg untuk membangun bandara terbuang sia-sia, alangkah lebih bijak bandara Notohadinegoro difungsikan kembali untuk melayani masyarakat Jember dan sekitarnya.
      Matur suwun

      • Setuju….kl bandara jember d hentikan gk di lanjutkan rugi dengan dana yg sudah di habiskan
        Dana yg di pakai sudah lebih banyak di banding kurangnya dana tambahan untuk meneruskan prosesny..

    • Saya akan membenarkan komentar dari Argo; Anda dpt informasi dari mana kalau jarak dari Jember kota ke Rogojampi hanya 35 km?? Kata siapa itu??? Saya lihat patok kilometer di tengah2 kota Jember, disitu terlihat kalau kecamatan Kalibaru saja jaraknya masih 50 km dari Jember kota, sedangkan kec. Rogojampi letaknya masih jauh di sblah timur Kalibaru. Logikanya tdk mungkin kalau jarak dari Jember kota ke Rogojampi hanya 35 km, sedangkan jarak Jember kota ke Kalibaru yg letaknya jauh di sblah barat Rogojampi aja 50 km.. Pasti jarak dari Jember kota ke Rogojampi jauh lebih dari 50 km. Mungkin jaraknya kira2 85 km, karena jarak Jember-Banyuwangi 95 km. Mohon kpd Argo untuk segera dicek lagi sumber yg anda dapatkan.!! Terima Kasih..

    • ya jember juga mau maju, banyuwangi juga mau maju ayo kita bersaing sehat,,,majukan kabupaten masing masing, agar pendapatan daerah meningkat, …ok

  2. Mungkin itu hanya Beberapa Oknum yang tidak ingin berdampingan,,,, Memang 2 Kab ini (Banyuwangi dan Jember) selalu bersaing

  3. untuk nama bandara banyuwangi, gak usah nama yg susah dingat. pkai nama bandara tawang alun

    • Pake nama Bandara Blimbingsari
      dengan alasan letak di desa blimbingsari
      dan juga promosi wisata pantai blimbingsari dan Argowisata AIL

  4. klihatan aneh jg sih kalo bnyuwangi sdh pnya bandara jember ga punya ,,,pdahal dl warga bnyuwangi kalo pengen jln2 k mall besar/ belanja sdh pst hrs ke jember karna d bnyuwangi gda,,tp skr bandara aja malah lbh dl bnyuwngi yg ada,,ada yg g beres ni ma pjbat2 jember,,kapan majunya kalo krjaan korupsi doank .:

    • Sebelum Bupati Ratna (2005) Perda melarang Pembangunan Mall
      jangan salah Skrang Banyuwangi udah banyak mall
      5 mall di kota banyuwangi
      2 mall di genteng

  5. keberadaan bandara di jember adalah suatu kebutuhan jember punya potensi sendiri…disini ada 3 PTN + banyak PTS, pusat bisnis wilayah besuki bank, dealer, distributor (indomaret n alfamaret aja punya gudang di jember untuk wil. besuki + bali) , warga jember klu lewat bandara banyuwangi kejauhan…misal klu ke surabaya masih ke banyuwangi kurang lebih 2,5 jam lebih, belum lg klu macet digumitir…perjalanan naik pesawat 1/2 jam total 3 jam, klu gitu lebih baik naik travel aja sama-sama 3 jam, klu emang pusat ndak mau biayai….jember mampu kok bangun bandaranya sendiri…yakin krn potensi yg ada kedapanya…jadi besar

    • @Agus: yg di perlukan itu adalah daya beli masyarakatnya..
      Daya beli masyrakat jember itu kecil,boleh jadi jember pustat ekonomi sbelah timur tp itu dulu,itupun dulu juga warga luar jember yg beli.
      Tp skrg akan berbalik, banyuwangi lagi sibuk mengejar harapan dari pada mengkerdilkan daerah lain.

      • Mas/Pak Arief, anda dpt informasi dari mana kalu daya beli masyarakat Jember itu rendah?? Buktinya gedung2 bertingkat di kota Jember semakin banyak berdiri baik itu mall, hotel, perkantoran, dll. Contohnya di kota Jember ini baru saja (skitar beberapa bulan yg lalu) dibangun mall Giant, hotel Aston bintang 3 yg megah dgn 8 lantai, gedung perusahaan asuransi Sinar Mas, dan juga pembangunan beberapa perumahan baru. Itu membuktikan kalo pertumbuhan ekonomi Jember meningkat. Jadi dari mana Mas/Pak Argo dpt informasi kalo daya beli masyarakat Jember menurun? Lagipula (mohon maaf, bukannya saya ingin memojokkan Banyuwangi) keberadaan pusat2 perbelanjaan di Jember jauh lebih dulu ada daripada pusat2 perbelanjaan yg ada di Banyuwangi. Pernyataan saya ini berdasarkan fakta.. Terima Kasih.

        • @Titan satria: ini masalah bandara pak..
          Hotel aston yg kamu tunjukin apa ada warga jember asli yg berkunjung,boro2..

          Kalau memang jember mampu kenapa bandara mangkrak,padahal dulu kab.banyuwangi juga di awali dari perintis. Lihatlah dari segi kebutuhan bukan gagah2an gedung.
          Apa mau makan gedung..,hahaha

          • @Arief: Ya jelas gak ada warga Jember yg berkunjung, wongan letaknya di Jember alias di kota sendiri. Mas/Pak Arief, hotel itu dibangun tujuannya utk tempat penginapan orang yg berasal dari luar kota yg ingin tinggal beberapa hari atau dalam hitungan minggu di suatu kota.. bukannya utk penginapan warga asli kota tempat hotel tsb. berada..!!

          • Utk persoalan bandara mangkrak, itu disebabkan karena salah pengelolaan dari pemkab Jember, bukannya Jember tidak mampu.

        • Pak titan.
          Banyak gedung tinggi dan mall di bangun berarti warganya sudah makmur & sejahtera. Bisa jadi yg belanja mayoritas orang dari luar daerah dan mahasiswa luar daerah yang kuliah di jember.
          http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/281780/buta_aksara_di_jember_tertinggi,_sampang_menyusul.html
          http://www.radar-x.net/2016/03/angak-kemiskinan-di-kabjember-41-dari.html?m=1
          https://arsip.suarajatimpost.com/pertumbuhan-ekonomi-jember-kurang-maksimal-kalah-dari-kabupaten-tetangga/

          Padahal jember adalah daerah yang beruntung karena secara geografis berada di tengah kawasan tapal kuda.
          Sehingga investor lebih tertarik membangun kantor cabang dan pergudangan dijember.
          Sudah banyak investor membangun gedung dan banyak universitas, jember masih seperti ini. Sayang sekali.

    • Bukan.a di artikel sdh di beri tahu klok Pemkab dan DPRD kab Jember sdh tidak mampu membiayai bandara, oleh karna itu pihak Jember minta bantuan ke pusat, sdangkan Banyuwangi yg notaben.a kota baru maju dibandingkan Jember bisa membiayai sendiri pembangunan Bandara Blimbingsari, dan karena Banyuwangi menjadi gerbang provinsi Jatim, maka.a pusat brani membiayai pembangunan Banyuwangi :)

      • Saya kira wajar jika Pemkab Jember minta bantuan dana ke pusat untuk membenahi bandaranya karna Pemkab tidak mampu lagi. Karna seperti kita ketahui bandara di Jember sudah mangkrak terlalu lama. Dan jika dibiarkan terus-menerus akan menjadikan proyek gagal dan tentu saja merugikan masyarakat Jember sendiri. Apalagi ada maskapai plat merah yang melihat prospek dan potensi besar di Kabupaten Jember. Jadi ini momentum untuk bangkit kembali memfungsikan dan menghidupkan bandara yang telah lama mati suri.
        Semangat Jember Maju Terus. Pantang Mundur !!!!!
        Terima kasih.

  6. Dari Awal yang di support pusat dengan APBN adalah Bandara Banyuwangi, tentu pemerintah mengadakan Study Kelayakan Bisnis dengan banyak Perspective, walau kita percaya Jember Kaya dengan bangun bandara full APBD Jember. Letak bandara harus safety, maka Blimbingsari di tepi laut sangat tepat untuk penerbangan siang dan malam. Maaf, bagaimana dengan Jember yang berada di tengah Hutan, bagaimana bila terus menerus hujan dengan kabutnya…

    • Pak Bambang. Dari sebelum membangun bandara pasti sudah dilakukan survei, bukan asal bikin saja kan pak ? ;-Q
      Bandingkan dengan bandara di daerah Papua Pegunungan Tengan yang bandaranya rata-rata dikepung gunung jurang dan hutan. :-D

      • Papua Pegunungan Tengah …kalau gak pakai pesawat, gak akan bisa masuk/keluar….
        Gak ada pilihan lain ….!!…

  7. memang kalau dilihat dari segi pendidikan kita akui jember memang unggul dibanding banyuwangi,jember kita akui punya 3 PTN & masih banyak PTS lainya,namun jangan salah gan,BANYUWANGI sekarang juga punya PTN lho.” sebut saja POLITEHNIK NEGERI BANYUWANGI dulunya memang bukan negeri gan”,tetapi sekarang berkat perjuangan panjang bpk bupati abdullah azwar annas & juga dukungan masyarakat banyuwangi ahirnya poliwangi berubah status menjadi NEGERI. Dan juga yg baru baru santer diberitakan di media adalah pada tanggal 23/12/13,indonesia baru saja meresmikan sekolah pilot NEGERI ke-2 di BANYUWANGI,tidak salah jika pemerintah pusat menggelontorkan dana untuk pembangunan bandara blimbingsari, karena di samping sebagai pelayanan untuk memudahkan masyarakat bepergian blimbingsari juga di manfaatkan sebagai tempat untuk para taruna pilot belajar terbang,,ok gak gan???

    bukan tidak mungkin kalau kabupaten tetangga bakal tersaingi bahkan mungkin bisa di dibelakang jauh dari banyuwangi,,
    makanya gan sebagai warga indonesia yg baik boleh kita bangga dengan daerah masing”,memang suatu daerah itu pasti punya kekurangan dan kelebihan tetapi bukankah seyogyanya kita mensyukuri gan??

    hidup laros banyuwangi!!

    • Memang mungkin Jember sekarang kalah sama Banyuwangi dengan fasilitas transportasi yang lebih banyak atau kalah dengan investasi yang masuk ke Banyuwangi. Tapi Jember melakukan segala sesuatu seperti memfungsikan ulang bandara dan sebagainya bukan semata-mata mau menyaingi atau gengsi-gengsian dengan Banyuwangi pak !!!! Tapi Jember melakukan demikian untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Jember sendiri. :-D Lucu melihat komentar-komentar yang menyudutkan Jember yang iri dengan Banyuwangi hihihihihihihi……

    • @rizki alfian: Memang sekarang Banyuwangi punya PTN, tapi tetap saja Jember yg diakui sbg kota pendidikan ke 3 di jawa timur, karena usia PTN di Jember jauh lebih tua dari PTN yg ada di Banyuwangi. Dan Jember telah memiliki PTN sejak tahun 1964, sedangkan Banyuwangi baru memliki PTN (sebut saja Poliwangi) di tahun 2008.

  8. Sebelumnya saya mau mengucapakan selamat hari jadi Kabupaten Jember yang ke-85

    Sebagai orang yang cukup lama tinggal di Jember, saya rasa Jember juga membutuhkan sarana transportasi udara layaknya Banyuwangi. Ini bukan masalah iri dengan Banyuwangi yang bandaranya sudah beroperasi, tapi ini masalah kebutuhan masyarakat Jember akan adanya transportasi yg lebih efisien.

    Mator sklangkong tretan alias Matur sembah nuwun :-)

  9. dek rema ta iye…
    sudah lah… ngga usah gae2 bandara maneh lah… mengko menyang banyuwangi wae… mending dana pembangunan yang terbatas kui… di sodaqohkan ke rakyat yang lebih membutuhkan….

    jangan demi gengsi.. dikuat2kan mbangun…
    rakyat kecil.. tidak bisa makan…. ibu bapak kita yg di daerah sekitar jember yang susah perekonomianya bisa dibantu….

    begitu lebih banyak manfaatnya dari pada mudhratnya…

    mohon di renungkan…

    • Lah terus bandara yang sudah ada di Jember mau diapakan kalau nggak difungsikan lagi ???

      “Mosok yo kate dibongkar atau digawe jemur gabah rek, opo gawe arena anduk’an doro” ???

      Menurut saya sih ini sekali lagi bukan masalah gengsi tapi memang untuk kemakmuran dan kemajuan rakyat Jember juga.

      Saya setuju banget dengan komentar saudara Hans.
      Walau kami bukan orang asli Jember, tapi mendukung sepenuhnya atas kemajuan daerah Jember. Salah satunya dengan mendukung pengoperasian kembali bandara Jember.

      Bandara sudah ada, masak mau dibiarkan terus-menerus ??? Ayo Pemkab Jember, seng trengginas po’o nek kerjo !!!!!!!

    • Terus bandara yang sudah ada di Jember mau diapain kalo nggak difungsikan kembali ???

      Lagi-lagi mau maju kok dibilang gengsi, hadeeehh
      Padahal itu juga untuk menunjang kemakmuran dan kemajuan masyarakat Jember.
      Saya setuju banget dengan saudara Hans
      Walau kami bukan orang asli Jember tapi sangat mendukung kemajuan dan kemakmuran masyarakat Jember.

    • Betul banget mas bro Leo, ibaratnya orang menempuh pendidikan alias belajar kita sudah di tengah2 masa pendidikan, masak ya mau keluar alias putus belajar. terus kapan majunya hehe..
      Aku juga bukan orang Jember asli, asalku Sulawesi aku juga mendukung tuh bandara Jember segera beroperasi kembali, biar kalo pulang ke kampungku lebih cepat :-)

    • Lah terus bandara yang sudah ada di Jember mau diapakan kalo nggak difungsikan kembali..???
      Kan pengoperasian kembali bandara bukan untuk siapa2 melainkan demi masyarakat Jember pula supaya lebih maju dan sejahtera.
      Bener kata bung Hans, walau kami bukan orang Jember asli tapi mendukung penuh dibukanya kembali bandara Jember.
      Jelas itu lebih banyak manfaatnya untuk perekonomian masyarakat Jember kedepan.

    • Menanggapai koment dari kenyataan: Rakyat Jember ini ingin maju..!! knpa justru dibilang gengsi2an?? kpn perekonomian rakyat bisa berkembang jika dibilang iri2an oleh wrga daerah lain?? Saya super sepakat dgn koment2x mas Hans.. (y)

    • Gi mana sih kok malah bilang di hentikan aja….
      Emang tu bandarnya mau di apain kalo gk di operasikN?
      Masak mau buat maen sepatu roda,jemur gabah…kan eman duit yg udah di pakai…
      Saya juga bukan asli orang jember saya orang sulawesi tapi saya ikut meNdukung jember biar makin maju…
      Bandara itu adalah kebutuhan karna melihat jarak antara surabaya ke jember yg jauh…begitu juga jarak banyuwangi ke jember juga memakan waktu banyak di tambah lgi transportasi banyuwangi ke bali di malam hari jga gk mendukung. Klau kita dari bepergian tiba di jawa malam hari sangat susah…harus menginap dulu.
      Jadi lebih baik jika jember punya bandaranya sendiri.
      Untuk keamanan dan kenyamanan warga asli jember dan pengunjung…..karna di indonesia banyak kejahatan….yg sering mengincar orng yg bepergian.
      Terimakasih

  10. Yg jelas jember tetap terbaik dibanding kabupaten tetangga lainnya Walau sampai kapanpun.

  11. Stadion mewah wis onok, semen puger wis menasional..yo Persid gw sponsor PT. Semen Puger kan enak rek..Bandarane yo cedek stadion..bravo Persid. Bravo arek2 jawa timur cek terus maju…

  12. Lare banyuwangi sekolah sing pinter nok jember akeh kampus uapik..apik nek wis pinter balik kampung ben iso dadi pejabat…cek iso bangun kutone gawe JFC koyok jember..kan wis onok BEC banyuwangi etno carnaval he..he..cek di akoni koyok jember yo…yo wis sing pinter sekolah le…DUDU’ CINO, DUDU’ JOWO,DUDU’MEDURO SING PENTING JEMBER REK..EH LALI DUDU’ OSING…jember gak dwe budaya gak popo sing penting tambah ok rek..ayo kita majukan jawa timur bagian timur ini.

  13. Di kalteng ada kampung banyuwangi,
    di batulicin ada kampung banyuwangi,
    di jakarta ada hotel banyuwangi.
    Tp saya blum pernah tau ada kampung jember di tempat lain.
    Wlau saya bukan asli jember atau banyuwangi..,tp saya tau kredibelnya orang banyuwangi di rantau.
    Mereka hebat !!

    • Menaggapi koment dari Arief: Mungkin orang2 Banyuwangi yg merantau itu (maaf) ingin mencari penghidupan ygl lebih baik, krn perekonomian di daerah asalnya (maaf) mungkin kurang maju dibanding dgn daerah perantaunannya. Sedangkan anda tidak pernah menemui kampung Jember di luar kota bahkan di luar jawa, itu karena orang Jember tdk ada yg merantau malahan Jember sendiri yg jadi kota pendatang/perantauan karena Jember memiliki potensi ekonomi yg cukup besar dan tdk ada penduduk asli di Jember sehinggan harap maklum jika Jember tdk memiliki budaya.

  14. http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    coba buka link di atas”"”" berarti itu yang harus kita perioritaskan…
    bikin lapangan kerja yang bisa cepat mensejahterakan… seperti dana pembangunan bandara di alihakn ke panduduk miskin untuk jadi mudal usaha sambil di ajari oleh trainer yg kompeten… pasti akan lebih banyak manfaatnya…

    dari pada buka bandara dengan biyaya milyaran… untuk gagah2an buka bandara….

    • Kpd kuro: Justru dgn mengaktifkan bandara bisa meningkatkan perekonomian warga Jember, dan berujung pd kesejahteraan warga Jember.

    • sanggahan buat amanda:
      saya tidak tau kampung jember atau banyuwangi seperti apa yang anda sebutkan,
      yg aku tau kredibel warga banyuwangi.
      Trima kasih !!

      • @Arief: Maksud anda kredibel warga banyuwangi yg seperti apa??

  15. @Amanda: rekan kami di pertambangan ada hampir 15% warga banyuwangi,
    Kerja keras mereka saya salut. Dimana mereka ada di situ ada ikawangi yg menaungi perantauan.yg lain terserah anda mau koment apa !!

    • @Arief: Terus hubungannya dgn topik ini apa??

  16. Kebutuhan itu pasti ada tingkat urgensinya… ada kebutuhan mana yang prioritas.. mana yang masih bisa di tangguhkan…. masalah jauhnya tempuh ke surabaya dan kota lainya dari jember maka bandara banyuwangi adalah salah satu satu solusi… memang masih ada jarak tempuh dari jember ke banyuwangi tapi paling tidak.. mengurangi setengah waktu perjalanan ke surabaya….

    kebutuhan akan adanya pembukaan bandara notohadi negoro logikanya bukan suatu kebutuhan primer.. dan tidaklah sangat urgent…. apa lagi sampai menelan dana yang sangat besar itungan milyaran…..

    alangkah arifnya… dana itu.. di bantukan ke pada saudara2 kita rakyat jember yang sekarang lagi kekurangan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lain2 yang sifatnya lebih urgent,… kita yakin masih banyak sekali saudara2 kita dalam kondisi seperti itu di jember…

    teman dan sudaraku masyarakat jember….
    janganlah kita terlalu mengedepankan ambisi untuk suatu hal yang di luar jangkauan kita.. sementara kita melupakan saudara2kita,…. rakyat kita di depan mata kita yang kekurangan…. yang mungkin mereka tidak akan pernah merasakan naik pesawat terbang walaupun nantinya bandara jember sudah di buka…

    kalau memang pembukaan bandara bisa memajukan perekonomian jember… sudah pasti… tidak serta merta langsung begitu di buka bandara langsung ekonomi meningkat…

    semua itu butuh waktu… butuh proses… butuh banyak hal yg harus di lakukan menarik investor, proses perijinan, pembukaan perusahaan, dan polemik2 yang lain yang butuh waktu yang panjang dan belum tentu bisa sukses langsung… …. Nah apakah saudara2 kita rakyat yang kekurangan bisa menunggu sekian lama… semntara kelaparan itu… ketidak sejahteraan itu… sakit itu terjadi sekarang… apakah kita tega….

    bandara yang sudah di bangun sekarang bukan berarti.. kita bengkalaikan…. tetapi tunggu saat kita ekonomi jember sudah membaik… kemiskinan sudah teratasi… kesehatan sudah terpenuhi…. dan pendapatan PAD sudah meningkat dan cukup untuk melanjutkan pembangunan… baru itu suatu tindakan yang arif dan bijaksana…

    mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan sedikit keterbukaan di hati kita….

    Dulur bener… cobak di buka link ngisor iki…
    iki bukti jember gurung saate mbukak mandara re…

    http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    mbok danane kui di hibahno nyang wong seng gak ndue.. di gae modal usaha karo di ajari carane usaha ambek pemerintah… luih okeh manfaate rek..

    dari pada mbangun bandara yen jek iso nggae bandara banyuwangi.. laopo mbangun maneh ndek jember… nggae milyaran duike maneh… ojo egois,… ojo mabisi.. ojo dumeh pengen gagah… eleng dulur seng gak due sek….

    PENDAPAT2 DI ATAS INI SUDAH SANGAT JELAS… APALAGI YANG HARUS KITA DEBATKAN….

    MONGGO DI CERNA SENDIRI…..

    • @ndas watu: Bandara blimbingsari tdk bisa jadi solusi atas lamanya jarak tempuh Surabaya – Jember. Mengurangi setengah waktu perjalanan ke Surabaya bagaimana? Coba anda lihat komentar dari Agus!! Dari Jember ke blimbingsari anggaplah 2,5 jam, itupun kalo gak jalan merayap di gumitir(bisa2 sampe’ 3 jam kalo kena macet). Trus naik pesawak ke Juanda stngah jam, jadi total 3 jam. Kan lebih baik naik travel/monil langsung ke Surabaya sama2 3 jam. Bandara blimbingsari tdk bisa menjangkau daerah Jember. Buktinya, saya berikan contoh. Dari bulan november 2013 – februari 2014, Universitas Jember dikunjungi oleh pejabat2 negara spt. Dahlan Iskan, Hatta Radjasa, Marzukie Ali, dan Wiranto – Hari Tanu. Dari beberapa pejabat yg datang tersebut tdk ada yg menggunakan bandara Blimbingsari terbang dari Juanda utk menuju Jember. Mereka dari Juanda langsung naik mobil ke Jember. Bukti lainnya, saya tdk pernah mendengar ada pejabat/dosen PTN di Jember yg melakukan kunjungan ke luar provinsi/ke luar negeri atau PTN di Jember menerima kunjungan tamu dari luar negeri menggunakan bandara Blimbingsari utk menuju/dari Juanda. Mereka smua naik mobil utk menuju/dari Juanda karena memang dirasa lebih cepat dan efisien serta lebih murah. Dan juga pada promosi JFC pada bagian “How Go To Jember”, disitu dijelaskan bahwa cara menuju Jember dari Jakarata adalah dgn cara naik pesawat dulu ke Surabaya, lalu dari Surabaya ke Jember naik bis, bukan dari Surabaya naik pesawat ke Blimbingsari lalu naik bis ke Jember..! Dan yg menyelenggarakan JFC itu kan pemkab Jember, termasuk yg menjelaskan cara pergi menuju Jember, berarti pemkab Jember pun mengakui bahwa bandara Blimbingsari tidak bisa menjangkau wilayah Jember.

      Utk soal jumlah warga miskin yg meningkat di Jember, menurut saya itu hanya masalah kesnjangan social. Jgn hanya liat warga miskinnya doang, tpi juga liat warga kelas menengah atasnya… Yg butuh bandara kan warga kelas menengah atas kan? Iya apa nggak?? Contohnya saja spt di Jakarta. Di Jakarta spt kita tahu, disana sangat banyak warga miskin yg hidupnya terlantar. Tapi tetap saja berbagai infrastruktur transportasi dibangun sperti proyek jalan tol, jalan layang, monorail, dan busway yg menelan dan triliyunan rupiah yg tujuannya juga utk kenyamanan transportasi di Jakarta yg diperuntukkan bagi warga kelas menengah atas di Jakarta. Knp anda tdk berpikir dana triliyunan rupiah itu disodaqohkan saja utk rakyat miskin di Jakarta??? Lantas, apa warga miskin di Jakarata tetap ditelantarkan?? Jawabnya ya tidak… Tetap saja ada usaha utk mengentaskan kemiskinan walau kenyatanya berjalan lambat. Itu membuktikan bahwa pemerintah tdk boleh hanya memikirkan satu permasalahan saja sementara menelantarkan masalah lainnya, kan di tiap daerah ada dinas terkait yg menangani tiap permasalahan daerah setempat. Misal, dalam permasalahan ini yg menangani masalah kemiskinan adalah dinas sosial, sedangkan yg menangani pembukaan kembali bandara adalah dinas perhubungan.

      Saya setuju dgn koment dari Saudara Leo yg ada di artikel ini:
      http://bappeda.jatimprov.go.id/2014/01/30/bandar-udara-notohadinegoro-jember-april-dioperasikan/
      Ini saya kasih link web, monggo dibaca…!!!
      http://www.titik0km.com/jember-layak-jadi-tujuan-investasi.html
      http://www.beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-11-14/152552/Tarik_Investor,_Bandara_Jember_Kembali_Dibangun
      http://www.beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-11-14/152632/Perpanjangan_Runway_Jawab_Keinginan_Merpati

      Terima Kasih…!!!

  17. @Ananda: setahu saya mereka sering go to banyuwangi via bandara blimbingsari tiap tiga bulan sekali..,

    gimana dengan ananda sudah siap ke sby naik pesawat dari jember atau sbaliknya?!

    • @Arief: Siap, karena di daerah Jember banyak dihuni oleh pendatang yg mana pendatang tsb dalam kurun waktu beberapa bulan akan pulang kampung tdk hanya ke daerah jatim saja, tapi jg cukup banyak pendatang yg berasal dari luar jatim. Seperti yg kita tau bahwa Jember merupakan kota pendatang/imigran yg artinya daerah Jember tdk memiliki penduduk yg benar2 penduduk asli yg menyebabkan kab. Jember tdk memiliki budaya daerah lokal spt kabupaten/daerah lainnya. Selain itu Jember merupakan salah satu kota penting di Jawa Timur karena merupakan kota pendidikan ke -3 di jatim setelah Malang dan Surabaya, dan pusat regional jawa timur wilayah tapal kuda (bukannya saya niat menyombongkan kota Jember, tapi memang kenyataanya seperti itu). Terima kasih..

      • betul itu jember emg gak punya banyak penduduk asli. mungkin orang baru tau. jember. ngiranya jember. orang madura, padahal kalau di cek. dari bahasa. nih ya. bagian utara , barat, selatan , timur. itu sukunya beda-beda lho.. utara = madura, selatan = cenderung jawa halus, barat (tanggul dskitarnya)= jawa kasar mirip surabyaan/malang , sedangkan timur = cenderung osing dan madura. sedangkan di pusat ato central bahasanya byak menggunakan bahasa indonesia. karena banyak sekali pendatang , jadi dengan adanya bandara ini mungkin sangat sangat membantu mengatasi masalah transportasi di jember. mengingat tiap harinya bus dari jember-jakarta saja ada sekitar 12 bus berangkat.ato dari surabya-jember bus ekonomi banyak apalagi jember-bali. bukan iri. tapi memang jember butuh bandara untuk mempersingkat waktu tempuh.

        kalau mau lihat bukti kalau jember itu banyak pendatang ketimbang penduduk asli. coba lihat jember pas hari raya. idul fitri (mudik) misal… jalanan sepi.. melompong… karena warganya pada balik ke asal.nya. karena itu jember butuh moda transportasi yang cepat untuk orang-orang yang memang bukan asli jember tapi hidup di jember

  18. @Arief: Siap, karena di daerah Jember banyak dihuni oleh pendatang yg mana pendatang tsb dalam kurun waktu beberapa bulan akan pulang kampung tdk hanya ke daerah jatim saja, tapi jg cukup banyak pendatang yg berasal dari luar jatim. Seperti yg kita tau bahwa Jember merupakan kota pendatang/imigran yg artinya daerah Jember tdk memiliki penduduk yg benar2 penduduk asli yg menyebabkan kab. Jember tdk memiliki budaya daerah lokal spt kabupaten/daerah lainnya. Selain itu Jember merupakan salah satu kota penting di Jawa Timur karena merupakan kota pendidikan ke -3 di jatim setelah Malang dan Surabaya, dan pusat regional jawa timur wilayah tapal kuda (bukannya saya niat menyombongkan kota Jember, tapi memang kenyataanya seperti itu).

  19. @Ananda: trus dgn keterangan dari kuro di atas,
    yg anda bahas terlalu berlebihan,
    terlalu memaksa kata ter segala2nya.
    Oke lah bila jember mampu silahkan tunjukan pada seantero nusa.

  20. @Arief: Saya tdk mengatakan Jember adalah yg “ter” segala2nya..!! Mana buktinya kalo saya mengatakan Jember yg ter segala2nya?? Saya hanya mengatakan di koment saya yg diatas bahwa Jember adalah salah satu kota penting di jawa timur, dan bukan kota terpenting di jawa timur..!! Masih ada kota2 lain yg juga merupakan kota penting di jawa timur contohnya Madiun, Kediri, Pasuruan, Banyuwangi, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Dan ada kota yg lebih penting dari Jember di jawa timur yaitu Malang dan Surabaya.
    Utk koment dari kuro, sebenarnya antara masalah kemiskinan dgn pengoperasian kembali bandara harus sama2 dipentingkan, karena jika hanya mementingkan pengentasan meningkatnya warga miskin di Jember, sementara urusan pengoperasian kembali bandara diabaikan, maka pemkab Jember akan semakin merugi karena semakin lama suatu infrastruktur tdk digunakan alias terbengkalai, maka infrastruktur tsb akan semakin rusak. Dan yg rugi dari rusaknya infrastruktur (dalam hal ini bandara Jember) tdk hanya pemerintah kabupaten, tapi jg pemerintah pusat.

  21. sudahlah kita lihat faktanya aja,kan sudah dibahas pada topik diatas,mungkin saat ini jember masih berbenah dan ingin berubah menjadi lebih baik,lan kanggo lare” osing banyuwangi rungokeno ikai “myane weh wong liyo ngomong paran nang NAGARI OSING,hang penting riko ttepno baen byakti lan welas kanggo bumi blambangan ikai,myane wong liyo kang ndeleng lan kang nilai..endi kang apik,ngerti dewek wess!!!

  22. @ananda,trimakasih sudah menyebutkan banyuwangi masuk kedalam salah satu kota terpenting di Jawa Timur,,saya mau bicara sedikit dan akan menyinggung masalah transportasi juga,coba kalo ga ada pelabuhan penyebrangan ketapang,,orang dari pulau jawa mau masuk ke bali lewat mana???
    masak harus lewat udara semua sedangkan kita tahu tiket untuk sekali perjalanan udara itu dapat dikatakan tidak murah,sedangkan taraf ekonomi org indonesia berbeda”..jelas ga mungkin kan??? ,kalo lewat jembatan?? emmmmm..kyknya ga mungkin juga,kan belum ada,tapi kalo seumpama ada,bakalan keren banget ya,pasti tmbh jadi salah satu kota trpnting juga,,berarti kan sudah membuktikan kalo banyuwangi memang salah satu kota terpenting di jawa timur,trimakasih buat ananda :-)

    maaf diluar topik..just info aje..

    • @rizki alfiano: Sama2. :) Jujur saja walaupun di koment2 saya memperjuangkan agar Bandara Notohadinegoro dibuka kembali dan tdk setuju jika orang Jember yg ingin naik pesawat ke Surabaya harus naik dari bandara Blimbingsari, namun komentar saya tetap harus obyektif dengan menyebutkan bahwa Banyuwangi memang salah satu kota penting di Jawa timur. (y)

    • @rizki alfiano: Sama2.. :) Jujur saja walaupun di koment2 saya memperjuangkan agar Bandara Notohadinegoro dibuka kembali dan tdk setuju jika orang Jember yg ingin naik pesawat ke Surabaya harus naik dari bandara Blimbingsari, namun komentar saya tetap harus obyektif dengan menyebutkan bahwa Banyuwangi memang salah satu kota penting di Jawa timur. (y)

  23. @ananda+titan satria

    podo” dulor heng usah katik engkel”an,jember – bwi kadung ngomongkaen potensi daerah dewek dewek heng onok marine,,myane pemerintah baen hg brtndak,riko lan isun podo rakyat bisone mung gedigi..debat heng jelas,,podo baen pmrintah heng ngrungokaen,,,

  24. Kok jika saya amati komen2 di atas, kebanyakan yang tidak setuju atas pembukaan kembali Bandara Jember sepertinya orang2 Banyuwangi, ada apa gerangan nih ?? Bukanya Jember dan Banyuwangi adalah beda Kabupaten. Jika Jember mau membuka kembali Bandaranya untuk kepentingan orang-orang Jember kenapa orang-orang Banyuwangi pada ngeributin dan mencampuri urusan daerah lain ??

    • @Acco Laros: Saya setuju dgn komentar anda. Begini, memang Jember dan Banyuwangi adalah 2 kabupaten yang selalu bersaing utk menjadi kota terpenting di wilayah tapal kuda. Itu sebabnya pada koment2 diatas yg tdk setuju dgn pembukaan kembali bandara Jember adalah orang2 Banyuwangi, karena mungkin mereka takut kemajuan Banyuwangi yg baru sedang berjalan tersaingi kembali oleh Jember yg memang telah lama menjadi pusat regional di wilayah jawa timur bagian timur.

  25. @Ananda: kalau menurut penilaian saya,tak ada yg salah bersaing tuk kemajuan daerah.
    Tp kalau kamu menilai banyuwangi takut kalah saing juga buat apa ?
    Terus jember itu siapa ?
    sejarah lama banyuwangi sudah mengalami kejayaanya jember itu baru sak util sudah songong.,.
    Cak..cak..de’rema

    • @Arief: Dalam hal sejarah kerajaan, memang wajar Banyuwangi maju terlebih dahulu, sedangkan Jember awalnya hanyalah hutan dan tanah kosong yg kemudian didatangi oleh para pendatang karena melihat potensi perkebunannya yg besar. Tapi anda harus mengakui kalo yg lebih dulu punya PTN dan pusat2 bisnis adalah Jember dibanding Banyuwangi.

  26. Jika suatu daerah ingin berkembang lebih baik berusaha mandiri, tidak mengandalkan pemerintah pusat untuk menggelontorkan dana yg cukup besar. Kenapa? Karena pasti akan terjadi kecemburuan dari daerah2 lain, pada akhirnya terjadi perdebatan yg mungkin akan terjadi konflik antara penduduk dari masing2 daerah. Alangkah baiknya masing2 daerah berlomba dengan kemampuan dari pemimpin2nya dengan sehat. Jika ingin daerahnya maju saya kira faktor masyarakat dan pemimpin dari daerahnya lah yg sangat berperan. Anggaran belanja negara lebih baik untuk kebutuhan yg lebih berguna bagi seluruh rakyat di indonesia. Dengan tidak mengalokasikan dana ke daerah2 dan menuntut pemimpin2nya bersaing dan mencontoh daerah yg sudah maju lebih dulu, saya kira itu akan membuat indonesia maju karena memiliki daerah2 yg mandiri. Terimakasih

  27. @Dira: Begini, pendapat anda memang ada benarnya. Tapi anda juga harus mempertimbangkan kalau pengoperasian kembali bandara ini atas dasar program pemprov yang akan melaksanakan program penerbangan antar kota (citylink) seperti yg sudah dijelaskan pada berita di atas, jadi bukan semata2 program/keinginan dari pemkab Jember. Nah, karena bandara ini sudah mangkrak dalam waktu yg lama, sementara pemkab Jember tidak mampu sepenuhnya membiayai perbaikan bandara tsb, sedangkan dari pemprov jatim minta bandara itu segera dioperasikan kembali, maka jalan yang ditempuh pemkab Jember adalah meminta pemerintah pusat utk menggelontorkan dana yg besar. Hal ini cukup beralasan karena yg kementerian perhubungan juga yg meresmikan pembukaan bandara Notohadinegoro pada tahun 2005 lalu, yg artinya bandara tsb juga milik da tanggung jawab pemerintah pusat. Terima kasih.. :)

    • Kalau uda gak laku bandaranya jadikan kandang ayam saja,atau di buat kebun tebu aja,
      kok aneh2,penumpang aja gak punya,aneh..aneh..

      • Waduh2 kok Arief ini seenaknya sendiri ngomong ya..!! Penumpang emang belum punya (karena blum beroperasi), tapi kalo calon penumpang udah banyak.. Jgn asal menilai sarana transportasi milik daerah lain doongg… Pemkab Jember mau mengoperasikan kembali bandaranya kan udah dikaji secara serius termasuk perkiraan jumlah penumpang yg akan menggunakan bandara tsb. Apalagi ini kan juga’ program dari pemprov Jatim yg akan melaksanakan program penerbangan antar kota (city link), dan pastinya dari pemprov juga mengkaji secara mendalam potensial atau tidaknya pengoperasian bandara Jember dari sisi jumlah penumpang.. Ditambah lagi udah ada beberapa maskapai yg mau melayani penerbangan dari dan ke Jember. Contohya yg santer diberitakan di intenet yaitu maskapai Garuda yg akan melayani penerbangan Surabaya – Jember dan sebaliknya, juga di berita di atas perusahaan asal Malaysia juga akan melayani penerbangan Jember. Apa karena bandara Notohadinegoro akan beroperasi lantas bandara Blimbingsari (maaf) takut kehilangan banyak penumpang??? Utk lebih jelasnya monggo dibaca berita di link saya ini http://surabaya.tribunnews.com/2013/09/12/calon-penumpang-terpaksa-pilih-bandara-blimbingsari-banyuwangi Trus sampeyan ini sebenarnya orang mana sih?? kok sampeyan selalu meremehkan Jember?? Padahal Jember itu nggak seremeh yg sampeyan kira.. Kaya’ yg daerahnya sampeyan yg terbaik aja…

        • Sudah 3x….

          Bandara Jember sudah operasi… Dan penumpangnya penuh terus…

          Cukup sampai di sini ya…

  28. assalamualaikum saudara-saudaraku yang berasal dari mana saja, saya melihat dari komentar di atas alangkah baiknya bila dari masyarakat jembernya sendiri ikut membantu menyuarakan aspirasi masyarakat mengenai kelanjutan dari pembangunan bandara notohadinegoro agar supaya impian dan cita-cita masyarakat jember yang tertuang di komentar di atas bisa juga cepat tercapai dan terealisasikan. menyampaikannya dengan baik dan sebagaimana mestinya menyampaikan aspirasi.

    untuk saudaraku yang dari daerah banyuwangi, apa yang telah diraih oleh daerahnya ada baiknya tetap terus dijaga dan dikembangkan.

    entah daerah mana yang maju lebih dulu, alangkah baiknya pula bila tetap saling bantu-membantu ke sesama daerah lainnya, biar JATIM bisa menjadi provinsi nomor 1 di Indonesia Raya

    wassalam

    • Bandara Notohadinegoro Jember sudah beroperasi kok mulai tgl. 16 Juli 2014 dgn maskapai Garuda dgn rute Surabaya – Jember PP.

  29. Sy org banyuwangi, tapi sy sadar memang kenyataan secara fakta, jember jauh lebih maju dari banyuwangi, apapun alasannya, dari sejarah banyuwangi bisa maju berkat prabu tawang alun, sedangkan tawang alun seendiri orang jember, bupati anas belajarnya pun di unej yg di gadang2kan bisa memajukan banyuwangi, orang banyuwangi yg sadar tidak akan lupa terhadap sejarah…..

    • Yg namanya persaingan antar kota/daerah itu wajar2 saja terjadi. Tapi yg penting persaingan antar daerah jgn sampai memecah persatuan bangsa dan negara. Ambil saja sisi positif dari persaingan antar daerah yaitu setiap daerah akan mengembangkan potensinya masing2 yg akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan tentunya juga akan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah yg bersaing. ;)

  30. Sy anggap sdr arif itu tidak sadar, terhadap kabupatennya sendiri, jika ingin sadar silahkan datang ke kantor pemda banyuwangi biar saya jabarkan semua, karena banyuwangi memang nyata jiplak jember, dan jember selalu kami jadikan pilot projek…..

    • Saya setuju dengan pendapat anda. Saya tdk suka dgn komentar2 dari saudara Arief yg selalu megerdilkan daerah lain. Kalo memang mau bersaing dgn daerah tetangga, mari bersaing dgn sehat, tanpa harus koment2 mengerdilkan daerah yg menjadi lawan saing..!!

  31. osing@ buat apa kau antar aq ke pemkab bwi,biar sampek mampus juga gak ada gunanya.
    ingat ya cak domisiliku jagir,jagir & jagir. Kalau kau memang wong osing kata2mu mencermikan penjilat . Jancuk ..

    • Arief ini sebenarnya orang mana sih??? Di koment2 sebelumnya kamu membangaga2kan Banyuwangi, tapi sekarang, kamu malah memakai istilah kebanggaan arek Suroboyo.. Apa dgn mengaku sbg. orang banyuwangi, terus kamu kalah omong, terus kamu ngaku2 sbg, orang Surabaya?? Dan kamu masih belum nyadar juga’ ternyata yaa… Masih aja pake’ kata2 kotor + tdk sopan dalam berkomentar..!! Ingat ya mas, kata2 tdk sopan yg anda lontarkan di forum komentar ini, itu bisa mencerminkan perilaku negatif dari masyarakat daerah yg anda bangga2kan..!!!

  32. siapa wong banyuwangi ? kalau aq menilai & sbgai penonton,wajar sifat penonton memilih mana yg di sukai, paham..

    • kalau kamu hanya sbg. penonton, knp kamu begitu tersinggung jika ada koment yg menurutmu menjatuhkan Banyuwangi??? Kalau kamu memang hanya sbg. penonton, kamu pasti nggak bakal begitu kesal dan marah..!!! Paham..!!

    • Coba’ sekarang saya tanya, sampeyan ini sebenarnya orang asli mana dan sekarang tinggal dimana..?? Jawab kalau bukan pengecut!!

    • Oh iya mas, satu lagi. Kamu boleh memilih mana yg kamu suka di forum ini. Tapi jgn koment2 menjatuhkan yg tdk kamu suka di forum ini. Karena ini menyangkut masalah daerah. Sangat sensitif jika anda menghina/menjatuhkan suatau daerah..!!

  33. kon gak iso moco tulisan domisiliku tah?
    aq oprator HD di jhonlin baratama batulicin..,
    adiku 2 tahun skolah d jember 2 kali hilang speda motor di wilayah jln.jawa tegal boto..,
    bapaku dulu punya rumah d jalan manggis no30,kreyongan.
    jember lor. Barat rumah sakit paru ..,belok kanan.
    aq benci jember kota maling

  34. Heh mas, kalo adik sampeyan pernah kehilangan sepeda motor di Jember, ya jgn salahkan kotanya doongg…!!! Salahkan malingnya..!! Dan bilang juga ke adik sampeyan, harus instropeksi diri juga’ bagaimana menjaga barang berharga miliknya..!! Saya sbg. anak Jember asli sangat tersinggung dan marah dgn ejekan anda terhadap kota Jember..!! Saya bisa bayangkan gmn rasanya kehilangan sepeda motor sampai 2 kali, tapi ya jangan membilang kota tempat pencurian sepeda itu kota maling doongg… Kan yg maling cuma segelintir orang…!! Memang daerah sekitar kampus itu rawan curanmor. Tapi ya masa’ curanmor ada di Jember aja.. Di kota2 lain yg merupakan kota besar, justru lebih banyak lagi curanmornya.. (maaf di sini saya bukan menghina kota besar) karena semakin besar suatu kota, maka tiingkat kejahatannya juga semakin besar..!! Dan yg harus sampeyan benci itu maling yg ada di Jember, bukan kota Jembernya..!!!

  35. jember kota pengemis

    • Begini nih kalo orang udah kehilangan akal sehatnya.. Nalar + logikanya udah nggak main.. Bukannya menanggapi komentar, eh malah semakin meng-olok2 suatu daerah.. Udah ada tanda2nya kalo Arief itu udah mau kalah omong…
      Sampeyan membenci Jember itu kan karena adiknya sampeyan pernah 2x kehilangan sepeda motor di Jember, nah sebelum adiknya sampeyan kehilangan sepeda motor, pastinya sampeyan nggak ada rasa benci sama sekali terhadap Jember kan..??? Malah yg ada rasa suka. Lagian ayahnya sampeyan dulu juga pernah tinggal di Jember kan?? Itu sudah membuktikan kalo keluarganya sampeyan senang terhadap kota Jember.. Maka dari itu, yg harus sampeyan benci itu adalah MALINGnya… Dan ingat sekali lagi, kejadian curanmor itu sekarang nggak mengenal kota besar, kota kecil, bahkan desa… Jadi kesimpulannya curanmor skrg ada dimana2..!! (Wah, maaf kpd semuanya jadi melenceng jauh sama topik di atas).

  36. @arief: Sudah2, jgn ribut2 lagi, damai saja.. nggak baik kalo diterus2in.. Ok.. ;)

  37. please, jangan rasis..
    tidak seharusnya mas @arief dan mas @saputra berkomentar seperti itu di situs pemerintah ini. jika kalian warga negara indonesia dan berpendidikan maka hormati komentar masing2 komenters. :)

    oh ya maaf mas @ananda saya baru ingat pernah memberikan komentar disini ketika buka situs ini barusan.

    menanggapi mas @ananda,
    berdasarkan informasi yang saya dapatkan, sebenarnya APBD jember besar loh mas di banding banyuwangi. kenapa jember tidak bisa dan banyuwangi bisa?
    sebaiknya anggaran bandara itu di sinergikan antara APBD jatim dan Pemkab/kota. informasi yang saya ketahui Banyuwangi membutuhkan 45 M untuk pembangunan dan itu kerjasama pemprov dan pemkab (patungan), dan saya kira itu sudah cukup bagus. tapi kenapa pemerintah jember harus 80 M? mungkin mas @ananda bisa menjelaskan. hehe

    • @Dira: Jika melihat pembangunan proyek2di Jember selama ini, pemkab jember tdk pernah mendapat bantuan dana dari pemprov maupun pusat, entah karena pemkab jbr yg kurang bisa lobi ke pemprov dan pusat, atau memang jember sengaja “dianak tirikan” oleh pemprov dan pusat, saya tdk begitu paham. Termasuk pembangunan dan pengopersaian kembali bandara notohadinegoro yg biayanya sepenuhnya dari APBD Jember, tanpa ada sedikitpun kucuran dana dari pemprov dan pusat, padahal sebenarnya Jember memiliki potensi penerbangan yg bagus

      • Sepertinya jember dengan surabaya bisa dikatakan masih tidak terlalu jauh, jadi bahan pertimbangan bagi penumpang kan untuk pergi ke sby?
        jalan darat atau udara selisihnya cuma beberapa jam saja. apalagi membawa kendaraan pribadi lebih menguntungkan di banding transportasi umum.

        • @Dira: selisih perjalanan udara dan darat Jbr – Sby lumayan besar lho mbak.. Bandingkan aja Jbr – Sby jalur darat makan waktu 3-5 jam, normalnya 4 jam. Sedangkan kalo naik pesawat cuma 30-35 menit.. Jadi masih jauh lebih cpt naik pesawat.

          • memang benar 3-5 jam, masyarakat juga melihat dari segi ekonomisnya mas, pesawat 800 rb pulang pergi. belum sewa kendaraan lainnya di sby atau jbr,, kalau saya sih lebih pilih jalur darat, cuma 4 jam saja dan lebih murah apalagi bawa kendaraan pribadi. itu pendapat saya kok mas, tp mungkin pendapat orang jember beda.

          • @Dira: Tapi bagi para pebisnis dan akdemisi luar kota yg punya kepentingan di jember, uang 800rb pp nggak jadi masalah asal cpt sampai.

  38. Menanggapi @Dira: Bagi saya bandara Jember kedepannya tidak menghubungkan Surabaya-Jember saja, tapi juga kota-kota di Indonesia lainya. Sebagai akademisi atau pebisnis akan memilih menghemat waktu yang lebih singkat untuk melakukan perjalanan daripada membuang-buang waktu hanya untuk perjalalan saja. Jadi selayaknya bandara Jember dikembangkan lebih baik dan maju.
    Tapi salut buat Jember yang membangun bandara dengan kekuatan APBD sendiri, dan ditunggu juga pembanguan pelabuhan laut di Gumukmas.

  39. http://m.beritajatim.com/politik_pemerintahan/229865/terapkan_green_building,_terminal_bandara_blimbingsari_ditarget_selesai_2015.html#.VV4k9lQYbJs
    Nih link bandara blimbingsari 2015 dan sekaran udah -+ 60% . Buat referensi aj klo jember mw buka bandaranya lgi ;)

    • bukannya bandara jember sdh lama membuka bandaranya lagi ya mas hehe..

    • Iya mas/mbak doi, jember udah buka bandaraya udah dpt setahun..

  40. Hahahahahaa….. Lucu sekali anda” yg pada comment di topik ini, ntah dari kalangan akademisi ato apalah”.. Pada ribut sendiri..n padahal sm” org jatim dan NKRI, dan lagu kebangsaanx msh tetep INDONESIA kan???.. Kok pada ribut???, saya saja tamatan SD !!!, lucu aja liat comment” diatas…

  41. Hahahahahaa….. Lucu sekali anda” yg pada comment di topik ini, ntah dari kalangan akademisi ato apalah”.. Pada ribut sendiri.. padahal sm” org jatim dan NKRI, dan lagu kebangsaanx msh tetep INDONESIA kan???.. Kok pada ribut???, saya saja tamatan SD !!!, lucu aja liat comment” diatas…

  42. Hahahahahaa….. Lucu sekali anda” yg pada comment di topik ini, ntah dari kalangan akademisi ato apalah”.. Pada ribut sendiri.. padahal sm” org jatim dan NKRI, dan lagu kebangsaanx msh tetep INDONESIA RAYA kan???.. Kok pada ribut???, saya saja tamatan SD !!!, lucu aja liat comment” diatas… (masa’ S1, S2, PNS, ato apalah” yg HI-CLASS” diketawain sm yg tamatan SD??).

    Inget !!!, bhineka tunggal ika dan PANCASILA tuh !!, klo blom ada yg hafal???, balik sekolah ke sd aja dl.., ato ‘Googling’ aja, hafalin tuh PANCASILA & bhineka tunggal ika.

  43. Maaf agan/sista, saya sebut asal saya dari indonesia saja. Saya tidak pro-kontra sama argumentasi anda semua. Perdebatan dari topik ini terjadi, karena kita adalah manusia, dan kita adalah indonesia, dan indonesia itu beragam, beda pendapat itu biasa.., karena kita hanya manusia yang ‘penuh warna tapi tetap harus kita jaga bhineka tunggal ika, kenapa ada perdebatan?, karena ada topik?, knp? Semua hampir tiap daerah ingin ada bandara? Karena hanya ingin masing” daerah tersebut dianggap berkembang(maju) kenapa kita berpikir demikian? Karena kita menilai sesuatu hanya dari sisi terlihat(luar) saja. Dan maaf banget klo ada kata” saya ada yg salah-harap dimaklumi.., karena saya bukan dari kalangan akademisi ato intelektualizm saya hanya tamatan SD.

    • Hahahaha oke prada, pasti saya maklumi anda yang tamatan SD :-) juga lucu baca komen anda :P

      • Iya mas Aco makasih udh di maklumi.., Iya namanya juga kita masih manusia…

        Balas Komentar

  44. Iya namanya juga kita masih manusia…

  45. I LOVE JEMBER <3

  46. Saya Orang Jember Asli saya bangga dengan kota kelahiran saya, tapi ingat Jember adalah INDONESIA, dan Banyuwangi adalah INDONESIA, Jember dan Banyuwangi sama2 kota yang indah kok… Saya Cinta Indonesia, jadi saya sayang sama kalian, wong jember ke banyuwangi g pakek pasport kan? dari banyuwangi ke jember gk pakek pasport juga kan? blimbing sari milik qt semua, notohadinegoro juga milik qt bersama, sama sama cinta INDONESIA…

    salam dari wong jember

    • Padahal sudah jelas Bandara Blimbingsari untuk wong Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro untuk wong Jember dan sekitarnya. Lalu apa yang harus diperdebatkan lagi ??

  47. TRANSPORTASI udara kedepan sangat dibutuhkan, seharusnya ditiap kabupaten sentra ekonomi ada bandara, ini untuk permudah ekonomi, militer, dll.
    Jadi Bandara di Banyuwangi dan Jember sama baik, kebijakan pemerintah masing2 daerah juga baik, ada yang berani ambil resiko dan ada yang takut beresiko itu sama2 baik dalam hal kebijakan…
    Jadi, mari manfaatkan fasilitas bandara yang sudah di Bangun baik di BWI atau JBR untuk meningkatkan bisnis, ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat lain.

  48. ananda…baca dulu sejarah,siapa penduduk asli jember.
    sebelum ada nama jember dlu yg ada adalah kabupaten puger.n tawang alun pernsh nerkuada di puger kedawung.
    penduduk asli jember adslah rakyatnya p.tawang alun, yaitu sekarang yg disebut wong osing/blambangan.

    • @man ajjai: Tapi pada masa skrg orang yg mendiami wilayah jember adalah masyarakat pendatang jawa dan madura, dan masyarakat osing hanya menjadi minoritas di jember, maka dari itu pada masa skrg yg disebut warga jember secara umum adalah masyarakat jawa dan madura.

  49. tpi skrg wong osing dijember hanya tinggal di puger,padahal pd thn 1700 an sebelumnya blambangan barat mayoritas osing

  50. Jember punya:
    - 3 PTN (bwi cm 1 itupun politeknik)
    - Aston International Hotel 8floor
    - Telkom, Distributor Alfamart & Indomaret (Ketiganya pusat Regional se-Karesidenan Besuki)
    - Wilayah kota ada 3 kecamatan dengan penduduk 400 ribu jiwa & gak ada namanya kec. Jember. Banyuwangi ??? Pasti semua tahu jawabannya..
    - Lippo Plaza Intetnational 19floor
    - Bus Kota. Di tetangga sblh ada ?!
    - Carnaval terbesar ke-3 di dunia
    - Stadion Jember Sport Garden kapasitas 20.000 penonton bertaraf nasional. Gmn kbr Stadion Diponegoro ??!!!
    - Sensus Penduduk Jember 2014 sejumlah 2,5 juta jiwa. Banyuwangi di thn yg sama ?
    Itu bukti yg mencolok, blm hal lain..
    Monggo kalau masih ada yg mbantah..

  51. raditiya,matamu meleko yo cak,
    koen unggulno jember,yo panggah sing sugih wong pendatang.
    wong jember mung nonton dadi pengemis..bandit

    • Heh cak arif, menungsone jember iku impor kabeh, alias pendatang kabeh, dadi wajar lek seng sugih2 yo wong2 pendatang..

  52. Arif: ealah brooo.. Bro, bahasamu gak berpendidikan blast. Diajak debat ae wis koyo ngunu.. Lak arep ngmng impor dipikir bwi opo 100% penduduk lokal tah sing invest, nglencer dll.. Ananda: Sebelum ngmng soal kemajuan daerah terkait faktor pendatang, saran sy untuk anda yg terhormat: baca, amati, pelajarin dulu tentang Indeks Pembangunan Manusia

    • Ok mas raditya, makasih atas sarannya..

      • Sami2 masuk bro..

  53. jember kota terbesar ke3 di jatim
    setelah surabaya dan malang itu udah gak bisa di bantah lagi,maka dari itu semua orang pengen tinggal di jember,,mulai dri aceh medan bandung jogja semarang solo tulung agung ponorogo madiun kediri jombang surabaya malang blitar banyuwangi denpasar lombok sumba sumbawa sulawesi ambon bahkan papua semua ada di jember,,sa,umbruk,,pokoe jember,jember,jember,,,,,ilove jember,

    • Sebenarnya Jember itu hanya salah satu dari kota terbesar ke 3 di jatim bersama 3 kota lainnya..

  54. menurut saya antara jember & banyuwangi cukup 1 bandara saja,toh bandara yg tidak terpakai bs di alih fungsikan untuk kepentingan militer.
    contoh lah kab kediri yg ngotot bikin bandara yg akhirnya di tolak pemprov dgn alasan tdk ada di rtrw jatim,masuk kawasan penerbangan militer atau apalah.
    padahal kawasan kediri & kota sekitarnya memiliki potensi pasar yg jauh baik dibanding jember.

    • @libra: bandarany dua2nya kepake’ semua kok mas. Kalo kediri yg ditolak bangun bandara, itu pemprov pastinya sudah mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya. Sedangkan kabupaten yg sudah punya bandara, itu sudah pasti potensinya lbh baik daripada kabupaten yg ditolak membangun bandara karena sekali lagi pemprov sudah mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya.

      • sepertinya pemprov perlu mengkaji ulang

        • Coba skrg paparkan saja alasan sampeyan yg jelas dan masuk akal knp pemprov perlu mengkaji ulang.

          • jatim bag barat ada 2 ex kerasidenan,bs dihitung berapa jumlah kota/kab & berapa jumlah penduduk serta prediksi potensi penumpangnya.
            bandingkan dgn jember & bwi yg kotanya berdampingan bs pny bandara masing2.

          • Kalo sampeyan pengen jatim bag. barat dibangun bandara, baca dulu link berita saya ini.http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/04/19/jatim-akan-tambah-enam-lapter/
            Dan kalo sampeyan mempermasalahkan knp jbr-bwi yg bersebelahan kok bisa sama2 punya bandara? yaa itu pastinya karena 2 kab. tsb. sama2 punya potensi yg cukup besar utk dibangun bandara. Jarak Jbr-Bwi 100km, itu sedikit lbh jauh dibanding jarak Sby- Mlg yaitu 90 km. Tetapi Sby dan Mlg sama2 punya bandara.. Gmn itu??

          • bandara bjngoro di fungsikan untuk industri migas bukan komersil,bandara blitar jg tidak dipastikan.
            jarak jember – banyuwangi kn cm 0 km,perbatasan gitu.
            sby & mlg sdh jelas karena memang kota penting di jatim.

          • Lantas apakah jbr dan bwi bukan kota penting di jatim??

      • jbr & bwi sm2 penting,
        menurut saya kl bs bandaranya salah satu kota saja entah jbr/bwi,supaya bs optimal menjaring penumpang.
        jatim bag barat 2 ex kerasidenan malah tidak punya bandara komersial.

  55. jember itu kabupaten bro,yg bs masuk kategori kota besar ke 3 adalah kota kediri,madiun,mojokerto,pasuruan,probolinggo,batu,blitar.
    kl kota pendidikan ke 3 di jatim saat ini memang jember,tp kota kediri & madiun jg berpotensi menggeser posisi jember sebagai kota pendidikan ke 3 jatim.
    contoh madiun ada akademi kereta api & poltek negeri,lalu kediri meskipun punya kampus negeri hanya stain & poltek tp jumlah universitas swasta di kediri lbh byk dr jember.

    • Majulah Jember dan Banyuwangi walau bukan pemerintahan Kota, tapi Jember- Banyuwangi adalah salah satu Kabupaten terluas di Jatim yang juga memiliki potensi menjadi Kabupaten maju. Lagian kelas Kota dan Kabupaten itu sama-sama daerah tingkat II hahaha

  56. mungkin ngga usah di paksakan lah… mending ke blimbingsari saja….

    • @Sakenah: Kejauhan kalo harus ke bandara blimbingsari, kalo nggak naik pesawat mending langsung naik kereta bisnis/bis patas/travel aja dari Jbr ke Sby, soalnya selisih waktu tempuh keduanya bisa dikatakan nggak ada.

      • jatim bag barat lebih jauh lg kl mau ke juanda,blm macetnya kl lewat jalur tengah.

        • tapi jatim bag. barat masih lebih dkt ke bandara adi sumarmo solo ketimbang jauh2 ke juanda.

          • gk salah ngukur ya kok bs lbh dkt dgn solo?????

          • Ya nggak salah ngukur toh mas, misal dari jatim bag. barat mau ke jkt, mending naik dari bandara adi sumarmo aja ketimbang harus jauh2 naik dari juanda..

          • mungkin anda ngukurnya dari tugu perbatasan provinsi jatim – jateng

          • Oh nggak mas libra, saya ngukurnya dari keseluruhan wilayah jatim bag. barat, kalo mau ke jkt ya mending ke adi sumarmo aja daripada ke juanda.

          • anda ngukurnya sambil merem kali yaa

  57. secara effisiensi,… strategi, dan advantage… jember terlalu memaksakan dan perlu di evaluasi… demi kepentingan rakyat… dan kemajuan jember sendiri

    • @agus: kok bisa mas?

  58. Menurut ane sih bandara jember kurang mendapat perhatian aja dari pemda setempat dan untuk promosi pun juga kurang, beda dg banyuwangi yg selalu didukung pemda dianakemaskan pemprov bahkan pusat.. lihat megahnya bandara banyuwangi skrg yg jauh beda dg jember.. :-p ane rasa sih kalo bandara jember didukung dan dikembangkan lbh baik lagi maka penumpang dari kabupaten2 terdekat spt lumajang bondowoso bahkan situbondo bakal merapat ke jember..

    • nahh itu dia yg jadi masalah mas, memang sepertinya keliatan kalo ada kabupaten yg di anak emaskan dan ada yg di anak tirikan oleh pemrov bahkan pusat, walaupun sebenarnya potensi keduanya sama2 bagus. Dan kalo perhatian dari pemkab jember sendiri saya rasa tdklah kurang, buktinya beberapa fasilitas tambahan sedang dibangun, hanya masalahnya kurang perhatian saja dari pemerintah di tingkat atas.

      • saya pikir tidak ada kabupaten yg di anak emaskan maupun di anak tirikan,
        pemprov tau mana yg manfaat maupun mudaratnya.
        mgkin jember msh blm berpotensi adanya bandara

        • terserah sampeyan mau bilang jbr sdh potensi atau blm dibangun bandara, tapi bandara notohadinegoro sdh beroperasi 1,5 thn, dan kalo udah beroperasi, berarti tdk ada pihak pemerintah yg menolak pengoperasian bandara tsb.

          • ya semoga aja bs dipertahankan bandaranya,kl tidak buat mepe gabah saja

      • @libra: yg saya share skrg ini sebenarnya berita udh lama (hampir 5 thn lalu), tpi saya baru ingat kalo ada berita yg bisa jdi sbg. salah satu bukti kalo jember terutama di masa bupati MZA Djalal memang dianaktirikan oleh pusat. Sangat ditunggu tanggapan dan koreksi dari para komentator yg lain. http://www.corongindonesia.com/2012/10/kecewa-bupati-mza-djalal-dengan-dahlan.html

  59. sudah beberapa hari ini Garuda membatalkan penerbangan di Bnadara Notohadi negoro karena sepi penumpang… bisa jadi kejadian seperti dulu terulang di buka terus di tutup lagi…

    artinya hanya akan buang2 biyaya saja… mending biyaya pengoprasian bandara di bagikan ke rakyat miskin… yang lebih memerlukan,….

    yang kedua..
    pengoprasian bandara jember ini terkesan terlalu memaksakan… padahal potensi penumpang masih… jauuhh.. belum ada, buktinya sepi lagi,.. dan sepi lagi… logikanya tidak ada maskapai yang mau merugi….

    kalau saran saya..
    mending pembangunan di arahkan yang pro rakyat… jalankan yang sifatnya pembangunan yang bisa langsung di serap oleh rakyat.. bukan proyek2 mercusuar biar kelihatan keren,.. tapi tidak terencana dengan baik dan hasilnya hanya menguap begitu saja..

    tragis…
    alokasi yang seharusnya bisa di nikmati rkayat kecil secara langsung… tapi menguap begitu saja oleh sebuah ambisi….

    • Ambisi bgmn to mas, wong bandara juga untuk rakyak, sepi dan batal karna lagi low season mas. Kalo dirasa ga menguntungkan jauh2 hari garuda ga akan mau ke jember kali hehe..

    • Kalo isu yg saya denger, pembatalan penerbangan yg dilakukan oleh Garuda itu cuma strategi Garuda aja utk memonopoli penerbangan di jember. Garuda mengatakan kalo jember sepi penumpang, biar nggak ada maskapai lain yg masuk ke jember. Walaupun ada berita pembatalan penerbangan di beberapa tanggal di 2 bulan terakhir ini, nyatanya tiap hari pesawat tetep lewat di atas rumah saya.

      • Denger2 juga maskapai LCC Wings Air juga mau mengincar rute Jember tuh..

        • Ada sumbernya mas?

  60. tp salut untuk bupati jember,pembangunan bandara notohadinegoro hanya memakai anggaran apbd

  61. sudahlah… mau di nalar atau tidak… bukti sudah ada… Susi air cabut dari bandara notohadinegoro karena apa???… karena sepi penumpang….

    la terus garuda tidak beroprasi karena apa???….. sepi penumpang….

    Apa belum cukup bukti kalau bandara di jember tidak bisa maksimal…

    mau di debat… mau di logikakan seperti apapun bukti yang bicara…..

    kawan jangan membutakan diri dengan argumen2… yang dangkal dan tidak berdasar…

    kalau seandainya.. bandara nothadinegoro tidak di operasikan lagi kan bisa di pakai buat destinasi wisata / museum penerbngan atau perkantoran atau pabrik atau apa saja yang bermanfaat buat masyarakat jember…. itu lebih berfaedah….

    • @ndas watu: Sampean tinggal dimana? saya tinggal di jember kota, setiap hari sekitar jam 10 siang 2 kali pesawat garuda lewat di atas rumah sayaa.., walaupun ada isu pembatalan penerbangan di tgl2 tertentu, tapi itu nggak benar, nyatanya pesawat tetep lewat tiap hari.. itu udah benar2 bukti nyata kalo Garuda msh tetep operasi di jember.. Kalo masalah susi Air yg cabut, itu memang benar, karena susi air melayani jember-sumenep yg memang jalur tsb tdk memiliki mobilitas warga yg tinggi.., beda kalo menghubungkan jember dgn kota besar semisal surabaya, yg mobilitas manusia di jalur tersebut tinggi.

  62. iya mas saya setuju, memang sebenarnya dari awal saya berasumsi bandara noohadi negoro itu potensinya tinggi… saya waktu itu yakin sekali apapun argumenya yang penting bagi saya jember punya bandara… kan keren.. mass… sebagai orang jember tentunya siapa yang tidak bangga rek… nggon omahku ndue bandara….

    apalgi kata bandara atau bandar udara.. sebuah impian langka untuk anak2 daerah seperti saya untuk memimpikan sebuah pesawat bis terbang di daerahku… lek di teko’i.. “aku lho tinggal ndek cidake bandara notohadinegoro.. iku lho bandar udara jember… mben dino ono pesawat maborr.. dukur omahku… wah kerenee rek…

    sangking bermimpinya bisa punya bandara dulu waktu saya masih kecil… waktu saya masih umbelan (ingusan) sama temen temen klo ada pesawat terbang di atas langit jember… maka spontan kami berteriak sambil ngulapi ingus… kapal kapal heiii… kapal kapal aku njaluk picise…. hehehe… semua temen temanku serempak berteriak bareng…

    malahan lebih hebohnya lagi… pernah pas lagi belajar di kelas di tengah pelajaran ada pesawat terbang rendah di sekolahku… serentak tanpa di komando saya dan semua teman2 sekolah bahkan termasuk bu guru berhamburan keluar melihat ke atas… ono kapal mabor.. ono kapal maborr… hehe sungguh lucu…

    impian itulah yang selalu membekas dan ter ukir dalam benak kita masyarakat jember gimana kita bisa punya bandara sendiri.. dan melihat kapal mabor berterbangan di atas.. rumah2 kita….

    • kl mencerna komentar2 anda kok cenderung gengsi daerah

  63. Bupati Baru Faida Siapkan Proposal Bandara Jember Sebagai Bandara Internasional dan Embarkasi Haji
    Wah keren ndak tuh jika sampai terwujud. Apalagi daftar tunggu haji di Jember sampai 23 tahun padahal dapat kuota terbanyak di Jatim. Yah itung2 Umroh dulu gapapalah lewat Jember. :-)

  64. jember sangat perlu airport karna jember memiliki universitas negri jember dan politeknik negeri jember banyak mahasiswa dan mahasiswi yang rumahnya di luar kota dan provinsi

  65. -jember punya universitas negri
    -banyuwangi tidak memiliki universitas negeri
    -politeknik jember lebih maju dari banyuwangi
    -kemajuan rumah sakit jember lebih unggul
    -pendidikan jember lebih maju di banding banyuwangi
    -jember sedang membangun gedung pencakar langit nama gedungnya adalah jember icon

    • Sudah bukan saatnya lagi membanding-bandingkan kawan, yang terpenting sekarang adalah bagaimana maju dan sejahtera bersama….

      • Betul, yg jauh lebih penting antar daerah maju bersama2 daripada cuma membanding2kan antar daerah.

    • LP3B (Sekolah Pilot Negeri ke 2 di Indonesia), Politehnik Negeri Banyuwangi, Unair Banyuwangi

      • Dan masih banyak yang mengantri ke Banyuwangi..hehe sabaaaaaaaaaar boooooooos

    • Udah lah mbak/mas kiki, walupun dimana2 ada berita pembatalan penerbangan jember-sby, nyataya pesawat tetep terbang tiap hari lewat di atas rumah saya dan nggak pernah absen sekalipun

  66. Wow bandara Jember akan membuka rute baru Malang-Jember dan Jember-Bali

  67. Hahaha ternyata masih banyak aja koment orang2 bodoh yang suka membanding bandikan daerah satu dengan daerah lainnya, jauh dari topik utama diskusi wkwkwkwkwk

  68. Orang yang sebenarnya bodoh adalah orang yang berprasangka seperti itu….

  69. Eits ada yg kesindir nih…….. kaboooorrrrrr

  70. @ ananda : masak cuma karena strategi monopoly garuda berani memberikan informasi yg gak benar ke media bahwa mereka membatalkan penerbangan ke jember karena sepi penumpang.sedangkan mas mengatakan garuda tetap terbang pada tanggal itu.padahal di link diatas sudah jelas pihak garuda sendiri yg mengatakan mereka batal terbang,bahkan UPT bandara notohadinegoro sendiri sudah menerima pemberitahuan dari pihak garuda bahwa mereka tidak terbang ke jember pada tanggal itu.masak cuma karena 1 rute saja garuda berani mempertaruhkan nama baiknya,karena takut nanti ada maskapai lain yg menerbangi rute itu.saya yakin garuda terbuka dalam kompetisi dengan maskapai lain,karena garuda sudah teruji.kalau itu cuma isu jangan langsung ditelan mentah mentah mas,tapi dipilah pilah dulu benar apa tidak.
    Mas ananda mengatakan garuda tidak pernah absen sekalipun terbang ke jember ya?hehe mas kayaknya lupa,saat terjadi erupsi gunung raung,hampir semua bandara jatim ditutup deh,lebih lebih yg berada di jember dan banyuwangi.dan saat jam kerja pilot abis,garuda batalkan terbang ke jember mas,sampai dulu pak dahlan iskan marah.dan masih banyak kok yg batal maupun delay.:)

    • @Dewa: maskapai GA seperti apa yang saya katakan memberi info ke media bahwa sepi penumpang, kemungikinan itu hanyalah alasan GA saja agar supaya tdk ada maskapai lain yg masuk, padahal sebenarnya penumpang pesawat di jember itu banyak, dan alasan sepi penumpang yg dilontarkan ke media itu kemungkinan cuma bohong saja biar penumpang pesawat di jember dikira sepi sungguhan sama maskapai lain yg mau masuk. Nah utk yg saya katakan kalo di tgl2 pembatalan itu GA tetap terbang, (coba sampeyan liat komen saya yg di atas) itu karena saya melihat sendiri pesawat GA terbang di atas rumah saya sekitar jam 10 di tgl2 yg rencananya penerbangan GA dibatalkan, dan rencana pembatalan di tgl2 itu kemungkinan juga merupakan bagian dari strategi monopoli maskapai GA. Dan saya mengatakan kalo GA tdk pernah absen sekalipun terbang di jember, itu cuma pada saat tgl2 rencana pembatalan penerbangan SAJA, yg katanya karena sepi penumpang, sesuai dgn masalah yg sedang saya bicarakan di forum tdk resmi ini, tdk pd saat2 karena masalah lainnya spt erupsi gunung raung, jam terbang pilot hbs karena ada pilot yg sakit, dll.

  71. Perdebatan sampah orang2 Jember vs orang2 Banyuwangi kayaknya…

    • hahaha aku arek jatiroto lumajang cak, ikut nyimak ae wes..

  72. Ananda@ kalau faktanya begitu aneh juga ya mas.meskipun itu hanya strategi monopoly,tapi nama besar garuda taruhannya.kita tau garuda merupakan maskapai yg paling dipercaya masyarakat,tapi sampai segitunyakah memberi info yg salah ke media.rumah mas ananda di sekitar bandara situ?
    Dulu waktu wings air terbang sendirian di banyuwangi wings penuh terus penumpangnya,bahkan banyak yg tak dapat tiket,sampai akhirnya garuda datang dan ikut meramaikan udara banyuwangi,wings saat itu tidak melakukan strategi seperti bilang penumpang sepi mas.justru wings bermain di penerbangan biaya murah dan segmentasi pasarpun terbagi dua.heran juga saya kalau garuda melakukan strategi yg salah.

    • @Dewa: Asalkan tdk menurunkan kualitas maskapai GA, saya rasa tdk masalah Tapi sekali lagi spt. sudah apa yg saya katakan di komentar saya di atas bahwa alasan GA itu hanya kemungkinan saja karena merujuk dari fakta bahwa pesawat GA tetap terbang setiap hari di Jember. Selebihnya yg tau alasan sebenarnya ya cuma pihak maskapai GA itu sendiri. Rumah saya di kec. Patrang yg jadi jalur terbang pesawat.
      Beda maskapai beda strategi mas, kalo sampeyan bilang wings air tdk pernah bilang sepi penumpang, ya pastinya strategi Wings air dgn GA pastinya berbeda dlm merebut konsumen. Atau memang karena segmen pasar Wings air itu pesawat LCC, sementara Wings Air tdk menyediakan peswat segmen Loxiorus, mangkanya pada akhirya Wings Air berbagi segmen penerbangan dgn GA.

  73. Ananda@ justru itu akan menurunkan kualitas dan jadi masalah mas.contoh saja jika satu calon penumpang mendengar ditanggal itu tidak ada flight,dan ternyata itu cuma alasan saja,bukankah itu sudah merugikan calon penumpangnya.ok mungkin kehilangan kepercayaan dari 1 konsumen dianggap gak masalah,tapi bila konsumen ini punya banyak teman yg cukup sering bepergian memakai transportasi udara,dan dia cerita tentang hal yg pernah dialaminya itu bukankah akan terbentuk imej buruk untuk maskapai itu sendiri,hal itu bisa menurunkan kualitas mas.
    Memang setiap maskapai akan punya strategi sendiri mas,namun bukankah setiap maskapai berusaha membangun kepercayaan publik untuk menggaet calon penumpang sebanyak banyaknya.jika kepercayaan itu disakiti dengan strategi monopoly seperti yg mas ananda bilang,bukankah itu suatu blunder buat maskapai.saya kurang yakin dengan fakta yg mas bilang bahwa mas melihat sendiri.
    Ada berita susi air sudah berhenti ya mas melayani jember,di berita mereka bilang berhenti karena sepi penumpang.nah apakah ini cuma alasan dari strategi mereka juga,dan apakah mas ananda juga akan bilang bahwa faktanya mas melihat susi air masih terbang dan gak berhenti?
    tolong mas dijawab ..

    • @Dewa: sdh 7 bln ini saya tdk buka website ini, tpi sebelumnya mohon maaf mas, saya bkn tdk bisa mwnjawab, tpi krn kesibukan saya selama 7 bln ini, jdi saya baru buka website ini sekarang. Mengenai yg dilakukan GA itu cuma strategi, sekali lagi saya tekankan, itu cuma kemungkinan saja, kalo mau nggak percaya ya silahkan, jgn ngotot. Krn dasranya, sekali lagi faktanya, pesawat GA selalu lewat setiap hari di atas rumah saya dgn jarak yg cukup utk diamati fisik pesawatnya, itu benar2 pesawat GA dgn warna biru – putih, dan juga keliatan logo GA walaupun kecil. Arah datang/brgktnya pesawat juga arah Sby (yaitu arah utara lwt bondowoso, situbondo, selat madura ke arah juanda, krn memang pesawat yg lagi terbang hrs sebisa mungkin menghindar terbang di atas darat supaya kalo misal jatuh, jatuhnya di laut yg relatif lbh aman). Jdi itu bkn pesawat latih atau apa.. Kalo susi air yg berhenti melayani jember itu, bnr spt. apa yg dibilang mas deni, itu bkn rute Jember – Sby, tpi rute Jember – Sumenep yg memamg bkn rute bisnis. spt Jbr – sby..

    • @dewa: sdh 7 bln ini saya tdk buka website ini, tpi sebelumnya mohon maaf mas, saya bkn tdk bisa mwnjawab, tpi krn kesibukan saya selama 7 bln ini, jdi saya baru buka website ini sekarang. Mengenai yg dilakukan GA itu cuma strategi, sekali lagi saya tekankan, itu cuma kemungkinan saja, kalo mau nggak percaya ya silahkan, jgn ngotot. Krn dasranya, sekali lagi faktanya, pesawat GA selalu lewat setiap hari di atas rumah saya dgn jarak yg cukup utk diamati fisik pesawatnya, itu benar2 pesawat GA dgn warna biru – putih, dan juga keliatan logo GA walaupun kecil. Arah datang/brgktnya pesawat juga arah Sby (yaitu arah utara lwt bondowoso, situbondo, selat madura ke arah juanda, krn memang pesawat yg lagi terbang hrs sebisa mungkin menghindar terbang di atas darat supaya kalo misal jatuh, jatuhnya di laut yg relatif lbh aman). Jdi itu bkn pesawat latih atau apa.. Kalo susi air yg berhenti melayani jember itu, bnr spt. apa yg dibilang mas deni, itu bkn rute Jember – Sby, tpi rute Jember – Sumenep yg memamg bkn rute bisnis. spt Jbr – sby..

  74. om dewa dan om/tante ananda garuda beberapa kali kansel karena waktu itu lagi low season ajaa dan mungkin terjadi masalah teknis atau operasional jadi rasah debat2 wong ggarudanya aja baik2 aja smp sekarang, malah kalian yg eker2 an. pdhl podo nduwe bandara dewe2.. kalo menurut aku susiair berhenti operasi karena jurusan madura-jember buka rute bisnis atau pariwisata cuman rute sambang keluarga jadi sepiii peminat hehe..

  75. @deni : saya ikut komentar disini karena tertarik dengan komentar mas ananda yg bilang itu cuma strategi monopoly garuda mas deni.mengenai bandara,itu terserah calon penumpangnya saja.saya setuju dengan mas deni bahwa di bulan itu memang low season,jadi wajar garuda batal terbang.apalagi pihak garuda tidak pernah merevisi berita bahwa mereka tetap terbang waktu itu seperti kata mas ananda yg mengatakan garuda tetap terbang waktu itu.entah yg di lihat mas ananda betulan pesawatnya garuda atau milik maskapai lain yg kebetulan lewat saja,atau mungkin cuma pesawat latih.saya cuma ingin meluruskan saja mas deni,sebab pernyataan mas ananda tidak relevan.
    Hehe sebelum membuka rute pasti maskapai akan lakukan survei dulu mas,tak terkecuali susi air.meski rute sambang saudara,tapi jika load factornya bagus kenapa enggak.ibaratnya orang dikasih rezeki kenapa malah menolak.gitu kan mas deni.tapi kenyataan memang load factor kurang makanya susi air berhenti mas.

  76. jember dan banyuwangi sama2 punya potensi, dari dulu jember & b-wangi selalu bersaing tapi positif, hubungan masyarakat jember & b-wangi sangat dekat dan bersahabat, harus diakui bhw jember lebih maju pembangunannya dlm berbagai hal, akan tetapi b-wangi belakangan ini berkat pimpinan daerah (bupati) yg baru yaitu bpk anas, b-wangi mulai maju bahkan diluar dugaan kemajuannya luar biasa, perlu diketahui bhw sebelum dipimpin bupati bpk. anas, 2 (dua) bupati sebelumnya terlibat korupsi khususnya dlm hal pembebasan tanah pembangunan bandara blimbingsari, itulah sebabnya
    kemajuan b-wangi sebelumnya terseok-seok, dengan upaya bpk anas-lah bandara blimbingsari bisa dioperasikan, demikian juga jember yg saat dipimpin bupati baru yaitu ibu faida, sy optimis jember akan lebih maju dan bandara notohadinegoro bisa dioperasikan dgn baik dan lancar, sy melihat kedua pimpinan daerah ini anas & faida sama2 punya ambisi besar utk mewujudkan visi & misi-nya memajukan daerahnya, memakmurkan masyarakatnya, kedua pemimpin daerah ini sama2 pintar/cerdas utk menggali potensi daerahnya, sy pernah baca artikel ttg statemen keduanya, yaitu: lebih baik kita (jember & b-wangi) berkokaborasi/bekerjasama daripada kita hrs adu kuat shg pingsan ber-sama2, inilah contoh prilaku dari pimpinan yg amanah dan bijaksana, dlm hal bandara sy berharap bandara notohadinegoro juga bisa dioperasikan dgn stabil, mau tdk mau atau suka tdk suka transportasi udara sangat diperlukan dan kedepan tentu daya beli masyarakat akan meningkat, terlebih-lebih transportasi darat semakin padat & macet, sdh diputuskan oleh pemerintah bhw jalur udara bagian selatan jawa hrs dibuka utk mengimbangi jalur udara utara yg semakin padat, krn dulu jalur udara selatan jawa hanya diperuntukkan jalur pesawat militer, terbukti bandara bandara baru yg hrs dibuka/dibangun di selatan jawa adalah: banyumas, tulungagung, shg rentetannya ke jember dan b-wangi, lambat atau cepat bandara jember pasti bisa beroperasi normal, hanya sayangnya tanah bandara di jember agak bermasalah shg pengembangannya tersendat, sy menaruh harapan ibu faida bupati jember bisa mengatasinya, jujur saya nge-fans banget sama kedua pimpinan daerah ini yaitu jember dan b-wangi, keduanya pintar/cerdas, tangguh, msh muda, enerjic, merakyat, suka blusukan & amanah, sy punya feeling kedepan kedua pimpinan ini bisa jadi gubernur atau menteri, do’a sy sukseslah semoga, aamiin – hidup jember & b-wangi.

  77. Nur aziz@ iya betul mas perkembangan luar biasa saat pak anas jadi bupati,khususnya mengenai bandara terus meningkat.apalagi sekarang sudah ada 4x flight per hari dari maskapai garuda indonesia 2x dan wings air 2x melalui surabaya.dan info terbaru sriwijaya air sudah menjajaki rute jakarta banyuwangi dgn pesawat boeing 737-500.mudah mudahan segera terlaksana dlm waktu dekat ini.iya betul mas kita harus bersatu jember banyuwangi,tetanggaan tapi harus saling suport,apalagi sama” punya bandara.kita tau bandara juanda maupun ngurah rai sudah kelebihan kapasitas,saat ada masalah di kedua bandara itu tentu pesawat gak bisa landing,maka harus dialihkan.nah mungkin alternatifnya bisa ke JBB ataupun BWX.mudah”an JBB segera dikembangkan juga mas biar bisa menerima pesawat jet juga.tapi keliatannya JBB sudah berada dijalur yg benar krn pilot school banyuwangi sdh buka base disitu ya mas,sehingga bandara akan tetap ramai dgn pesawat.ya kayak BWX dulu mas,awalnya cuma buat base pesawat latih bifa,tapi krn hal itulah bandara jadi ramai dan bisa berkembang.:)

  78. mas dewa, harapan saya jember & b-wangi seperti yogya & solo, kedua kota tsb sama2 dijuluki kota wisata, keduanya punya kraton yg terkenal, punya budaya & obyek wisata yg juga terkenal, keduanya punya bandara masing2 dan bertaraf internasional lagi. dari catatan, bersyukur jember & b-wangi dianugrahi alam yg subur & indah, tanah pertanian, perkebunan, tambang, pegunungan, kelautan, keduanya juga terkenal dengan lumbung padi sebagai pemasok jawa-timur. tidak ada alasan keduanya bersaing alias gontok2-an, tapi berkolaborasi/bekerjasama utk maju bersama, hidup yogya & solo, hidup jember & b-wangi dan hindup Indonesia Raya tercinta.

  79. iyas mas,lebih baik berkolaborasi untuk maju bersama daripada bersaing tanpa ada pemenang.jember-banyuwangi itu indonesia,kita saudara jadi tak perlu saling bersaing hanya krn ingin disebut paling maju.semua punya kelebihan dan kekurangan.yg penting setiap individu saling menghormati daerah lain.BWX tak perlu cemas dgn adanya JBB,begitu juga JFC tak perlu cemas dgn adanya BEC,krn semuanya punya keunikan sendiri yg akan mempunyai selera sendiri bagi setiap individu.itu hanya sebagian contoh yg sering ada saat dibanding”kan.untuk maju bersama BWX dukung JBB,dan JFC dukung BEC.alangkah indahnya jika itu tercapai.betul gak mas aziz?:)

  80. Saya setuju jika Jember-Bwi bisa niru yogya solo, tidak perlu bersaing seyogyanya kerjasama menggarap pasar, misalnya dengan segmen yg berbeda semisal mau eco wisata and Sport turism ke banyuwangi, kalo yg masih seneng nge Mall, karaoke, belanja di minimarket yg tersedia di setiap sudut jalan karena enggan di pasar tradisional ya ke Jember aja

    Sebagai orang luar Jember, saya juga berharap JBB bisa dikembangkan minimal sama dengan BWX atau bisa lebih dikembangkan lagi sesuai cita-cita bupatinya jadi embarkasi haji atau dengan kata lain bisa sekelas Juanda. Tapi saran saya khususnya untuk yg warga Jember perlu melakukan tindakan-tindakan juga seperti kirim Saran, kritik dan penyemangat ke pemerintahannya karena 1. Tanah bandara JBB itu blm jelas kepemilikannya jadi mau pengembangan susah, Pemprov dan pusat juga enggan mau bantu jika tanahnya blm jelas karena terkait aset, jika tidak segera dikembangkan pun takutnya begitu kontrak/ ijin slot Garuda ke jbb habis nanti garuda enggan Memperpanjang karena ijin slot itu begitu berakhir susah di buka lagi, sebagai contoh rute Bwx-DPS yg blm di buka lagi sampai skrng karena g ada nya slot di DPS, adanya malem tapi ILS di Bwx blm ke pasang jadi g bisa terbang ke BWX malem. 2. terlihat hubungan bupati sama DPRD nya, Pemprov bahkan Pemerintah pusat sepertinya kurang harmonis. Kalo perpolitikannya kurang sehat yg atas-atas juga bakal mikir mau bantu, karena saya pikir tidak ada anak emas atau anak tiri yg ada bagaimana pemimpinnya ambil hati Pemerintah propinsi dan pusat. Selama minta ke level pemerintahan diatasnya dengan baik-baik dan g maksa pasti dikasih kok. 3. Sepertinya Jember perlu pemerataan, g cuma fokus bangun di kotanya saja, untuk meningkatkan daya beli masyarakat nya. Kalo daya beli masyarakat tinggi dan suka naik pesawat pasti maskapai-maskapai yg punya armada pesawat yg sesuai dengan spesifikasi JBB pasti masuk dan nambah frekuensi terbang bahkan rute. 4. Jika menyasar mahasiswa dan dosen, seharusnya unej merubah peraturannya yg baru akan me rembers tiket per jalan pesawatnya jika perjalanan dinas dosen dan mahasiswa bukan menggunakan pesawat Garuda. Padahal yg di JBB hanya tersedia Garuda. Sekali lagi perlu mencontoh sebelah, dimana Pemkab termasuk universitas-universitas di bwi mengijinkan dan me rembers uang tiket dosen dan mahasiswanya tanpa melihat pesawat apapun yang di pakai bahkan melakukan kerjasama dengan maskapai agar di beri diskon khusus PNS dosen dan mahasiswa selama itu adalah perjalanan dinas.(kasus ini saya dengar langsung dari humas salah satu universitas di Jember)

    Saya sendiri heran, JBB itu banyak di beritakan juga meng cover penumpang dari Lumajang bag timur, Bondowoso dan Situbondo bagian barat. Tapi Knp kok ya masih 1x sehari dan beberapa waktu jadi 10x seminggu itupun hanya jika ada festival atau hari besar. sayangnya masih terlalu banyak berita miring yg bahkan di lontarkan Pemkab/legislatifnya sendiri di media2 tentang JBB. Padahal ketika pertama kali di buka banyak yg Blg 45% penumpang Bwx akan tersedot ke JBB tapi nyatanya meskipun sudah di sedot 45% pengembangan BWX makin bagus dan masif dengan jumlah penumpang yg terus meningkat tiap tahun. jika se besuki diambil JBB itu artinya BWX singgle fighter alias yg naik cuma orang-orang bwi aja dan turis2, dan pasti persentase turis sama penduduknya lebih banyak penduduk.

  81. Betul mas al.memang status tanah yg blm jls riskan masalah hukum jika tetap dikembangkan.kalau ingin sprti juanda kyknya sulit dan butuh wktu lama.
    slot dan kurangnya jumlah pesawat yg mmbuat rute ke bali blm bisa di buka lagi mas.tntng ils,dirjen udara sdh janji akan segera melengkapi mas,begitu juga runway akan di prpnjng lgi 2500m dan di lengkapi fasilitas pngisian bahan bakar pswt.
    Mungkin krn belum stabil demand di sana mas membuat maskapai gak berani nmbh frekwensi terbang tiap hari,makanya msh 1x saja.tntng brita jbb sedot 45% pnumpang bwx saya kok gak yakin ya mas,sebab sumber britanya dari pihak pmrintah sana,bkn dari maskapai atau pihak bandara jbb sndiri.faktanya saat jbb buka,pnumpang bwx tetap stabil tidak ada penurunan.akhir tahun 2014 pihak maskapai prnh blg rugi trbangi jbb,pdhl sblmnya pihak maskapai antusias mau nmbh frekwensi,artinya di sini jelas mas demand belum stabil di jbb,makanya sampai skrng msh 1x terbang di sana.di bwx malah sdh 4x terbang,maskapai malah sdh menambah sendiri jumlah terbangnya krn banyaknya penumpang.di sini jelas mas demand di bwx sudah stabil.mungkin pihak jember bisa bljr ke bwi bagaimana cari meningkatkan demand.tak prlu sungkan krn kita saudara.banyak yg blg jbb mngcover jember,situbondo,bondowoso,lumajang.tapi fakta dilapangan di bwx,taksi” msh sering ngantar pnumpang tujuan 4 daerah itu setelah mreka turun atau terbang lewat bwx.bahkn dari bali barat juga ada yg memilih terbang lewat bwx daripada dps.dgn semakin banyak frekwensi,pilihan waktu terbang jg semakin banyak,jadi itu jg yg di pertimbangkan pnumpang mas al untuk terbang lewat jbb atau bwx.:)

    • memang berita yg dilontarkan pemkab Jember sifatnya subjektif, dan msh harus diklarifikasi kebenaran beritanya. Oke kalo yg ini saya setuju. Tpi jujur saja, maaf kalo pertanyaan saya yg ini agak menyinggung sampeyan, krn saya memang merasa kurang yakin. Apa benar taxi2 di BWX sering nganter penumpang ke 4 kab. di tapal kuda yg sampeyan bilang? Kalo penumpang ke/dari bali sih masuk akal mengingat juga’ JBB blm tersambung ke DPS. Tpi apakah penerbangan DPS-BWX sdh aktif lagi? Tolong pertanyaan saya diluruskan kalo memang DPS-BWX sdh aktif lagi. Nah tpi kalo terbang dari/ke Sby ke daerah tapal kuda selain Bwi, apa masuk akal turunnya di bwi? Mengingat letak Bwi itu di ujung timur tapal kuda, apa lagi BWX juga’ di ujung timur Bwi sedangkan di JBB sendiri sdh 2.5 thn beroperasi.. Mohon dijawab mas Dewa.. Terimakasihh..

  82. Jujur saya pribadi hawatir kalo tanah bandara g selesai-selesai dan memakan waktu lama, Pemkab dan DPRD nya g akur-akur saya hawatir pangsa pasar JBB menurun apa lagi untuk pax terbang lanjutan ke JKT(CGK/HLM), kehawatiran saya terjadi karena ketika Rute CGK-BWX vv yg sudah didepan mata di buka awal tahun depan, meskipun hanya 1 maskapai yg Sudah siap melayani rute tersebut di awal-awal yg pasti akan di susul maskapai-maskapai lain setelah itu dan kemudian pasti akan di susul menggurita nya Bus-Bus Damri bandara BWX ke daerah Se Besuki raya untuk melayani dari dan ke BWX PP yang artinya akan sangat memudahkan orang-orang besuki ke BWX. karena begitu rute itu di buka g ada lagi kata mau ke barat g mau ke timur dulu. Bagi yg menghargai waktu pasti dengan adanya rute BWX-CGK vv orang- orang besuki pasti akan lari lagi ke BWX karena notabenenya jika via darat ke SUB dari wilayah besuki paling barat pun masih butuh 4-6 jam (belum macetnya) dan kalaupunn naik dari JBB pasti ada jam transit yg minimal 2-3 jam(jika beli tiket terusan, kalo yg bukan terusan lebih lama lagi) sementara ke BWX dari wilayah besuki paling jauh Dr BWX via darat paling lama butuh 2,5 jam (hemat 3-4 jam an) dan terbangnya pun paling sekitar 1,5 jam tanpa transit(lagi-lagi hemat 2-3 jam dibandingkan dengan rute JBB-CGK transit SUB)

    Saya pikir jika saya jadi orang Jember dan memang sepenuh hati sangat menginginkan JBB terus berkembang, yg saya lakukan adalah terus mengajak masyarakat lain melakukan pengiriman pendapat, penyemangat dan dukunganke Pemkab khususnya mengenai pengembangan bandara, namun jika blm di dengarkan juga perlu mengutarakan pendapat secara terbuka ke Pemkab dan DPRD agar segera menuntaskan masalah utama (spt tanah dan pangsa pasar) bandara.

    Saya pikir Jangan dulu sibuk minta rute-rute baru, minta tambahan frekuensi dll ke maskapai, karena pesawat terbang g se mudah Bis untuk mau nambah rute dan frekuensi. Karena selain slot ketersediaan pesawat juga apakah bandara tersebut sudah layak atau blm jika akan di tambah rute/frekuensi. jika bandaranya dikembangkan dengan baik ke spesifikasi yg sudah mumpuni, pasar terjaga, load factor tinggi pasti maskapai dengan senang hati memberi tambahan frekuensi dan tambahan rute tanpa di minta. Sebelum semuanya terlambat karena hipotesis saya diatas.

    Saya menyarankan ke masyarakat Jember seperti ini juga sebelum terlambat untuk berkembang bersama-sama dengan BWX, karena jika terlambat di lakukan pengembangan, saya hawatir muncul berita Balik yg menyatakan 45% lebih penumpang JBB tersedot ke BWX. Mengingat begitu gencarnya pengembangan BWX skrng dan pengembangan JBB pun pasti akan membutuhkan waktu yg tidak cukup setahun dua tahun. apalagi kalo sudah masalah pengadaan instrumen2 keselamatan bandara.

    Sekali lagi ini sebagai saran saja khusunya orang-orang Jember, namun jika saran saya dirasa kurang pas juga silahkan.

  83. mungkin pmrintah sana prlu lbh aktif lgi mngajak pihak yg brsangkutan untk sgera mnyelesaikan mslh itu mas.tak prlu khawatir mas krn itu hak pnumpang mau trbng lewat bwx/jbb,krn bandara itu kan slh satu infrastruktur yg di buat oleh pmrintah untuk mmudahkn rakyat dlm bepergian.
    kalau memang bisa lbh hemat wktu dgn trbng lwt bwx knp enggak mas,di sini pnumpang yg akan di untungkn krn bisa hemat waktu.untuk saat ini yg trpenting jbb hrs bisa mmbuat demand stabil dulu mas krn dgn itu maskapai lain akan melirik jbb untuk di trbngi juga,dgn bgitu traffic akan ramai yg ujung”nya pusat akan mmbantu pningkatan fasilitas yg kurang di jbb.dgn dibukanya smelter pilot school bwi di jbb itu jg akan mmbuat jbb ramai traffic pnerbangan sprti bwx.semoga jbb dan bwx bisa maju brsama.:)

  84. berita yg cukup baik bagi perkembangan JBB khususnya dari segi penumpang bisa dilihat disini. ;) http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1552987&page=212 http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1552987&page=213

  85. ananda@ sblm bln puasa kmrin,saya ngantar kakak ke bwx,kbetulan ktemu warga jmbr disana.kurangnya armada dan slot yg trbatas yg mmbuat bwx dps blm aktif lgi mas.doa kan saja mas smoga cepat aktif lgi.
    ya masuk akal lah mas.contoh wrga jabodetabek saja turunnya di ckg yg berada di tanggerang,masak orang bekasi mau turunnya di bekasi orang depok mau turun di depok.pastikan turunnya melalui tanggerang.kalau bisa melayani tapal kuda mski berada di ujung timur gak masalah kan mas.apa hubungannya jbb 2,5 thn beroperasi mas?saya gak paham dgn kata” mas ananda yg ini.

    • maksud saya gini mas, kalo ada orang dari Jkt mau ke tapal kuda, misal rute dari CGK ke tapal kuda cuma ada ke BWX, sedangkan yg ke JBB blm ada, ok masuk akal kalo turnnya di BWX, tpi kalo cuma dari SUB mau ke jember, bondowoso, lumajang timur, masa’ iya turunnya di BWX?, sedangkan JBB sendiri sdh 2,5 thn melayani penerbangan ke SUB.. Ini yg saya bingungkan mas dari pernyataan sampeyan yg bilang kalo di BWX banyak taxi ke jember dan wilayah tapal kuda lainnya.

  86. ananda@ saya sdh lihat link yg mas berikan di atas.tapi maaf mas,itukan hanya sebuah forum.apa bisa jadi rujukan?apalagi setelah saya baca pernyataan disana tidak mecantumkan sumber link berita itu dari mana,berarti itu berita hanya berdasarkan pendapat anggota forum saja.tolonglah mas ananda kalau ngasih berita yg sudah pasti saja linknya.contoh SJ akan melayani rute ckg-bwx linknya sdh ada,silahkan googling dgn kata kunci itu pasti muncul beritanya.ada lgi pertamina menyiapkn tangki avtur di bwi,itu jg ada linknya googling saja.jadi itu bisa jadi rujukan mas,sdh ada kepastian.jgn sprti yg dibilang IW akan melayani jbb tapi saya coba cari di googling 1 pun gak ada berita itu.yg ada hanya pembahasan di forum,nah disitu jg tidak ada linknya jadi kan lucu mas.

    • Gini lohh mas dewa, kabar yg saya titik beratkan utk saya share di link itu bkn kabar2 tentang JBB yg blm pasti, krn namanya juga forum orang bebas berpendapat selama nggak melenceng dari aturan, dan kalopun ada kabar yg blm pasti, pasti di forum itu yg ngepost berita juga’ ngasih tau kalo berita itu msh sebatas kabar yg blm pasti/wacana. Nah yg saya titik beratkan itu tentang keramaian JBB di suatu momen yg mana itu cukup bisa jadi hal positif utk pengembangan & prospek JBB ke depannya..

  87. ananda@ mas lupa?frekwensi pnerbangan sub-bwx sdh lbih dari 1x sehari,sedangkan sub-jbb msih 1x.dari sini saja sebenarnya sdh bisa mnjawab prtanyaan mas itu knp harus turun lewat bwx daripada jbb untuk ke 3 kota itu.saya gak blg banyak taxi ke jbr mas.saya cuma blg cukup sering taxi ngantar ke 4 kota yg prnh mas sebutkan.hehe untuk lbih jelasnya mngkin mas bisa tanya langsung ke sopir” taxi disana.

    • Nahh justru dari fenomena cukup seringnya taxi nganter penumpang ke 3 kota itu kata sampeyan, justru potensi penumpang JBB yg sebenarnyaitu lbh banyak mas dari potensi penumpang yg keliatan skrg. Itu sebabnya memang perlu ditambah frekuensi SUB-JBB min jdi 2x sehari tiap harinya.

  88. ananda@ kalau keramaian penumpangnya di jbb gmn mas?(yg bukan umroh mksdnya).
    1x sehari pp kalau penuh maksimal 140.
    bwx 4x sehari pp kalau penuh 560.
    Keramaian jbb kalau di aplikasikan ke bwx bisa dikatakan sepi.sebaliknya keramaian bwx kalau di aplikasikan ke jbb bisa dikatakan sangat ramai untuk bandara sekelas jbb.betul gak mas?hehehe

    • yg saya tau penumpang di JBB stabil setiap harinya terutama jika akhir pekan. Bisa diliat juga’ di link saya itu hal. 212, berdasarkan pengakuan orang yg pernah beberapa kali ke sana. Tpi dgn dibuatnya JBB utk umroh, itu setidaknya sdh jadi sinyal yg cukup positif utk pengembangan JBB kedepannya, dan juga sesuai sm program bupati Faida yg mau jadiin JBB sbg. embarkasi haji, walaupun utk sementara program itu harus dibatalkan krn pengembangan JBB terganjal masalah status kepemilikan lahan di sekitarnya.

  89. ananda@ kalau memang potensinya banyak knp sampai sekarang masih 1x mas,kenapa setelah susi air cabut dari jbb kok maskapai lain gak ada yg masuk?bisakah mas jelaskan itu.

    • Lahh itu yg jujur aja saya juga’ blm tau mas knp sebabnya kok blm ditambah frekuensinya.. Yg saya tau yg pernah 2x sehari cuma hari jum’at-minggu, jadinya 10x per minggu. Kalo masalah susi air yg cabut itu, susi air dulunya ngelayani rute Jbb-Sumenep yg mana itu bkn rute para pebisnis spt. rute SUB-JBB, mangkanya hbs susi cabut, blm/nggak ada maskapai yg gantiin rute JBB-Sumenep, krn rute itu dinilai nggak nguntungin buat maskapai.

  90. ananda@ smoga masalah lahan itu sgera di selesaikan mas agar jbb bisa sama” maju dgn bwx.harapan saya jbb bisa jadi penyangga bwx kalau lagi cuaca buruk pesawat yg mw landing bisa di alihkan ke jbb biar gak trlalu jauh daripada kembali ke sub.smoga bwi dan jmbr bisa maju brsama sama.hehehe

    • Kalo menurut saya pribadi nih mas, pengembangan JBB buat skrg nggak perlu muluk2 dulu buka’ rute komersil yg jauh2 spt. ke CGK, tpi min. bisa jdi embarkasi haji buat area Jember, bondowoso, situbondo, dan lumajang spt. program yg dibuat sm bupati Faida, krn memang sdh jelas kalo jumlah jamaah haji tiap thnnya dari tapal kuda khususnya dari 4 kab. itu sangat banyak, dan hal ini juga’ penting buat ngurangi kepadatan penumpang calon jamaah haji di Juanda.

  91. smoga masalah lahan itu sgera di selesaikan mas agar jbb bisa sama” maju dgn bwx.harapan saya jbb bisa jadi penyangga bwx kalau lagi cuaca buruk pesawat yg mw landing bisa di alihkan ke jbb biar gak trlalu jauh daripada kembali ke sub.smoga bwi dan jmbr bisa maju brsama sama.hehehe

    • Kalo pandangan saya pribadi nih mas, pengembangan JBB buat skrg nggak perlu muluk2 dulu buka’ rute komersil yg jauh2 spt. ke CGK, tpi min. bisa jdi embarkasi haji buat area Jember, bondowoso, situbondo, dan lumajang spt. program yg direncanain sm bupati Faida, krn memang sdh jelas kalo jumlah jamaah haji tiap thnnya dari tapal kuda khususnya dari 4 kab. itu sangat banyak, dan hal ini juga’ penting buat ngurangi kepadatan penumpang calon jamaah haji di Juanda, sekalian juga’ buat mangkas waktu perjalanan darat dari Jbr ke juanda. hehee..

      • Mohon maaf mbak/mas Ananda-tujuan saya juga tidak menggurui hanya Share informasi dan mohon maaf jika sangat panjang.

        terkait dengan embarkasi mungkin perlu di telaah lagi, apa JBB memang Di tujukan sebagai embarkasi atau hanya pengubahan moda dari BIS ke pesawat? Karena perubahan moda pun akan sangat terkait juga besar kecilnya pesawat dan hal itu akan sangat terkait dengan Spesifikasi Runway, Appron dan fasilitas lain dari suatu bandara. Saya pikir kata ‘g usah muluk-muluk rute JKT asal jadi bandara embarkasi’ itu kebalik lho… rata-rata bandara embarkasi transit(satuan embarkasi terkecil) punya rute ke JKT lebih dulu baru jadi bandara Embarkasi Transit kemudian jadi Bandara Embarkasi Antara atau bisa loncat langsung ke embarkasi antara jika memang di sangat butuhkan.

        Berdasarkan UU ada 3 jenis embarkasi, dari yg terbesar adalah embarkasi(utama), embarkasi antara dan embarkasi transit. Saya ambil contoh, Berdasarkan Dirjen Perhubungan Udara tahun 2015 bandara embarkasi antara (saya ambil contoh itu karena sesuai dengan cita-cita bupati Jember) ada beberapa bandara yang dijadikan embarkasi antara, yakni BANDARA TJILIK RIWUT – PALANGKARAYA, BANDARA RADIN INTEN II – LAMPUNG, BANDARA FATMAWATI – SOEKARNO – BENGKULU, BANDARA SULTAN THAHA – JAMBI

        Jadi jika JBB ingin dijadikan sebagai bandara embarkasi antara itu artinya minimal JBB harus punya fasilitas yg sama atau lebih tinggi dari bandara-bandara tersebut. Mulai dari Sisi Udara, antara lain dari angka ketebalan/ PCN, panjang serta lebar Runway(RW), nilai PCN dan lebar appron dan pada Sisi darat seperti adanya Imigrasi, Karantina dan Terminal yang mampu menampung 1 kloter haji untuk sekali jadwal terbang.

        Mari kita bahas satu-satu. Mulai dari sisi udara: ketebalan atau nilai PCN JBB itu yg tertulis di Webnya Dephub(resmi) adalah 16 FCYT dengan panjang RW 1200m lebar 30m, appron seluas 60x40m(belum bisa menampung 1 pesawat ukuran terkecil dari pesawat haji yg umumnya digunakan, yakni seri B737-900) dengan ketebalan 16 PCN FCYT. kemudian dengan terminal JBB yang ukuran Max nya hanya melayani 100 orang(di web tidak di tulis ukuran nya). Kita ambil 1 contoh perbandingan yakni Bandara radin inten II, RW dia 2500 x45m dengan PCN 63 FCXT, appron 540×80 m dengan ketebalan 63 PCN (bisa menampung sekitar 2-3 pesawat B737-900NG dalam 1 jam) dan terminal dia bisa ratusan orang per hari.

        Untuk pemberangkatan haji di embarkasi antara, maka 1 kloter harus diwajibkan berangkat di hari yang sama dimana 1 kloter biasanya berisi 300-400 orang. Jadi minimal harus tersedia 3-4 pesawat B737-900NG di hari bahkan jam yg sama.

        Dan mohon maaf sekali lagi, tipe pesawat itu adalah tipe pesawat yg isi 180 an(2,5x lebih besar dari pesawat ATR72-600 yg si gunakan untuk rute SUB-JBB skrng) dan merupakan pesawat yang umum di pakai untuk rute ke Jakarta dari manapun se Indonesia, bahkan sering digunakan untuk rute internasional yang dekat. Dan pesawat tersbuy untuk mendarat dan tinggal landas di suatu bandara minimal butuh RW 2500m dengan ketebalan minimal adalah 40 PCN.

        Pertanyaan saya adalah(dan saya coba jawab sesuai kemampuan dan pengetahuan saya)
        Apakah spesifikasi JBB sudah memenuhi untuk pesawat tersebut mendarat?(belum)
        Apakah appron JBB bisa untuk parkir 3-4 pesawat itu?(satu aja blm apa lagi 3)
        Apakah JBB sudah punya ILS dan NDB (untuk navigasi pesawat yang canggih)? (Belum)- pengalaman dari BWX yg saya tahu pengadaan ILS saja bupati Anas minta mulai 2010 baru tahun depan di kasih pusat karena tiap bandara minta ke pusat termasuk yang sudah besar-besar.

        sudah punya PPK-PK yang advance, mobil pengisi avtur, prakiraan cuaca imigrasi, karantina dll?(belum, hanya pemadam Kebaran standar dan imigrasi yang sudah di miliki Jember)
        Jika perbaikan Dan pengadaan semua itu baru akan di bangun apakah 3 tahun cukup? (Tidak tahu)

        Dan pertanyaan berikut tidak saya jawab karena orang Jember yang lebih tau

        Kalaupun kemudian minta di anggarkan pusat apakah legalitas lahannya sudah clear?
        Apakah hubungan Bupati dengan DPRD dan Pemerintah-pemeritah atas nya baik?

        Karena semua program bupati tidak akan berjalan tanpa persetujuan DPRD dan Pemerintah atas juga akan mikir-mikir mau mbantu JBB karena legalitas lahan, yang ada nanti niat bantu tapi di tangkap KPK lagi, makanya di comment sebelumnya, point pertama yang saya kritisi adalah hubungan bupati dengan DPRD dan pihak lain.

        Karena janji bupati Faida itu 5 tahun sudah jadi embarkasi yg karena begitu banyak di kritik jadi beliau ralat yang akhirnya hanya jadi Embarkasi antara. ini sudah berjalan hampir 1 tahun kepermerintahan beliau, dan yang saya tahu dari berita dari sumber manapun maupun cetak online dsb tahun depan Jember tidak menganggarkan pengembangan bandara, karena DPRD akan langsung coret anggaran itu jika Lahan belum di clear Kan.

        Kemudian jika pada akhirnya JBB sementara hanya sebatas perubahan moda dari BIs ke pesawat pertanyaan selanjutnya yang perlu di jawab adalah :

        apakah praktis dan efisien jika angkutan haji dari Jember dan sekitarnya menggunakan pesawat ATR72-600 yang isi Max 72 orang? mengingat kembali lagi 1 kloter harus di Berangkatkan di hari yang sama dan artinya harus tersedia 5-6 penerbangan per hari.

        maskapai mana yang bisa digunakan untuk itu? Karena hanya sedikit maskapai yang punya pesawat tipe itu atau yang se ukuran dengan pesawat tipe tersebut. Dan mreka pun pasti tidak mau mengorbankan garapan rute yang dilayani tipe pesawat tersebut yang mreka punya hanya untuk kemudian di sewa untuk melayani JBB-SUB untuk haji dan jika pun akan menyewa dari luar negeri apakah Kementrian agama mau menyewa pesawat tersebut untuk kemudian di digunakan untuk di JBB?

        Ini kenapa saya bilang jika penambahan rute, frekuensi, dan besar pesawat yang di gunakan itu sangat tidak gampang namun jika serius maka pasti bisa dan tidak seperti bis, yang cukup beli bis dan garap ijin udah kelar. Perlu semua bergerak termasuk masyarakat Jember untuk mencapai cita-cita mulia dari pemimpinnya untuk mulai melakukan serangkaian proses dari sekarang.

        Terimakasih, mohon maaf jika menyinggung dan maaf juga panjang.

        • @Al: Sebelumnya terimaksih sdh memberikan pencerahnnya mas Al. Penjelasannya sangat terperinci. Memang benar itulah kendala2 yg dihadapi JBB dlm cita2nya jadi bandara embarkasi haji, terutama masalah status lahan. Tpi semua kendala itu harus diatasi, antar lembaga (Bupati, DPRD, Dishub) di pemkab jember harus saling bersinergi, tdk perlu ada gap lagi antar lembaga2 itu. Krn memang sdh jelas potensi JBB utk jdi embarkasi haji (khusunya embarkasi antara) dari sisi penumpang tdk perlu dipertanyakan lagi, krn jamaah haji dari wilayah tapal kuda sering jdi yg tertinggi tiap tahunnya, bahkan utk thn ini kuota haji Jember tertinggi se-jatim. Btw apa sampeyan kerja di instansi yg berhubungan sm penerbangan gitu mas?

  92. untuk sementara memang lebih baik fokus dulu ke rute sub-jbb mas sambil meningkatkan frekwensi agar bisa melayani pnumpang biasa dan yg umroh.ada isu dari pihak jmbr ingin ada rute dps-jbb dan mlg-jbb itu prkembangannya gmn mas sekarang,apa garuda yg layani atau berharap maskapai lain yg layani?mas ananda punya info gak.
    itu lahan bandara yg di pakai milik PTPN ya mas?

    • Iya memang yg realistis nambah freukuensi rute yg udh ada dulu, krn rute yg udh ada (SUB-JBB) itu merupakan rute utama pebisnis. Sedangkan rute2 lain yg diwacanakan itu bkn rute pebisnis, tpi lbh ke rute wisata. Kalo wacana buka’ rute JBB-MLG itu cuma wacana kabar burung aja mas, wacana yg lbh kuat rencana buka rute JBB-DPS, itu berdasarkan survei kecil2an yg diadain sm kepala UPTD JBB lewat akun facebook pribadinya, beliau menananyakan ke masyarakat Jember jika seandainya buka rute baru, rute mana yg paling banyak diinginkan masyarakat? Jawabannya yg paling banyak pengen JBB-DPS. Bisa diliat di link saya itu mas hal. 212. Tpi itu ya mendingan balik lagi ke keadaani awal, mesti realistis. Sebelum buka’ rute baru, mending nambah frekuensi rute yg udh ada dulu, min. jdi 2x sehari, baru selanjutnya buka’ rute* baru yg dinilai potensial.
      Kalo status lahan bandara yg dipake’ itu KSO (Kerja Sama Operasional) antara pemkab Jember sm PTPN 12

      • Th lalu kalo tdk salah juga ada wacana JBB mau ngelayani kargo, tpi nggak tau mau direalisai kpn, dan saya pribadi juga kepengen itu. Krn potensi pengiriman barang pasti ada, dan syukur2 pengiriman barang bisa dipercepat pake’ pesawat. Dan mudah2an bisa segera terwujud. Amiinn.

  93. Al@ wah saya salut sama informasi yg mas sampaikan begitu detail sekali.hehe
    ijin bertanya mas,kalau untuk bwx sendiri dgn fasilitas yg saat ini terus di kembangkan,apakah ada peluang menjadi embarkasi antara di tahun tahun depan?semoga ada biar mudah bagi jemaah haji se besuki.hehe

  94. Ijin ikut komen
    Untuk saat ini menurut saya JBB masih kalah jauh dengan BWX. Seharusnya Pemkab Jember harus (jgn malu) belajar banyak dari Pemkab Bwi yang bisa melobi kalangan2 yang bersangkutan dengan kebandarudaraan. Yang jelas JBB juga punya pontensi yg sangat baik.

  95. Mas @dewa, sepertinya kalo pemimpin banyuwangi mau bisa-bisa aja sebenernya toh tahun depan RW BWX sudah 2500m x 45m dengan ketebalan 54 PCN FCYT dan appron nya (kalo merujuk ke appron ke dia yang udah jadi) punyaketebalan 73 RCYT dengan lebar apron ke-3 yang mau di bangun ini aja bisa dijadikan tempat parkir 3-4 pesawat tipe B737-900 atau 2-3 pesawat A330 yg isi 220++, orang penebalan dan pelebaran RW, pembangunan appron dan penambahan fasilitas lain udah dianggarkan sama Pemerintah pusat dan insyaallah semua kegiatan pengadaan fasilitas, pembangunan dari pusat + peresmian terminal barunya akan di dilakukan di bulan Maret 2017

    aslinya Gegara pembangunan itu juga NAM Air/Sriwijaya yang harusnya garap rute CGK-BWX mulai bulan ini sama Kemenhub di minta mulai Maret April 2017, maksudnya kemenhub juga baik biar sekalian Seriwijaya G perlu pakek B737-500(isi Max 120)nya yang notabenenya itu pesawat terkecil dari Seri B737 dan termasuk pesawat yang umurnya udah tua, Kan ngeri-ngeri sedap Gt kalo naik pesawat tua.

    Kemudian kalo ngomongin yang udah jadi dan berfungsi itu apron ke-1 nya bisa nampung 2 ATR 72-600(isi 72) dan apron ke-2 bisa nampung 1 B737-900NG(isi Max nya kalo g salah 200 orang) atau 3 Pesawat Bombardier CRJ-1000(isi Max 98). Dan spesifikasi RW nya yg skrng Max ukuran pesawat yang bisa mendarat adalah tipe Bombardier CRJ-1000 atau yg se tipe (kemarin Wapres ke BWX juga bawa pesawat jenisnya sama dengan tipe tersebut, bawa 2 lagi sama rombongannya)

    Terkait untuk jadi embarkasi dengan level apapun bupati Anas sepertinya kurang menginginkan hal itu, mungkin karena g enak sama bupati faida, yang notabenenya masih sahabat beliau g mungkin Kan bupati faida yang punya cita-cita trus Pak Anas nyerobot Gt aja… berdasarkan pidato-pidato beliau yang saya ikuti beliau lebih menginginkan BWX di 2017 punya rute domestik CGK-BWX ada dan banyak, DPS -BWX hidup lagi dan frekuensinya banyak, trus kemudian 2018 jadi bandara Internasional yg garap jarak sedang karena inceran bupati Anas itu wisatawan Singapur, Malaysia ,Cina dan Australia. Karena fokusnya nyasar turis, pebisnis dan investor. Dan saya pribadi lebih mendukung hal tersebut daripada ngotot jadi embarkasi yang fungsinya hanya setahun sekali, saya pribadipun lebih menginginkan BWX Rame tiap hari dengan bawa banyak turis-turis manca tiap hari daripada harus ngotot jadi embarkasi haji yang ramenya setahun sekali.

    Tapi jika kemudian hari akhirnya BWX yang di pilih kemenag sebagai Embarkasi Antara se eks karisidenan besuki ya tetep harus melayani dengan excelent service dan saya berharap temen-temen JBB bisa ridho, se ridho orang banyuwangi ketika nanti JBB yg di pilih sebagai Embarkasi antara. Toh ya tujuannya mempermudah orang naik haji.

    Mungkin untuk lebih jelasnya segala informasi tentang BWX bisa mas dewa gabung di forum BWX | Blimbingsari Airport | Banyuwangi, East Java, sekalian kita blajar dan diskusi mengenai seluk beluk Pesawat Bandara dll khusunya tentang BWX(cari di Google pasti lamgsung ketemu), saya juga baru belajar kok. daripada Di sini oramg beritanya kapan kita diskusi sampek tahun kapan.hahaha

    Maaf ya panjang lagi karena emang perlu detail kalo ngomongin hal tersebut.

    • mas @Al: Kalo misal dua2nya JBB dan BWX sama2 jdi embarkasi haji gitu apa tdk boleh mas? Mohon pencerahnnya. Terima kasih.

      • jelas pertumbuhan bandara banyuwangi lebih cepat daripada bandara jember, soalnya bandara jember itu murni dari APBD budan APBN seperti bandara banyuwangi.

  96. Al@ infonya lengkap sekali mas,kagum saya sama sampeyan.hehe
    mas itu bneran RW lebarnya jadi 45m?soalnya yg saya tau proyek RW tahun depan cuma prpanjangan 2500m dan overlay jadi 54pcn.
    Mudah”an lngsung pakai b738 mas.hehehe
    apron lama kira” akan di biarkan tetap ada atau di hilangkan mas?
    Kemarin wapres pakai avro RJ85 mas yg kapasitasnya mirip bombardier CRJ1000 dan jg ada fokker 100 yg bentuknya mirip DC8/9 dgn kapasitasnya mirip b732.itulah untuk prtama kalinya BWX di pakai landing dan takeoff pesawat narrow body.hehe
    insyaallah mas,kalau ada info baru bagi” disini lgi mas,biar saya dan mas ananda jg tau biar diskusinya makin baik.hehe smoga rute internasionalnya di buka 2018.amin …

  97. @ananda, saya bukan pekerja di bandara cuma hobi dan pemerhati masalah bandara dan pesawat.hehehe

    Kalo ditanya masalah apakah bisa dua-duanya kayaknya jawabannya g bisa karena berdasarkan UU untuk embarkasi Transit saja harus melayani minimal 16 kloter atau minimal 5000 orang. Untuk Jember saja tahun kemarin meskipun jadi 1 diantara 4 kantong haji di Jatim hanya 2100 sekian orang. kalo se eks besuki baru bisa 5000 an orang dan kalo g salah se besuki 18-20 kloter semuanya, maaf kalo kurang tepat jumlah kloternya. Untuk jadi embarkasi antara lebih berat lagi syaratnya. Jadi ya jika nanti JBB dan BWX jadi setara(fasilitas, sudah ada asrama dll) pasti dipilih salah satu. Makanya saya pribadi pengennya JBB aja yg jadi bandara embarkasi apapun levelnya, Kan ya aneh jadinya orang penumpang haji nya terbesar se besuki itu Jember kok malah BWX yang jadi embarkasi. Juga terkait pemerataan Orang bupati faida punya cita-cita jadi embarkasi dulu itu temen-temen saya dari timur pada protes, katanya di timur aja masih sedikit embarkasinya masak Jatim udah minta 1 embarkasi lagi.

    Saya juga g pernah mempermasalahkan Rame g nya penumpang karena JBB juga punya prospek yg bagus karena melayani 3 1/2 kabupaten (Lumajang timur juga bisa di layani) sementara BWX cuma buat orang Banyuwangi sama Situbondo bagian asembagus dan sekitarnya + turis. Makanya yg saya kritisi adalah terkait kalo JBB tidak segera di bangun-bangun takutnya akan bernasib seperti MLG(terlepas dari statusnya yg gabung sama TNI, meskipun JBB juga di web resmi nya operator JBB juga TNI) MLG susah banget mau berkembang karena dominasi SUB, mau dijadikan internasional aja di PHP terus itu MLG, malah gubenur Jatim mau bikin bandara setara SUB lagi di Malang selatan, Kan ngenes bgt nasibnya udah bikin terminal barunya aja 3 kabupaten patungan eh mau di buatin saingan berat 1 lagi. Karena orang Malang juga lebih milih SUB karena tiketnya lebih murah+ jaraknya deket apalagi dah ada tol. Jadi mumpung BWX belum jauh banget perkembangannya ayo lha JBB di bangun juga biar berkembangnya sama biar cita-cita pemimpinnya tercapai, Gt maksud utama saya.

    @dewa: itu saya Denger dari pidato bupati Anas mas +baca berita, saya salah satu orang yg g brani g percaya kalo hal itu keluar dari mulut bupati dan di artikel-artikel online juga banyak di muat, moga aja bareng semua jadi selesai semua Atau Emang sudah dianggarkan tapi itu proyek pada tahun yg sama, jadi mungkin overlay Maret pelebaran akhir tahun, sukur-sukur kalo bareng semua. Kan makin gede pesawatnya OMG nya yg di butuhin juga makin lebar.

    Masalah Wapres kemarin ya bener tipe spesifiknya yg mas sebut, waaah… kayaknya mas mulai perhatian bgt ini sama BWX.hehehe… Kmrn saya nyebut se tipe sama bombardier CRJ-1000 biar praktis aja.hahaha

    Masalah appron 1 kayaknya bakal di ratakan deh untuk pelebaran RW Strip dari 150m ke 300 M, buat ILS nanti, orang terminal yg lama yg kecil aja mau di hancurin karena disitu itu tempat appron ke 3 yang mau dibangun(di depan terminal baru), kalo g sementara tetep di pakek tapi buat parkir pesawat-pesawat latih, sebelum sepenuhnya di alihkan ke JBB n Sumenep. Karena di beberapa berita yang saya baca JBB sama Sumenep bakal jadi home base 3 sekolah pilot di banyuwangi, BWX udah g bisa lagi karena makin ramenya pesawat komersil. Harusnya seh JBB juga bisa gandeng sekolah pilot juga biar Rame g cuma jadi home base nya sekolah pilot Di BWX, karena BWX Rame juga salah satu penopang nya adalah keberadaan 3 sekolah pilot itu.

    Terimakasih

    • Lohh MLG bukannya udh lama jadi bandara inter ya mas Al?? Kalo soal fenomena lebih banyak orang malang naik pesawat dari SUB itu memang saya udh tau, krn ya itu tarif pesawatnya lbh murah, sama spt. fenomena lebih banyaknya orang Bandung naik pesawat dari CGK daripada dari BDO utk pergi ke selain arah timur.
      Trus apa pertimbangan bangun bandara Purboyo yg sekelas SUB di malang selatan itu ya mas? Kan kawasan selatan jatim blm berkembang pesat, krn JLS blm kelar, dan tujuannya buat meng-cover daerah mana aja ya mas?

    • Lohh MLG bukannya udh lama jadi bandara inter ya mas Al?? Setahu saya gitu. Kalo soal fenomena lebih banyak orang malang naik pesawat dari SUB itu memang saya udh tau, krn ya itu tarif pesawatnya lbh murah, sama spt. fenomena lebih banyaknya orang Bandung naik pesawat dari CGK daripada dari BDO utk pergi ke selain arah timur.
      Trus apa pertimbangan bangun bandara Purboyo yg sekelas SUB di malang selatan itu ya mas? Kan kawasan selatan jatim blm berkembang pesat, krn JLS blm kelar, dan tujuannya buat meng-cover daerah mana aja ya mas?

  98. @ Ananda, jika di lihat dari Hubud.dephub.go.id untuk bandata MLG masih tertulis domestix AirPort dan jika pun sudah jadi internasional pasti sudah buka rute internasional dari dulu, buktinya sampai skrng belum ada.

    Nah itu juga point saya, maaf sebelumnya ini hanya perumpamaan:jikalau nanti BWX yang lebih dulu punya banyak rute dan frekuensinya banyak(selain ke SUB) dan jika di saat yang sama JBB baru merintis menggarap rute yang sama… maka yang jelas selain BWX dapet pelanggan lebih dahulu juga tiketnya pasti lebih murah. Toh jarak JBB BWX unda undi sama SUB MLG cuma beda Medan aja. Saya hawatir nya JBB akan bernasib seperti MLG yg ada tapi tetep kalah karena dominasi bandara sebelahnya, makanya sangat perlu untuk segera di setarakan dengan BWX.

    Kalo cuma ke SUB seh pasti g mungkin terganggu penumpang JBB, terganggu pun g sampek mayoritas mengurangi jumlah penumpang JBB. Yg saya takutkan itu rute-rute lainnya terutama CGK/HLP karena BWX sudah pasti awal tahun depan. Sementara JBB untuk di darati pesawat Bombardier CRJ-1000 saja masih blm bisa karena RW yg kurang panjang dan kurang tebal juga appron yang tidak cukup tebal. dimana pesawat tipe itu atau sejenisnya adalah pesawat jet ter kecil yg di ijinkan ke CGK, karena CGK sudah tidak menerima pesawat baling-baling. Kalaupun dari HLP agar bisa pakek ATR72-600 untuk rute HLP-JBB sepertinya juga belum bisa selama JBB belum punya mobil avtur dan fasilitas lainnya, karena tanki avtur pesawat tersebut yang kecil jadi tidak bisa di pakek langsung JBB-HLP PP tanpa isi avtur dan saya blm pernah melihat ada ATR72 600 yang di pakai untuk rute terbang di atas 500km tanpa isi avtur meskipun Range pesawat itu aslinya bisa menempuh 1200an km, mungkin Max kalo pingin PP tanpa isi avtur itu tujuan Semarang-JBB/JOG-JBB, selain itu kebanyakan kalo rute jauh maskapai enggan memakai pesawat kecil, mungkin karena rugi atau takut tiketnya mahal jadi g kebeli.

    Untuk masalah MLG yg baru saya kurang paham, apa maksud dan tujuan gubenur. Gubenur juga tidak pernah secara gamblang menyebut apa alasannya.

    Tapi dugaan saya karena beliau keberatan mau ngasih ijin ada bandara di Trenggalek dan sekitarnya terkait masih susahnya membuka wilayah udara Iswahyudi Madiun. Meskipun saya pribadi melihat wilayah mreka lah yang sangat butuh ada bandara karena nampaknya kurang begitu punya akses kemana-mana, daripada di taruh di Malang selatan yang notabenenya sudah ada MLG, yang mana untuk ke Malang selatan dari wilayah mreka pun masih jauh.

    • Itu memang yg jdi kekhawatiran JBB ke depannya, takut bernasib sm spt. MLG yg terdominasi oleh bandara sebelahnnya. Tpi jika nantinya BWX lbh mendominasi tapal kuda, saya yakin nasib JBB tdk akan seburuk nasib MLG, mengingat di antara Jbr-Bwi ada halangan medan, ditambah lagi tdk adanya tol Jbr-Bwi. Jdi itu menyebabkan watu tempuh perjalanan darat Jbr-BWX lebih lama daripada Mlg-SUB, yg notabene tdk ada halangan medan, serta nanti waktu tempuhnya akan semakin cepat dgn dibukanya tol Pandaan-Mlg.

      Utk bandara baru di selatan jatim sendiri saya juga’ kurang setuju kalo dibangun di Malang selatan, lebih setuju dibangun di wilayah ex karesidenan Kediri yg notabene di sana blm ada bandara, terutama dibangun di Tulungagung, krn menurut analisa saya sendiri, jarak Tulungagung – Sby tdk terlalu dkt, dan mudah dijangkau dari 3 kabupaten di sekitarnya (Trenggalek, Kediri, dan Blitar).

      • @ananada, Yang bisa dan memungkinkan JBB dengan kondisi skrng tanpa perlu nambah-nambah apa2. ya tambahan rute ke DPS JOG/SOC atau SMG, cuma masalahnya Maskapai yg punya ATR72-600 dan regular/bukan Carter cuma GA sama Wings, ada yg lain tapi lebih kecil itupun kalah nama sama mreka berdua dan stok pesawat mereka sudah habis di pakai semua.

        Dan khusus ke DPS kayaknya yg paling sulit…BWX aja udah setahun belum di kasih-kasih slot nya karena padatnya slot terbang si DPS, ada tapi syaratnya sore/malem lha ILSnya blm kepasang jadi g bisa terbang malem,.

        Untuk rute JBB-MLG yang saya denger sepet di minta dishub Jember, kayaknya juga susah, karena biasanya sebelum maskapai Nemu rute lanjutan dari MLG, maskapai g mau garap rute-rute baru kayak Gt, kecuali emang maskapai perintis.

        Orang setau saya pesawat GA yg ke JBB itu adalah pesawat yg sama dengan yg di bawa ke BWX, pagi jam 6 Ke BWX balik ke SUB jam 7.30 istirahat sejam di SUB, Jam 9.30 brangkat ke JBB jam 10an balik ke SUB dan jam 12 brangkat lagi ke BWX.

        dulu opsi GA antara nambah frekuensi ke BWX atau ganti armada ke bombardier yg lebih besar dan ternyata di pilihnya nambah frekuensi. Karena GA tau kalo bawa bombardir g bisa di pakek ke JBB. dari penjelasan saya ini Aslinya bisa aja JBB minta tambah frekuensi ke GA buat sore tapi g tau Slot di SUB ada apa g buat jam 2an, saya juga kurang paham jam pelayanan nya JBB sampek jam brapa.

        Wings Jg kayak Gt yg ke BWX, karena begitu sebelum/sesudah ke BWX itu pesawat di pakek ke rute SUB-SOC PP. makanya g bisa bolak balik 2x ke BWX, pas punya stok pesawat eh sama kemenhub di suruh garap rute HLP-Tasik. Ya udah jadinya ijin Frekuensi tambahan ke BWX sudah approval eh pesawatnya g ada. Mau maksa pakek pesawat yg sama takut kemudian delay, jam pelayanan regular BWX masih jam 16.00 Max Sementara jam tambahan yang Wings minta jam 3. Kalo delay lama kemudian ternyata BWX dah tutup ya brarti Wings harus siapkan hotel buat penumpangnya untuk brangkat besoknya, namun karena dia LCC kok rasa-rasanya juarang buanget Wings sampek mau ngasih hotel meskipun delay nya karena kesalahan Wings sendiri. Saya pribadi seh kecewa karena tambahan frekuensi Wings air di BWX di undur, jadinya g bisa pulang sore kalo pengen pulang, tapi ya mau gmn lagi… karena pasti tiap maskapai yg bukan maskapai perintis pasti punya perhitungan bisnis yg sangat matang ketika akan nambah frekuensi dan rute baru.

        Perlu libatin buanyak pihak seh kalo tambah-tambah rute dan frekuensi dan ribet.

  99. Ananda@ kira” pakai pesawat apa mas untuk cargonya?

    Al@ iya mas smoga pelebarannya jg dilakukan tahun dpn.hehe krn saya senang lht prkembangan bwx yg gencar mas jdi selalu ngikuti prkembangannya.
    iya mas spertinya hrs diratakan agar lbh safety krn posisinya cukup dekat dgn RW.betul mas harusnya jbb jg gandeng skolah pilot.
    mas saya mau tanya arti dari FCYT/RCYT itu apa yg biasanya ada dibelakang nilai PCN RW ataupun apron.?

    • msh blm direncanain mas pake pesawat apa buat kargonya, itu baru rencana aja.

  100. @dewa. Kalau tahun depannya seh Pati tapi kelarnya bareng overlay atau gak nya itu yg g pasti.

    Itu semacam klasifikasi mas. Per hurup punya arti.
    Dari depan
    Hurup ke 1 ada 2 tipe, kalo RW/appron nya dari aspal brarti (F: flexible) kalo dari cor coran (R:Rigid/cor),
    hurup ke 2 itu semacam kualitas dari permukaan bawahnya/subgrade, biasanya di lihat dari campuran, ada tidaknya gelembung udara air dll (ngitungnya pakek metode CRB, gmn cara ngitungnya yg ini orang teknik yg paham, saya kurang paham) yang paling jelek itupun kasih hurup D trus paling bagus A, rata- rata di Indonesia itu C, hurup B aja udah bagus dan biasanya yg punya itu bandara sekelas SUB kalo bandara yang sedang2 C semua.
    Hurup ke 3. Itu daya tahan RW/Appron dalam menerima tekanan ban pesawat. W Itu paling bagus dan mau ban pesawatnya nekan brapa satuan psi juga tetep sanggup, trus XMax tekanan ban hang bisa di tangani 1.75 MPa (254 psi) Y Max 1.25 MPa (181 psi) danyg Paling jelek ZMax 0.5 MPa (72 psi), kalo di tanya di Indonesia itu umumnya yang mana? sementara yg punya hurup W itu CGK, dan X beberapa, Y yang banyak apalagi bandara kecil-kecil.
    Hurup Ke 4. Adalah cara atau teknik pengujian nilai PCN, dia mana T itu pengujian teknis(di bor trus uji lab dan segala macemnya) dan U itu pengujian non teknis, biasae pakek pesawat. Tapi metode ini udah jarang di pakek, karena ya ngeri2 juga mahalan pesawatnya dari pada RWnya.hahaha

    Bonus: juga ada istilah OMG, itu bukan oh my good tapi outter main gear atau Indonesia jarak sumber roda dengan bibir RW makin gede pesawatnya ya omg nya makin besar makanya ada RW yg lebar banget.

  101. Al@ hehe trimakasih mas,berkat penjelasan sampeyan saya jadi lbh paham tntng bwx.hehe
    mas saya berharap kedepan saat peresmian RI1 bisa datang.hehe

  102. Al@ mas kalau di lihat dari maket bwx,di apron trdapat pesawat dgn 4 engine,apa kedepannya bwx di proyeksikan bisa menerima pesawat yg lbh besar dari b737-900?mohon infonya mas.hehe

  103. @ dewa Kalo berdasarkan maket yg mas dewa lihat seh iya… tapi masih perdebatan mas, saya seh mengharapnya seperti itu. Hahaha… Karena berdasarkan rencana awal Appron yg didepan terminal baru itu untuk parkir 5 buah B737-800NG atau pesawat yg se tipe dan se ukuran, tapi kok pas Pak JK berkunjung malah di tunjukin maket appron nya untuk 4 wide body.

  104. Al@ hehe harapan kita sama mas.nah itu dia mas,saya lihat foto pak JK lagi lihat maket itu saya trtarik dgn miniatur pesawat yg ada di apron semuanya mnggunakan 4 engine.apa mungkin ini brkaitan dgn kunjungan prwakilan dari tiongkok itu ya mas?dulu kan pernah saat mereka berkunjung kesini mereka trtarik dan brsedia mmbawa wisman tiongkok kesini tapi syaratnya bandara harus bisa menerima pesawat wide body untuk 400 an orang.

  105. Al@ mas tadi saya baca brita online tntng kunjungan menhub ke bwx.di situ beliau blg kemenhub akan sgera mngerjakan proyek overlay RW 40pcn dan perpanjangan apron mas.apa perpanjangan RW tdk jadi mas?kalau perpanjangan apron setau saya itu kan melanjutkan proyek yg 2015 sempat trhenti krn terminal baru blm slesai shingga masih mnggunakan trminal lama yg seharusnya diratakan untuk tempat apron baru.

  106. pembicaraan temen2 semakin menarik, ternyata banyak pengamat yg hebat. kembali lagi berbicara masalah bandara, utk mewujudkan cita2 pengembangan jbb sebaiknya pemda & dprd (wakil rakyat) segera akur & kompak, pernah sy membaca artikel pernyataan petinggi dari maskapai Garuda bhw lokasi lapter notohadinegoro kurang ideal & sulit berkembang/dikembangkan krn dikelilingi banyak bukit/gumuk, shg sulit bagi pesawat berbadan lebar melakukan manuver utk pendaratan di jbb, karena itu sebelum melakukan pengembangan pembangunan lebih lanjut apkh kiranya perlu ditinjau lagi keberadaan lapter tsb dan menentukan alternatif lain/memilih lokasi lain yg lebih strategis di daerah dekat pantai selatan jember dan belum lagi masalah status tanahnya yg bergesekan dgn ptp 12. kalau begini terus jember akan semakin tertinggal jauh dari b-wangi. sy ber-angan2 jember & b-wangi memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat utk menyelenggarakan pesta olahraga berkelas dunia, pembukaan dilakukan di jember (JSG) dan penutupan di b-wangi (stadion diponegoro), krn kedua kota kabupaten ini mempunyai daya pikat dlm hal obyek wisatanya, shg para atlit akan terkesan akan keindahan Indonesia, khususnya di jember & b-wangi. sekali lagi pentingnya gerak cepat bagi pemda & dprd jember dlm mengambil keputusan yakni “satunya kata & perbuatan”, hidup jember & b-wangi.

  107. al@ mas tadi saya jemput kakak ke bandara blimbingsari,kok masih blm trlihat tanda” proyek pngerjaan overlay runway mas?padahal menurut brita proyek di mulai maret,dan skrng sdh masuk prtengahan maret.
    Tadi pnumpang yg datang maupun yg brangkat ramai,hal yg bagus meski cuaca hujan.:)

  108. @mas dewa, iya mas, sepertinya rencana pengoperasian bandara baru blimbingsari diundur, nggak mungkin bulan april 2017, pemerintah pusat banyak yg diprioritaskan selain banyuwangi. Nggak apa2 mas, dgn bandara baru dibuka pasti wisatawan akan membludak, sedangkan pemda b-wangi lagi membangun hotel2 berbintang sbg antisipasi dlm menghadapi musim liburan dimana kamar2 hotel berbintang pada penuh. benar2 luar biasa b-wangi diluar perkiraan banyak orang. justeru kab jember yg agak memprihatinkan, banyak masalah yg sebenarnya bisa diatasi spt polemik apbd 2017, status tanah bandara notohadinegoro, pembangunan gedung jember icon, dll. mudah2an semuanya bisa diatasi shg jember & b-wangi sama2 bisa berkembang maju sesuai harapan masyarakatnya menuju masyarakat adil & makmur. kembali ke terminal baru bandara blimbingsari sy punya prakiraan dioperasikan sekitar bulan agustus 2017 dan dibuka & diresmikan oleh bpk presiden jokowi.

    • masalah jember icon, yg jdi masalah utama itu posisi bangunanya yg berdempetan sama trotoar jln raya, walaupun pihak Lippo Plaza sendiri sdh nyedia’in tempat parkir di basement. Tapi ya semoga masalah itu cpt kelar, sm juga’ masalah tanah bandara yg statusnya msh Kerja Sama Operasional (KSO) dgn PTPN, semoga itu cpt kelar juga’. Tpi ada kabar yg cukup baik dari bandara Notohadinegoro, yaitu mulai desember kemaren sdh ngelayani pengiriman kargo ke Sby.

  109. Nur azis@ terminal barunya dibuka juni mas.entah direct flight bwi-jkt tetap bulan april atau juni jg.iya mas cukup prihatin dgn jember yg hub.pemkab dan dprd nya kurang harmonis.mdh”an cpt harmonis lg biar tdk brdampak jauh pada msyarakat jember sndiri.

  110. Ananda@ maskapai apa dan pesawat jenis apa yg di gunakan melayani kargo ke jember mas?

  111. @dewa: maskapainya Garuda, yg saya tau tujuannya ke SUB, nggak tau kalo mungkin ada tujuan ke kota lain.

  112. jenis pesawatnya ATR sepertinya ATR 72-600

  113. Ananda@ itu terjadwal atau hanya saat ada permintaan saja mas?

  114. @dewa: saya kurang tau terjadwal apa nggak mas, saya dpt infonya dari sini http://radarjember.jawapos.com/read/2017/02/06/1957/garuda-kini-layani-kargo/2

    • Itu garuda melayani cargo tapi dengan pesawat yang sama membawa penumpang. Hanya memaksimalkan space bagasi pesawat.

      • Makasih ngelengkapi infonya @Zen, setidaknya udh ada layanan tambahan di JBB meski cuma gabung sm pesawat penumpang.

  115. Baguslah kalau buka kargo mas,tapi kalau bandaranya cepat dikembangkan mungkin pswt jet jg akan mendarat di jbb.:D
    gmn mas prkembangkan mslh lahan bandara saat ini sudah menemukan solusi atau masih trganjal?

    • Hahaa.. iya pastinya mas bisa didarati pesawat jet. Target bisa jdi bandara embarkasi haji, sesuai sm program bupati Faida, sm ada penerbangan JBB-DPS itu udh cukup menurut saya. Kalo masalah status lahan skrg lagi dibentuk tim penanganan kejelasan status tanah bandara oleh pemkab, target dpt kejelasan status lahan bandara akhir thn ini, jdi nanti maksimal akhir thn ini harus dpt kejelasan apakah tanah milik PTPN 12 itu akan dihibahkan ke pemkab Jember atau tetep KSO dgn pemkab.

  116. Kalau akhirnya gak dihibahkan dan tetap KSO berarti jbb akan sulit dikembangkan ya mas?
    ya mdh”an dihibahkan mas biar cpt bisa dikembangkan.untuk pngembangan sendiri gak bisa cepat,contoh bwx mas pngembangan brtahap, 2013 dari 1400 ke 1800 panjang RW,lalu 2015 dari 1800 ke 2250.sekarang nambah pcn dari 27 ke 40.hehe untuk sektor RW 2013-2017 mas.5 tahun pngembangannya.:D
    itu blm ILS pula.
    Kalau di jbb mungkin bisa 5 tahun lbh mas untuk jadi embarkasi,kecuali kalau bandara yg ngelola AP pasti cepat pengembangannya.:D

  117. Ya itu mas kalo pd akhirnya tetep KSO, PTPN 12 gak mau menghibahkan ke pemkab, saya blm tau solusi buat pengembangan JBB kedepannya dari pemkab kaya’ gmn. Krn aslinya pemkab jember dan pemerintah pusat udh siap menganggarkan dana buat pengembangan JBB, cuman yaa itu ngganjal di status lahan aja. Saya juga berharap JBB bisa dikelola sm AP, krn memang AP’lah mastenya penerbangan, hehe.. Kalo BWX apa udh dikelola sm AP mas?

  118. Btw sampeyan domisli dimana mas @Dewa?

  119. bwi mas.

    Blm mas,mungkin kalau trend positif kenaikan penumpangnya tetap terus terjaga ada kemungkinan AP akan kelola mas.
    nah itu pusat udah mau bantu pngembangannya,kyknya bupati dan jajarannya prlu sgera menemukan solusi lahan itu mas.hehe
    mas apa dulu selain di lahan ptpn ada pilihan lain lahan yg mw dijadikan bandara jmbr?kalau memang ada pilihan lain,knp memilih lahan yg saat ini justru mnghambat pngembangn jbb.

    • Itu juga’ mas saya gak paham knp kok dulu pemkab bangun bandaranya di lahan PTPN. Knp juga’ kok pemkab dulu gak langsung beli lahannya PTPN aja jdi gak usah ada KSO sm PTPN. Mungkin nanti bisa tak tanyain ke tmn saya yg paham tentang perkembangan perkotaan khusunya perkembangan Jember mas.
      Ini mas saya punya link forum website yg ngebahas tentang perekembangan Bwi, mungkin sampeyan tertarik buat gabung di sini. ;) (y)
      http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1560276&page=209
      http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1808010

      Sampeyan di Bwi mana mas? Soalnya saya punya 2 saudara di Bwi, di daerah jajag sm muncar.

  120. gtg mas.
    Insyaallah mas.

    dulu pihak prwakilan Ga prnh blg untuk pswt yg lbh bsr sulit manuver di jbb krn letaknya yg dibukit saat mmbahas embarkasi itu mas.mungkin masalah ini jg prlu di selesaikan mas andai hibah lahan di setujui ptpn.sehingga kedepannya gak ada yg mnghambat pngembangan jbb.dan sprtinya prlu ada perda mas yg mengatur tntng jbb ke depannya siapapun bupatinya agar pengembangan jbb sbg embarkasi tetap dilanjutkan,agar saat proyek embarkasi itu bnr” brjalan kelak tdk akan mangkrak saat trjadi prgantian bupati.:)

  121. Memang ada bukit di dkt JBB, semoga pemkab segera punya solusi utk mengatasi kendala adanya bukit dkt JBB, mengingat itu hanya masalah teknis. Tpi yg penting status lahan JBB segera diselesaikan lbh dulu, krn itu yg sangat urgen.
    Oh iya mas, pelayanan kargo di BWX udh ke rute mana aja? Trus penerbangan BWX-DPS udh buka’ lagi kan ya?

  122. Kalau untuk pelayanan kargo terjadwal kyknya gak ada mas,adanya yg gak trjadwal seperti saat pmbangunan tambang,material”nya sebagian dibawa pesawat kargo saat itu.
    Blm mas,dari dps sendiri adanya slot malam,sdngkn bwx blm dipasang ils jadi kurang aman kalau trbng malam meski sbnrnya pihak airnav sdh mmberi lampu hijau untuk pnerbangan malam tanpa ils sementara.dan sampai saat ini ils blm dipasang pdhl janjinya maret kemarin,mungkin krn faktor bwx yg akan dikembangkan lagi sama pemprov jadi 2500×45 tahun depan,jadi proses pemasangan ils menunggu selesainya itu mas,sebab yg prnh saya baca biaya pemasangan ils 70% lbh mahal dari harga ils itu sendiri,untuk yg trmurah saja ils diatas 7M mas.soalnya pemasangan ils butuh telemetri ukuran runway yg akurat.jadi pemasangan ils gak bisa sembarangan.:)

    • Nah itu baguslah kalo pemprov juga’ ikutan bantu dana, itu krn status lahan BWX yg udh jelas milik pemkab, mangkanya pemprov gak segan buat ngembangin BWX. Trus dulu pas pembangunan BWX, proses pemkab Bwi utk nempati lahan itu dgn cara langsung beli bebasin lahannya atau KSO terlebih dulu spt. yg dilakukan oleh pemkab Jbr dlm pembangunan JBB?

  123. Bebasin lahan mas.iya alhamdulillah pemprov mau membantu jg mas,mdh”an jbb jg segera dibantu pengembangannya begitu status lahannya sdh jelas.
    Hehe mas saya lihat di youtube ada private jet jg yg ke jbb,kyknya bwi dan jmbr makin jadi tujuan investasi nih mas.hehe

  124. Iya mas memang ada pesawat pribadi di JBB, tpi saya cuma tau dari fotonya aja. Saya juga’ gak nyangka pas pertama kali liat foto ada beberapa pesawat pribadi di JBB, saya kira pesawat di JBB cuma 1, eh ternyata msh ada beberapa pesawat pribadi, hehe.. Bsk” saya mau main” ke JBB, mau liat’ langsung kondisi JBB skrg, udh lumayan lama juga’ saya nggak main” ke JBB. hehe

  125. Hehe saya malah brharap pas mnjemput kakak jelang lebaran tahun ini rute bwx-cgk udh beroperasi mas,sehingga bisa foto crj1000nya garuda.:D
    untuk apron jbb bisa menampung brp private jet mas?

  126. nah iya itu mulai lebaran ini ya mas mulai rute BWX-CGK? Kalo bisa nampung brp jet di apron JBB saya kurang tau mas, mungkin kalo minggu ini saya main” ke JBB, kalo bisa saya tanyain ke petugasnya di sana, sekalian juga tanya” seputar kejelasan status lahan JBB.

  127. iya mas bulan juni minggu ke 3 rencananya.
    Bagus itu mas,nanti kalau udah dpt info bisa kita diskusi brsama mas.:D btw mas al gak prnh nongol lagi,pdhl beliau infonya cukup lengkap untuk bwx ataupun jbb ya mas ananda?hehe

    • Haha.. , iya mas saya dpt info apapun pasti saya bagi’in di sini.. Iya mas padahal mas Al kan “the master of aviation”.. hehe.. Ayoo dong mas @Al muncul lagii.. :)

  128. sip mas ananda.:D
    hehe mungkin beliau lagi sibuk mas.:D ntar kalau muncul mdh”an bawa info baik untuk jbb dan bwx.:D

  129. Mungkin juga bandara jember perkembangannya sangat lambat dan masih sepi karena hal ini.

    http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/281780/buta_aksara_di_jember_tertinggi,_sampang_menyusul.html
    http://www.radar-x.net/2016/03/angak-kemiskinan-di-kabjember-41-dari.html?m=1
    https://arsip.suarajatimpost.com/pertumbuhan-ekonomi-jember-kurang-maksimal-kalah-dari-kabupaten-tetangga/

    Padahal jember adalah daerah yang beruntung karena secara geografis berada di tengah kawasan tapal kuda.
    Sudah banyak investor membangun gedung dan banyak universitas, jember masih seperti ini. Sayang sekali.

  130. sebenarnya bersyukur memiliki kota jember or b-wangi, karena kedua kota tersebut sama2 memiliki kesuburan tanah, panorama alam indah, ijo royo2, dlsbg yg membuat wisatawan, pebisnis jatuh hati. sayang kemajuan jember agak tersendat karena masalah internal, adanya polemik yg berkepanjangan antara pemkab dan dprd. pembangunan & pengembangan bandara jember sangat penting, mau tidak mau, suka tidak suka berdirinya sebuah bandara sekali lagi “sangat penting”. tuntutan bisnis transportasi sdh tidak memadai lagi karena kemacetan di-mana2. bandara yg ada di jember saat ini sepertinya sdh tidak memadai lagi, krn selain gesekan dgn ptp-12, juga lokasinya kurang aman krn banyaknya gumuk/ gundukan tanah disekitar lokasi bandara, sy pikir perlu ada alternatif lain untuk memindahkan/ menentukan lokasi lain yg dekat dengan pantai seperti bandara b-wangi. mudah2an ada pemikran dari pemkab/masyarakat jember sebelum ada upaya/ rencana pengembangan bandara lebih lanjut. kalau nggak jember akan semakin tertinggal dgn b-wangi, padahal sebelumnya b-wangi kalah mentereng dgn jember. tapi sy yakin kedua kota tsb jember & b-wangi akan lebih maju dan bisa mensejajarkan dengan kota2 seperti jogya & solo. bravo jember & b-wangi.

    • Memang kemajuan Jember skrg agak tersendat mas, tpi agak tersendat jgn ada yg mengartikan sbg. kemunduran lho yaa, hehe.. Investasi dan perkembangan kota tetep meningkat, bahkan lbh gencar dlm beberapa thn ini dibanding dekade yg lalu, sekalipun gak segencar Bwi dlm beberapa thn ini.

      Terkait dgn letak JBB yg ada dkt gumuk, itu memang wajar aja sih, krn sejatinya Jember itu daerah seribu gumuk, yg artinya di setiap kecamatan di kab. Jember pasti aslinya ada aja gumuk, jdi kalo bandaranya mau dipindah ke mana aja di daerah Jbr, ya mesti ketemunya sm daerah yg gak jauh sm gumuk. Kalo solusinya bandara dipindah ke pesisir, nggak mungkin mas, krn pesisirnya jauh dari pusatnya Jember/jember kota. Beda sm Bwi, knp BWX dibangun di pesisir/ Ya krn letak Banyuwangi kota dkt pesisir, jadinya BWX dibangunnya di pesisir juga’ yg dkt sm pusatnya Bwi.

  131. benar, sy rindu akan tulisan/komentar mas Al, pakar kebandaraan/ kedirgantaraan.

  132. Ananda@ saya setuju dgn pendapat sampeyan mas,kalau jbb di pindah kok rasa”nya akan butuh biaya besar dan akan butuh waktu lama lagi pngembangannya.menurut saya jbb tdk perlu pindah,krn yg trpenting saat ini status lahan jls shingga bisa sgera di kembangkan.untuk bukit” yg brpotensi mengganggu pnerbangan,mungkin solusinya bisa memangkas bukit” trsebut shingga tdk mngganggu lagi.:)

    • Bisa aja gumuknya dipangkas mas, mengingat juga’ skrg banyak gumuk di Jember kota dan sekitarnya yg ditepas buat diambl batuya sm dibikin perumahan. Tapi krn mangkas bukit punya konsekueni buat kerusakan lingkunga, saya harap solusi nepas bukit itu jdi solusi terakhir, sehingga mesti dicari solusi lain sebelum mangkas bukit.

  133. Mas Ananda & Mas Dewa, benar mas jarak jember kota dengan wilayah pantai cukup jauh sekitar 40 – 50 km. Sebaiknya Pemkab Jember segera melakukan pendekatan ke BPN Pusat tentang status tanah bandara untuk bisa dihibahkan. Sekali lagi transportasi darat kedepan akan semakin padat/macet, kasihan para pebisnis, para mahasiswa yg kuliah di Jember. Seperti halnya b-wangi, sy berharap kedepan akan ada direct flight jakarta-jember pp., shg mempermudah pengunjung/ wisatawan yg ingin menyaksikan JFC. Sekarang tentunya yg beruntung bandara b-wangi bisa dijadikan transit sebelum melanjutkan perjalanannya ke jember lewat darat. Mudah2an upaya Pemkab Jember terlaksana dgn baik utk mewujudkan bandara jember menjadi bandara embarkasi haji. Aamiin..

    • Skrg pemkab Jbr sdh membentuk tim penanganan kejelasan status lahan jbb, yg ditargetkan dpt kejelasan lahan desember thn ini. Memang sangat disayangkan pengembangan jbb jdi terhambat gara’ status lahan yg blm jelas, padahal pemkab Jbr dan pemerintah pusat sdh siap dana buat pengembangan jbb.

      Mengenai jika ke dpn ada penerbangaan langsung Jbb-Jkt, saya pribadi utk saat ini msh blm berharap adanya penerbangan langsung Jkt-Jbb, krn menurut pengamatan saya, jumlah orang yg bepergian Jbr-Jkt atau sebaliknya msh blm cukup utk dicover menggunakan pesawat, justru yg saya harapkan (maaf kalo agak out of topic/oot), adanya kereta api, kalo bisa KA eksekutif langsung Jbr-Jkt utk melayani orang’ yg bepergian Jbr-Jkt langsung/sebaliknya, krn menurut pengamatan saya jumlah orang Jbr ke Jkt udh cukup buat dicover oleh KA. Mungkin spt itu. :)

  134. Mas Ananda & Mas Dewa, benar mas jarak jember kota dengan wilayah pantai cukup jauh sekitar 40 – 50 km. Sebaiknya Pemkab Jember segera melakukan pendekatan ke BPN Pusat tentang status tanah bandara untuk bisa dihibahkan. Sekali lagi transportasi darat kedepan akan semakin padat/macet, kasihan para pebisnis, para mahasiswa yg kuliah di Jember. Seperti halnya b-wangi, sy berharap kedepan akan ada direct flight jakarta-jember pp., shg mempermudah pengunjung/wisatawan yg ingin menyaksikan JFC. Aamiin …

  135. Mas Ananda & Mas Dewa, benar mas jarak jember kota dengan wilayah pantai cukup jauh sekitar 40 – 50 km. Sebaiknya Pemkab Jember segera melakukan pendekatan ke BPN Pusat tentang status tanah bandara untuk bisa dihibahkan. Sekali lagi transportasi darat kedepan akan semakin padat/macet, kasihan para pebisnis, para mahasiswa yg kuliah di Jember. Aamiin …

  136. Mas Ananda & Mas Dewa, benar mas jarak jember kota dengan wilayah pantai cukup jauh sekitar 40 – 50 km.

  137. Nur aziz@ semoga jbb segera dpt kepastian status lahannya mas.
    Alhamdulillah untuk bwx katanya proses overlay runway sdh selesai,sdh siap digunakan pesawat sekelas boeing dan crj1000.tinggal menunggu verifikasi dari dirjen hubud.dan berita trbaru pertamina akan bangun depo avtur di bwx tahun ini.:D

  138. Mas Ananda & Mas Dewa, nggak tahu beberapa tahun yg akan datang sy punya prediksi wilayah eks karesidenan besuki menjadi pemerintahan provinsi lepas dari jawa timur, yakni meliputi : kab. jember, b-wangi, situbondo & bondowoso, dan ibukotanya jember atau b-wangi. Pemekaran pengelolaan wilayah penting sbg tuntutan zaman. Wilayah Pemprov Jatim saat ini begitu luas dan padat penduduknya perlu pengelolaan yg lebih baik. Tentunya pemekaran ini perlu kajian yg lebih mendalam dan tidak gontok-gontokan, tentu dengan tujuan peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

  139. @nur aziz arasadi: Kalo menurut apa yg saya baca di suatu forum internet yg ngebahas perkembangan kota, yg menyebabkan pembangunan jatim kurang merata itu krn pemprov jatim lebih fokus memperhatikan wilayah gerbangkertosusilo yg merupakan wilayah pusat ekonomi jatim. Sehingga sejak dulu sdh ada wacana utk memisahkan wilayah gerbangkertosusilo jdi provinsi tersendiri, supaya gerbangkertosusilo bisa fokus dgn kawasan industri dan sbg. pusat ekonomi jawa bag. timur, dan prov. jatim bisa fokus dgn wilayah yg sebagian besar agraris. Jdi kalo diibaratkan wilayah tingkat kota/kabupaten, gerbangkertosusilo itu bakal jdi “kotamadyanya” jatim, dan prov. jatim yg skrg ada itu ibarat kabupatennya. Nantinya Surabaya akan jdi ibukota prov. gerbangkertosusilo, dan ibukota prov. jatim bisa dipindah ke Malang. Itu pendapat dari saya mas, monggo yg lain kalo mau nanggapi/urun pendapat lain demi kemajuan jatim bersama. :)

  140. @Ananda : konsep anda ‘membaca masa depan’ perkembangan kemajuan bagus sekali. Sepemikiran sm saya.

  141. alhamdulillah ada berita baik.sriwijaya air akan buka rute cgk-bwx tgl 16 juni dgn nam air pakai b735 terbang setiap hari.hehe kayaknya sriwijaya duluan yg trbang prdana ke bwx lalu bbrp hari kemudian GA yg akan trbang prdana pakai CRJ1000′nya.:D

  142. Iya mas dewa sy juga dengar, dengan adanya direct flight jkt – bwx pp tentu akan membantu/mempermudah wisatawan domestik/asing yg akan melihat JFC via bandara b-wangi. Kalau sy sambang anak ke bwx bisa pakai pesawat langsung, selama ini kalau sy ke bwx dari jkt transit dulu di sby kemudian lanjut via wing air. Kebetulan anak sy kerja sebagai Pelatih Sekolah Pilot (Flight Instructor) di Pilot School Banyuwangi.

  143. nur aziz@ iya mas,bisa mmpersingkat waktu perjalanan.:D dulu pihak garuda blg rute cgk-bwx stlh jam 12,artinya ada pilihan terbang pagi dgn nam dan siang dgn garuda.hehe
    kalau gitu mas aziz sering ke bwx?:D

  144. Maaf semuanya… baru muncul… baru ngeh kalo disini masih Rame.

    Tak jawab satu-satu ya…

    @ananda: maaf sebelumnya saya kurang sependapat dengan yg mas bilang JBB cukup hanya jadi embarkasi haji dan menambah rute ke DPS. Bagi saya itu seperti menginginkan JBB se besar Juanda tapi dipakai setahun sekali + ada penerbangan hanya untuk rute ke SUB dan DPS tiap hari.
    Sebelumnya berdasarkan yg pernah saya baca, bupati faida menurunkan janjinya dari embarkasi haji ke embarkasi antara.
    Dan untuk embarkasi haji antara pun, di Jember harus ada asrama haji. Khusus untuk bandaranya syarat yg saya tahu, minimal JBb harus bisa didarati pesawat B-737 800 NG atau yg lebih besar, artinya RW JBB harus memiliki panjang runway minimal 2500-3000 m(kalo liat kondisi perbukitan Jember sepertinya harus 3000m) dengan lebar 45m dan ketebalan minimal 60 PCN FCXT, appron yang lebarnya bisa nampung minimal dua pesawat tipe tersebut yg ketebalan appron nya juga minimal 70-80 PCN RCXT dan wajib memiliki terminal penumpang minimal untuk 300 orang sekali angkut+ JBB juga perlu bangun menara ATC yg mumpuni, membangun DPPU(depot pengisian bahan bakar pesawat udara) sekaligus truk pengisinya serta telah memiliki ILS (Mohon koreksinya jika saya salah).
    Jadi jika JBB punya semua fasilitas itu kemudian hanya di pakai untuk pelayanan embarkasi haji + rute SUB dan DPS ya rugi biaya pengelolaan donk karena dengan fasilitas semua itu jangankan rute JBB-JKT, rute se Indonesia juga siap itu apa lagi kalo mau di bikin internasional, seperti rute JBB-SiN( Singapura ) juga Bisa itu tiap hari.

    Kemudian terkait tanah, saya setuju. Memang aneh, Knp dulu Jember gak sekalian beli aja tanahnya, dari pada ribet kayak skrng. Mengingat sifat BUMN kayaknya akan sangat susah jika PTPN diminta menghibahkan kalaupun nanti di hibahkan pasti yang di hibahkan hanya sebatas yg dipakai JBB sekarang. karena jika sifatnya hibah selain harus persetujuan mentri yang di approval Presiden juga ada syarat-syarat lain yang gak gampang seperti harus tukar aset dll. Tapi kembali ke masalah embarkasi haji antara, sepertinya jika Jember serius menginginkan JBB jadi embarkasi antara, perlu perluasan minimal 1x lagi dari luas yg sekarang. semoga status tanahnya segera selesai, dan tidak cuma selesai statusnya tapi PTPN mengijinkan tanahnya dipakai lagi seluas yang di pakai sekarang, demi peningkatan fasilitas JBB yg lebih baik.

    @dewa: untuk BWX yg new appron kayaknya cukup itu untuk 2 buah B 737 500/ Bombardier CRJ 1000/ yang se ukuran parkir di waktu yang sama. Bisa juga di parkiri 3-4 ATR 72 600. Itu saya lihat berdasarkan parking line yang dibuat. Jadi kalo di tambah sama appron lama, BWX sudah bisa nampung 5-6 ATR 72 600 barengan. Itu blm ditambah kapasitasnya dengan Appron yang akan di bangun di depan terminal baru. moga aja mulai di bangun habis Lebaran ini appron depan terminal barunya

    Mohon maaf ya panjang.

    • @Al: makasih mas atas pendapatnya yg membenarkan pendapat saya. Memang target saya jbb min. bisa jdi embarkasi haji, nambah frekuensi ke sub jdi 2x sehari, + buka rute ke dps, tpi kalo nanti memang harus ada rute jkt-jbb sbg. konsekuensi dari fasilitas yg sdh mumpuni krn dibangun embarkasi haji, ya itu saya anggap sbg. bonus saja dari pengembangan jbb.

      Terkait masalah kejelasan tanah, itu yg bikin saya sangat penasaran dan gak hbs pikir, knp dulu pemkab Jbr pas bangun jbb kok tdk langsung beli tanah aja ke ke PTPN 12, yg ujung”nya ngehambat pengembangan jbb spt. skrg ini. Rencana saya mau main” ke jbb (tpi blm sempet, krn saya skrg msh sibuk), sekalian mungkin nanti saya bisa tanya” ke petugasnya di sana perihal segala hambatan yg dialami jbb.

  145. Al@ hehe gimana kabarnya mas,cukup lama mas gak muncul.:D
    btw mas prpanjangan apron itu nantinya sampai trminal lama saja,atau sampai tempat yg dibuat parkir kendaraan disisi timur itu?
    Mas bbrp bln lalu ada brita pemprov mau ngembangin bandara bwx jadi 2500×45,itu tahun depan atau tidak mas?

  146. @dewa: kabar baik mas… cuma saya baru tau kalo disini masih Rame… karena ini sifatnya bukan forum seh… tadi aja saking iseng buka2 eh ternyata…

    Terkait runway Ya semoga aja bisa tahun ini… tapi kalaupun bisa tahun ini paling cuma pemanjangan jadi 2500 M, pelebaran RW jadi 40-45m, sama pelebaran daerah Resa lebarnya jadi 200m tiap sisi mas. Kenapa saya lebih berharap pemanjangan dan pelebaran tahun ini itu karena tahun depan tahun politik Jatim jadi kalo gak tahun ini pasti terhambat karena pemilu, ya kecuali Pak Anas jadi gubenur Jatim 2018 seh.hahaha

    dan pelebaran + pemanjangan dulu cukup lha biar B737 800 NG bisa masuk. Trus peningkatan nilai PCN ke 55-60 baru dah tahun depan gak apa-apa karena hal itu sesuai dengan yang Pak Anas bilang beberapa bulan lalu yang mana beliau ingin BWX jadi internasional di 2018 yg syaratnya RWnya Di tebelin lagi minimal jadi 55-60 syukur-syukur bisa 80 an PCN nya.

    Terkait appron sepertinya terminal yang lama bakal jadi korban di ratakan jadi appron, saya sendiri Gatel pengen ikut ngeratain itu terminal kok.hahaha… karena appron BWX bakal membentang sampai pagar Sekolah pilot banyuwangi(BP3B) jadi sepanjang terminal baru, mungkin setelah Lebaran start bikin appron lagi. Karena selain duitnya udah dianggarkan sama kemenhub berbarengan sama Overlay RW kmrn, juga peresmiannya terminal baru kab bulan depan atau maximal sehabis Lebaran. Masak terminal di resmikan tapi depannya gak ada appron ya.

  147. Al@ haha betul mas,lucu jg kalau didepan terminal baru gak ada apronnya.btw itu nanti saat nam dan garuda udah mulai terbang pasti nanti parkir di new apron dpn atc kan mas,nah itu nanti calon penumpang dilewatkan jalan mana dari trminal lama atau trminal baru saat udah dioperasikan,soalnya new apron dipagar,saya penasaran tentang ini.:Dkalau suruh jalan kaki waduh bisa ngos”an,lumayan jauh.wkwk

  148. @dewa Kayaknya dianterin bus lower deck kayak seyogyanya di bandara besar kecuali Pak Anas punya ide lain. Misal pakek mobil wisata kayak di bandara samui Thailand, kan Sumber inspirasi bangunan BWX adalah bandara samui Thailand. Asal jangan dokar aja… pup kudanya bahaya.hahaha
    Kalo dari terminal lama(sementara) ya bisnya tinggal lurus dari tempat ke berangakatan ke new appron jadi tinggal Nambahi jalan aspal aja dikit… kalo dari terminal baru sepertinya memakai rute yang sama ketika wakil Presiden Pak Jusuf Kalla berkunjung. Terminal baru-kantor bandara-VIP room- kantor pemadam- dan lewat jalan aspal sepanjang appron depan ATC. Tapi itu masih kemungkinan.

  149. @mas Al, kembali ke masalah bandara jember, bandara yg letak geografisnya kurang mendukung, adanya gesekan ttg kejelasan status tanahnya, sedangkan pemkab jember punya harapan yg begitu tinggi, gmn sebaiknya mas?? Kalau masalah bandara tidak ditangani dgn cepat & serius maka kedepan kab.jember akan semakin tertinggal/kalah mentereng dgn kab.b-wangi.

  150. @mas Al. maksudnya apakah pemkab jember perlu cari alternatif lain, yaitu cari lokasi baru?

  151. @nur azis arasadi: untuk cari lokasi baru yg masih di wil Jember sepertinya akan terbentur legalitas dan menjurus ke tidak mungkin. bangun bandara itu diatur harus berjarak antara 70-90km(tepatnya saya lupa) dari bandara lainnya, kalo ada bandara militer malah harus lebih jauh lagi jaraknya. karena terkait ruang udara masing-masing bandara. Kecuali yg skrng ditutup 100% trus bangun lagi yang baru yang kalo bisa di deket pantai biar lebih aman dari obstacle. Tapi masalahnya pasti jauh dari Kota dan apa orang Jember ikhlas uang yg dulu buat mbangun JBB dibuang gitu aja?

    Jujur saya pribadi heran sama tim suksesnya bu faida dulu, sampai brani menjanjikan JBB jadi embarkasi haji. Keheranan saya itu apa timnya tidak melihat obstacle di sekitar JBB, tidak belajar dari Bandara Malang yang mudah mengalami gangguan embun karena deket gunung sehingga susah penerbangan malam, mungkin juga lupa status lahan JBB kayak apa. (mohon maaf ke mas @ananda yg orang Jember, ini bentuk keheranan saya saja gak ada niat buat ngata-ngatain)

    Yang bisa dilakukan Jember saat ini seh ya nunggu status lahan agar jelas, trus meminta lahan lagi seluas yg sekarang ke PTPN. Undang tim ahli penerbangan agar tau gumuk yg perlu di papras mana saja dengan tujuan menghilangkan obstacle agar JBB bisa didarati minimal pesawat Boeing isi 120 orang( seri B737-500) . Siapin duit minimal 1 T untuk beli tanah, manjangin dan lebarin RW, bangun appron yang jauh lebih luas, bangun ATC, terminal dan beli fasilitas2 lainnya. Yang paling makan banyak tanah itu pemanjangan dan pelebaran RW nya… karena butuh daerah resa yang lebih lebar juga.

    Kalo status tanah udah jelas dan tanah di samping2 bandara yang luasnya se luas sekarang itu sama PTPN di jual ke Pemkab. Tinggal orang Jember aja mau gak nekat gelontorin separo ABPDnya khusus untuk bandara dan semua fasilitasnya. Dengan catatan paling singkat 2 tahun di Jember gak ada pembangunan selain bandara. Kalo mau ya insyallah gak sampek 3 tahun JBB bakal sebesar Malang atau malah bisa lebih besar dikit. Dan cita2 bu faida buat embarkasi haji antara terwujud. Tapi anggaran segitu blm termasuk pembangunan asrama haji dan mapras beberapa gumuk.

    • @Al: Betul, kalo saya berani katakan, tdk mungkin bandara dipindah, krn jember itu kabupaten seribu gumuk, jdi di kecamatan mana aja pasti ada gumuk.

      Masalah timses bu Faida yg berani ngadain program embarkasi haji, menurut saya wajar aja sih mas, namanya aja politik, pasti yg dijanji’in yg bagus”, sedangkan hambatan dari program yg dijanjikan, itu no. 2. Yg penting bisa dpt banyak suara dulu. Tpi saya tdk menyalahkan programmya bu Faida, justru saya apresiasi apa yg dicanangkan oleh bu Faida.

      Kalo dibandingkan dgn bandara MLG yg sering ngalami gangguan krn embun dkt pegunungan, saya rasa jbb tdk akan seberapa berdampak spt. itu, krn yg ada di dkt jbb hanya gumuk, bkn pegunungan. Utk @Al kalo pendapat saya ada yg keliru monggo dikoreksi.

  152. @ Nur Aziz arasadi: kenapa gumuk di sekitar bandara saya jadikan juga poin yang perlu diperhatikan, berkaca ke pembangunan Tol solo-Kertosono yang bahkan tinggi jalannya harus diturunin sesuai permintaan AP, karena berada di perlintasan naik turun pesawat bandara Solo. Padahal itu hanya tol, seberapa tingginya tol seh, paling tinggi 5 meter dan overpasnya 15 meter dari permukaan tanah, jaraknya pun lumayan jauh ada kalo 1-4 km. Tol saja di permasalahkan apalagi gumuk-gumuk di Jember yang lebih dari 20meter tingginya, ya pasti perlu diratakan jika JBB mau di bikin sebesar bandara solo(representatif salah satu bandara embarkasi haji). biasanya yang sangat perlu di perhatikan itu obstacle-obstacle di radius 5 km dari RW bandara.

  153. Al@ hehe mungkin bisa bikin bus yg kayak di samui itu mas tapi di ornamen full kayu dan tanaman biar selaras sama terminal hijaunya.:D
    kira” dari pihak maskapai atau bandara yg nyiapkan bus lower deck mas?untuk tangga naik ke pesawat pihak bandara udah membuatnya apa belum mas,kok di tkp belum keliatan tangga yg tinggi buat boeing.:D

  154. @ananda: gak ada yang salah kok… kita sama-sama berpendapat dengan sudut pandang hang berbeda.. Saya sedikit heran karena Saya memandang terlalu banyak halangan untuk menjanjikan sesuatu. Apalagi janjinya di capai dlm waktu 5 tahun( ibu faida menjabat ) saya pikir butuh waktu lebih untuk capai itu, tapi jika kemudian hari JBB bisa jadi besar dan jadi embarkasi haji antara ya Alhamdulillah.
    Kemudian terkait embun, itu sifatnya membandingkan saja takutnya karena banyak gumuk jadinya Gt juga Kan ya hambatan juga jadinya. Intinya untuk jbb perlu banyak mencari dan mengeksekusi solusi segera dari semua masalah yang ada.

    @dewa: saya pribadi lebih suka kalo kayak bandara samui… lebih khas dan menarik… tapi kalo dari kayu kayaknya gak diijinin deh terkait keamanan Bis, kecuali dari besi dicet jadi ornamen kayu.
    Kmrn saya liat ada yang Share Stair truknya/truk khusus tangga pesawat punya NAM udah di kirim ke BWX. Kalo Garuda kayaknya gak perlu pakek itu karena bombardir gak setinggi B737-500

  155. @mas Al, menjadijakan bandara sbg embarkasi haji/embarkasi antara persyaratannya berat, dan yg mengajukan adalah gubernur dan dievaluasi/disetujui oleh kemenag & kemenhub, apakah bisa/kemungkinan bandara bwx blimbingsari ditunjuk oleh pemerintah melalui kementerian terkait sbg embarkasi haji/embarkasi antara??? Tentang bandara jbb, benar sy memahami pendapat mas Al & mas Ananda, kepalang tanggung bandara jbb yg ada saat ini hrs dikembangkan, pemkab & masyarakat jember hrs ikhlas dan berani berkorban utk mewujudkan harapan & cita2 masyarakat jember.

    • Iya JBB itu udah kepalang tanggung, tinggal masyarakat Jember aja mau gimanain itu JBB.

      Terkait prosedural penunjukan itu salah satu syarat teknis yang lumayan harus dikomunikasikan oleh bupati. Tapi bupati akan brani ngomong jika fasilitas minimal yang saya sebutkan diatas sudah di bangun dan terpenuhi semua.

      Terkait BWX sebenernya bisa-bisa saja mas, tap dari saya pribadi mending jangan, biar BWX jadi internasional untuk wisata. Takut mencederai semangat kawan-kawan Jember yg begitu semangat ingin JBB jadi embarkasi haji antara.

      • @nur aziz arasadi dan @Al: Baik pemkab jember maupun pemkab banyuwangi sama” punya dasar yg logis dan objektif utk mengembangkan bandaranya masing”. Saya akan jelaskan dasar knp Jbb berencana jdi embarkasi haji, dan knp Bwx berencana jdi bandara internasional.
        Yg pertama knp Jbb berencana jdi embarkasi haji, tujuannya utk mengurangi kepadatan CJH di Sub setiap tahunnya dgn cara mengakomodir CJH asal wilayah tapal kuda. Utk mengakomodir CJH asal tapal kuda, maka diperlukan lokasi bandara yg strategis yg paling mudah dijangkau oleh semua daerah di tapal kuda. Nah, bandara yg paling mudah dijangkau oleh semua daerah di tapal kuda, ya Jbb. Selain itu, CJH asal jember adl. salah satu yg terbesar di jatim, bahkan thn lalu (2016), berdasarkan data Kemenag Jember, jember dpt kuota haji terbanyak se jatim. Dari 2 alasan itulah yg mendasari pemkab jember berencana menjadikan Jbb sbg. embarkasi haji wilayah tapal kuda.
        Yg kedua, knp Bwx berencana jdi bandara internasional? Sudah jelas krn banyuwangi punya potensi wisata alam yg besar, bahkan saat ini sdh bisa dibilang yg terbesar se Jatim, yg sdh terbukti mampu menggaet banyak wisman yg juga meningkat tiap tahunnya sejak kepemimpinan Pak Anas. Selain itu letak banyuwangi yg bersebelahan dgn bali yg sdh lama terkenal sbg. daerah tujuan wisata tingkat internasional, maka banyuwangi akan “kecipratan” efek dari kunjungan wisman dari/menuju bali. Itulah alasan knp Bwx berencana jdi bandara internasional.

        @nur aziz arasadi: Betul juga’ kalo jember dan banyuwangi diibaratkan solo dan yogya. Jember punya bandara embarkasi haji, banyuwangi punya bandara internasional yg banyak melayani wisman. Solo punya bandara embarkasi haji, dan wismannya lbh banyak yg ke yogya.

  156. Al@ Jadi tangganya dari pihak maskapai yg menyediakan ya mas.hehe saya tertarik kata” pak anas,beliau blg ada bbrp maskapai lain yg minati rute cgk bwx,apa si merah atau si hijau ya mas.hehehe
    mas kira” bwx pakai pushback car apa tidak?

  157. Benar mas Al pandangan anda, spt halnya jogya dan solo ya mas, solo sbg bandara embakasi & debarkasi haji, sedangkan jogya tidak. Seperti pernyataan pak Anas & bu Faida beberapa waktu lalu, bhw sekarang bukan lagi eranya persaingan antar daerah akan tetapi “era kolaborasi” antar daerah, shg banyak daerah yg melakukan studi banding ke b-wangi. Demikian juga spt halnya jogya & solo, b-wangi & jember bisa sama2 maju kedepannya, dan mudah2an jember yg pembangunannya banyak kendala bisa diatasi, Aamiin..

  158. @dewa: si merah sama si hijau kayaknya sama-sama blm bisa masuk BWX sebelum pelebaran dan pemanjangan RW BWX jadi 40-45m x 2500 M, karena pesawat paling kecil yg mreka punya B737-800 NG atau yg ukuran kayak A330.
    Terkait Push Back car kayaknya kalo kasih B737-500 aja gak butuh gituan seh.

    @nur Azis arasadi: ya… semoga tahun depan semua hambatan dan masalah yang menerpa JBB sudah teratasi, utamanya tanah. Jadi tahun depan Pemkab Jember bisa mulai meng anggarkan untuk pengembangan JBB. Karena tahun ini tidak ada anggaran sama sekali untuk JBB. Mengingat untuk realisasi janjinya terkait embarkasi haji antara, waktu yang dimiliki bu faida tinggal 2 tahun per tahun depan, kalaupun tidak tercapai semoga penggantinya nanti mau melanjutkan cita-cita mulia bu faida atau bu faida bisa terpilih kembali.

  159. Al@ apa lebar OMG b738 beda sama b735 mas?
    Wah saya pikir bakalan pakai pushback car.hehehe
    tadi iseng buka medsos,trus lihat promosi sriwijaya air untuk rute cgk bwx mas,keliatannya cukup gencar promosinya.hehehe tinggal GA jgn kalah promosinya jg.hehe

  160. @dewa: beda mas lebih lebar 738 lebih lebar 2inchi tha, bentang sayapnya juga lebih lebar. Padahal dikit bgt selisihnya, tapi ya namanya juga demi keamanan. sisi positifnya adalah dengan perbedaan itu, memaksa BWX untuk lebarin dan Panjangin RW nya segera, toh 735 habis ini pada dipensiunkan karena sudah tidak di produksi lagi. jadi emang perlu segera pelebaran RW biar boing atau Airbus yg lebih besar bisa masuk. Lagian kalo udah lebar 45 x2500 M PCN juga di tingkatin ya tinggal nunggu waktu dikit lagi aja jadi bandara internasional.hahaha

    Terkait promosi saya juga heran, keliatan yang niat bgt itu SJ . Padahal jarak mreka berdua untuk terbang perdana juga deket-deket2an SK grup 16 Juni GA 21-22 Juni. Kalo sama-sama tiketnya udah dijual apa blm ya sama-sama blm.

  161. Al@ bener jg kata sampeyan mas,memang ada sisi positifnya buat bwx.hehe

    GA misterius mas,nanti kalau udah dekat tglnya bakal kasih kejutan mungkin.hehe
    btw bwx udh bisa nrima pswt erj190 apa gak mas?

  162. @dewa: tapi kita perlu ijin dulu sama yang punya Jember mas… Pemkab bwi+ maskapai dalam waktu dekat bakal tebar media promosi SJ grup dan GA rute direct CGK-BWX.

    • @Al: maksudnya ijin dulu sm yg punya jember gmn ya mas?

      • @ Ananda: ya ijin sama dinas-dinas terkait di Jember mas… Kan mau masang iklan di Megatron, Billboard atau bentuk promosi lainnya. Kan tetep perlu ijin dan bayar pajak promosi/adv. Gak mungkin gratisan dan bisa pasang gitu aja Kan.hehehe

  163. @ dewa: kayaknya bisa. Karena ERJ 190 kebutuhan landasan untuk take off dan landing cuma 2100 sekian meter(tepatnya gak hafal), bentang sayapnya 28 m an, 1 meter lebih lebar dari ATR 72 600. Sifatnya juga pengembangan dari F100. Dan pas Pak JK dateng itu ada F100 parkir di BWX padahal waktu itu blm overlay.

  164. Al@ ya semoga masyarakat se besuki maupun pemimpinnya bisa memanfaat rute baru ini mas kalau mau ke jakarta.hehe mas al mungkin mau coba ruter perdananya jg?bisa buat flight report tuch.:D

    hehe wich kalau erj bisa,kalstar mungkin bisa masuk kesini ya mas.hehehe

  165. @dewa: rencananya gitu pengen mrawani salah satu, tapi tiketnya blm di jual-jual juga. Kalo deket-deket hari H ya jelas mahal lha wong mau Lebaran.

    Kalstar dan transnusa emang diberitakan mau masuk, yang ngomong kepala bandara BWX… tapi rute SUB-BWX dulu… khusus Transnusa mau ke DPS juga katanya, tapi kapan mulainya kurang tau saya. mungkin masih urus slot time di SUB, juga Slot time untuk jam pagi-siang di DPS susah bgt… adanya sore-malem aja. Masalahnya Pak Anas gak mau kalo malem ke Bali karena yg di sasar turis manca, mintae Pak Anas jam-jam siang tapi jam-jam itu pas padet-padatnya di DPS. Mungkin Kalo sore Takut kayak Garuda dulu yg LF nya kecil. Tapi ya pas itu emang ada efek meletusnya gunung Raung juga+ wisata BWI masih blm se masif sekarang. Waktu-waktu skrng sebenernya pas buat GA mau buka Rute DPS lagi, jamnya kayak dulu, dari pada diambil transnusa Ntar. harusnya skrng LF minimun 70-80% udah kecapai pasti. kayae slot time yg dulu punya GA rute BWX-DPS masih kosong. Tinggal makek lagi.

    SJ grup juga kmrn sempet galau, antara hanya buka BWX-CKG, SUB-BWX aja atau dua-duanya sekaligus. Ya moga aja habis ini B735 nya dipakek garap rute BWX-SUB juga. Jadi kalo saya yang jadi manager rutenya SJ, tak bikin rute CGK-BWX-SUB-BWX-CGK biar rute SUB-BWX ada kursi bisnisnya.hahaha

  166. Al@ waah kalau sub-bwx pakai boeing bisa cuma 20 mnitan terbangnya mas,mirip lampung jakarta.hehehe:D kalau rute pendek gitu pswt boeing terbang sampai ktinggian brp ya mas?saya lihat di flightradar24 rute sub bwx pakai atr terbang ktinggian cuma 13ribu kaki.hehehe
    kalau gitu kalstar bakal pakai atr jg dong mas?
    Betul mas,jelang lebaran harga tiket bisa naik 2x lipat,bahkan lebih.hehe

  167. @dewa kalo boeing rute SUB-BWX paling tetep aja diketinggian 20-30rb. Iya enak bisa lebih cepet dari ATR. Orang kecepatan dan ketinggian jelajah Maximum beda, lebih cepet 100-200km/jam. Kalstar kurang tau ya pakek apa… gak ada beritanya lagi. Moga setelah peresmian bandara + appron depan terminal selesai, para maskapai yg punya pesawat dengan ukuran Max B 7375 berbondong-bondong masuk, mau buka rute ke manapun terserah maskapai, mreka lebih jago ngitung peluang.

  168. Al@hehe mdh”an mas banyak maskapai yg masuk ke bwx,tapi kalau lihat terminal baru didesign untuk 5 maksapai saja mas.hehe
    btw mas GA jadi apa tdk menjadikan bwx sbg homebase pswt atr’nya?

  169. @ dewa: brapa bulan yang lalu seh ada kabar gitu… pesawat2 ATR di DPS n SUB Kan habis ini gak dibolehin RON disana di dua bandara itu. Jadi mau RON di BWX aja… tapi Kan perlu hangar dan appron lagi yg gede diBWX. Itu LP3B lagi perluasan seh sampai pinggir jalan malah skrng dan gerbang masuknya terpisah dari Pintu utama bandara.. moga aja bangun hangar n appron yg luas juga trus buat RON pesawat ATR. Kan bisa jadi pemasukan lain buat LP3B n BWX

  170. Al@ jadi lp3b udah mulai pengembangan ya mas?saya akhir maret lalu saat di bwx blm lihat ada tanda” pngembangan.
    Apakah boleh mas apron lp3b digunakan oleh maskapai?lalu nanti pswt latihnya ditaruh dimana mas,mengingat jumlah pswtnya ada skitar 12,blm lagi kalau ada tambahan baru.

  171. @dewa: udah mulai ekskavasi lahan mas. Udah bersih sampai pinggir jalan, udah di pager juga.
    Kalo appron yg sekarang seh masih blm cukup… tapi kalo nanti dikembangkan dan lebih besar lagi kenapa gak buat RON pesawat ATR.

  172. Al@ hehe saya lihat maket pengembangan lp3b diyoutube mas,cukup megah jg designnya.jadi icon baru tuh.:D
    kalau bisa buat RON boeing sekalian mas.hehehe
    tadi saya lihat di FP sriwijaya di fb udah muncul promosi rute bwx mas,tapi harga tiketnya blm ada.hehe

  173. Mas @ananda sudah pernah lihat rendering/master plan/peta perencanaan pengembangan JBB yg direncanakan Pemkab Jember? Saya Nemu di SSCI Jember P&D, bisa mas cek disana. jujur saya kaget begitu lihat master plan itu. Kekagetan saya adalah Kenapa di master plan-nya, RW nya cuma selebar 30m, kalo panjangnya Ok lha meskipun bagi saya untuk kondisi Jember masih kurang 500 m lagi, masalah selanjutnya adalah tidak ada pengembangan terminal dan penambahan fasilitas penunjang lain seperti ATC padahal ini urgent bgt kebutuhannya, yg di luasin hanya appron. Masterplan nya seperti itu tapi niatnya dijadikan Embarkasi haji antara. Jika saya boleh menilai, master plan itu jauh dari kata cukup jika tujuannya embarkasi haji antara. Masih banyak buanget kurangnya seperti yg pernah saya bahas tentang syarat-syarat minimal bandara sebagai embarkasi haji antara.

    Semoga itu masih master plan yg blm diketok sama DPRD. Kalo udah ya doa saya semoga nanti bu faida kepilih lagi aja. Biar program pengembangan JBB jadi embarkasi antaranya lanjut..

  174. @Al: Beberapa bln lalu saya udh liat master plannya, walaupun saya gak liat secara detail. Kebetulan saya silent reader di Jember P&D yg rutin tiap hari mantengin jember P&D. Sampeyan bisa ksh tau saya master plannya ada di halaman thread yg ke brp? Krn saya lupa master plan itu ada di hal. brp, Biar nanti saya liat lagi master plannya.

  175. @ananda: kita sama-sama silent reader mas… salah satu cas saya melihat perkembangan Jember ya dari forum itu. Karena bagaimanapun Jember Kota kedua saya. Hehehe

    Ada di halaman 142 kalo gak salah dan tak cek lagi itu render 2014, semoga ketika pembahasan RPJMD Jember bulan ini, Pemkab Jember sadar kalo JBB perlu dikembangkan melebihi dari master plan untuk jadi embarkasi antara.

    • @Al: Kalo sampeyan punya akun di P&D, ikut nimbrung aja gpp mas, sekalian nyumbang pendapat + saran tentang pengembangan Jbb, krn sampeyanlah masternya dirgantara.. hehe..
      Kalo liat master plan thn 2014 mah wajar aja fasilitasnya super minim buat embarkasi haji antara, lah wong thn 2014 msh blm ada rencana embarkasi haji buat Jbb. hehe.. Embarkasi haji itu proramnya bu Faida yg mana beliau kepilih jdi bupati pas desember 2015, jdi pastinya nanti rendering/peta perencanaan Jbb yg baru bakal dibuat sesuai standar min. embarkasi haji antara.

      Btw, sampeyan @Al asli mana, sm skrg apa domisli jember mas?

  176. @ananda: oh iyaa saya pikir itu render hasil timnya bu faida… lupa saya kalo bu faida 2015 baru menjabat.hehe… brarti kita tunggu master plan baru hasil RPJMD. Semoga yg bikin gak cuma bikin masterplan nanggung kayak yg 2014 itu.

    Saya bukan ahlinya mas cuma suka sama hal2 kedirgantaraan Karena banyak yg bisa dibahas, dipelajari dan dididiskusikan. Di Jember P&D udah banyak yg ahli juga, jadi enak silent reader aja di forum-forum kayak Gt.haha

    Lahir di bwi, pernah tinggal lumayan lama di Jember dan skrng domisili di Bogor. Makanya suka cermati berita-berita mengenai bwi dan Jember. Kata orang osing Tombo kangen umah.haha

  177. Al@ mas saya baru baca brita terbaru dari jpnn tentang tiga menteri bakal ikut inaugural garuda rute jakarta banyuwangi 21 juni mendatang.hehe berarti 99% garuda udah pasti masuk ke bwx ya mas.hehehe:D

  178. @ dewa: wah iya kah? Gak sekalian Big bosnya itu-mentri itu ya? Apa nunggu peresmian terminal baru bandara ya? Saya malah Nemu berita BWX mau di ambil alih AP 2 minggu-minggu ini di bisnis.com. Pertanyaannya kok AP 2 bukannya wil udaranya masuk AP 1? Tapi enaknya BWX dan CGK sama2 AP 2. Meskipun sama-sama bagus seh pelayanan dan prospek pengembangan bandaranya baik AP 1 maupun 2.

    Btw saya masih penasaran sama master plan LP3B di youtube yang mas dewa Blg kemarin. Udah ubek2 youtube kok Nemunya cuma profil LP3B, test flight dll.

  179. Al@ iya mas beneran,coba mas cek britanya.wah AP mau kelola bwx keren nih,bakal cepat pengembangan bwx kedepannya.hehe gpp mau mau AP1 atau AP2 yg ngelola,yg penting bisa membuat bwx lbh bagus lgi kedepannya.:Dsemoga pak presiden berkenan hadir meresmikan trminal barunya mas.hehe
    diyoutube mas coba cek video kunjungan pak JK ke sekolah pilot bwi,disitu pas pak JK disana beliau ditunjukan maket pengembangan lb3b mas.hehe

  180. Al@ coba mas cari diyoutube kunker wapres jusuf kalla di banyuwangi
    channelnya wakil presiden RI-jusuf kalla.
    Durasi videonya skitar 2 menit 50 detik’an.
    Detik ke 22 maket pengembangan bwx di perlihatkan mas.hehe

  181. Al@ hehe maksud saya maket pengembangan lp3b mas,hehe keliru nulis maket bwx.:D

  182. @dewa: Ok nanti saya cek di youtube…

    Iya saya sepakat… mau AP 1 atau 2 terserah. Toh sama-sama selalu sukses mengambangkan bandara, bandara kalo dipegang pemda dan dikelola BLU itu terkenal luama berkembangnya. Kalo AP cuepet. Tujuan utamanya adalah untuk pengembangan BWX, biar segera internasional, punya fasilitas Air side dan Land Side nya yang bagus, pelayanan prima dan penumpangnya banyak. Sampai 2019 bisa 1 juta penumpang/tahun aja udah mantap itu bisa naik ke kelas 1 2019.

    Asal 1 catatan saya jika BWX dikelola AP. Nanti kalo mbangun untuk land side facility nya jangan sampai full kaca. Tinggal duplikasi terminal yg ada itu aja. Di perbanyak. Biar gak hilang ke BWX-an nya.

  183. Al@ iya betul mas,saya jg satu pemikiran dgn mas al.semoga kalau jadi dikelola AP saat mbangun terminal lagi tetap konsep greennya dipertahankan,inilah yg akan jadi pembeda bwx dgn lainnya.:D dan tentunya dgn serba hijaunya bikin suasana terasa adem.hehe
    btx mas al udah nentukan coba naik nam atau garuda?naik garuda bonus 1 pswt dgn 3 menteri lho.hehehehe:D

  184. @dewa: kayaknya pengen nyoba yg NAM, karena sak Promo-promonya Garuda pasti masih 1 juta ke atas. Lha wong First flightnya mau Lebaran 3 hari lagi Gt, pasti buanyak bgt yg minat itu. Selain itu pengen cepet pulang kampung.

    Sebenernya untuk JBB, harus n wajib belajar ke bwi mulai skrng tentang bagaimana Pemkab dan BLU nya BWX bisa begitu cepet akselerasinya. Karena cita-cita JBB yg Lebih tinggi dari BWX yg mana BWX sebatas buka rute wisata internasional. JBB embarkasi haji antara. Dan sudah 2 tahun kepemimpinan bupati skrng JBB blm diapa-apain. Padahal pengembangan bandara gak bisa sebulan dua bulan. Tahunan.

  185. Al@ hehe betul mas,saya lihat yg rute ke lbj saja tiketnya 1jt lebih.hehe
    btw kira” nanti apakah pakai pswt crj yg sama yg digunakan ke lbj atau beda mas?soalnya sama” mengarah ke timur rutenya.:D

    iya mas,ya semoga pemkab jmbr bisa bljr ke pemkab bwi untuk percepatan jbb.:D

  186. @dewa: ya LBJ Kan jauh mas hampir 3 jam. Saya rasa kalo ke BWX untuk Garuda antara 800-1.2an harga normalnya. Kalo NAM 600-800rb.

    Terkait jadwal kayaknya pesawat yang Dipakek pesawat baru awalnya saya duga pakek pesawat yg sama dengan yg ke Silangit(DTB) eh ternyata itu jam 2 sore sampai CGK lagi sedangkan yg ke LBJ jam 5 sore baru sampai CGK lg. Kemungkinan selanjutnya ya yg dipakek ke Lampung, Jambi, Muaro bungo. Kan GA Direncanakan pakek jadwal siang-sore dari dan ke BWX, brarti masih ada kemungkinan juga pakek pesawat baru atau makek yg udah punya rute tapi yg pagi, nah untuk rute yg mana perlu dicek satu-satu jadwalnya.hahaha… Tp yg pasti rutenya harus dari dan ke CGK.

  187. Al@ wah kalau pakai pswt baru mantap tuh mas,masih bau harum bawaan pabrik.wkwkwk :D
    iya bener mas yg di lbj kyknya siang dari cgk.saya sering lihat pas buka FR24 crj’nya garuda rute cgk lbj berada di utara p.bali skitar jam 12 lebih.hehehe

  188. @dewa: tapi kayaknya gak mas… CRJ 1000nya yang paling baru yang dipakek ke LBJ itu. Tahun ini GA gak ada penerimaan CRJ lagi kalo gak salah.

    Udah ketemu mas maketnya. Itu guede bgt… paling suka hangarnya… kalo appon segitu lebar dan taxy way nya ada 2 dua Gt calon beneran jadi Cessna Center ASEAN dan tempat RON pesawat-pesawat kecil turboprop.semoga segera terwujud.

  189. Al@ hehe iya mas,mungkin itu hangar untuk nampung pswt multi engine dan rotary wingnya mas,soalnya kan saat ini masih single engine saja.hehe cukup megah kan mas maketnya?hehe kalau cari gambar maketnya gak ketemu dari dulu.hehe

  190. @dewa yg pasti dan perlu di segerakan ya jadi cessna Center ASEAN itu… ada implikasinya buat BWX… kalo tetangga-tetangga kayak Malaysia dan sekitarnya mau service pesawat cessnanya setau saya minimal bandara yg di darati harus internasional. Kalo gak harus transit dulu di bandara yg internasional untuk chek2. Nah Kan bisa mempercepat status BWX juga.

  191. Al@ betul jg sih mas,kalau tdk salah dulu prwakilan cessna jg sdh datang ke bwx ya mas,tapi sekarang gak ada brita kelanjutannya.
    Btw runway bwx udah diverifikasi dirjen hubud apa blm mas kok gak ada britanya ya.?

  192. Al@ mas gmn perkembangan pembangunan tempat parkir kendaraan di dpn terminal baru?kok saya cari” gambar pembangunan gak ada,apa masih blm dikerjakan juga?

  193. wah, saya nggak sabaran nie, pingin sambang anak ke bwx via direct flight nam air/ga.

  194. Dewa@ kayaknya udah mas, gak di verifikasi tapi bahan bangunannya yg diuji di labnya kemenhub/rekanannya.
    Terkait parkir saya menemukan foto di Instagram kayaknya depan Terminal baru- jalan raya itu lahannya blm bebas( masih terlihat pager pembatas) jadi parkirnya pindah ke samping kiri terminal.

  195. Al@ oooow begitu,saya pikir akan diverifikasi langsung mas.apa mungkin barengan sama tim ga dan sriwijaya yg dtng ke bwx itu mas.
    Hmm cukup kecewa saya mas dgn lahan parkir yg blm selesai,pdhl itu penting,apakah lahan parkir disamping terminal cukup mas untuk akomodir kendaraan,krn untuk flight siang saja parkiran diterminal lama full.

  196. @dewa: ya semoga segera di bebaskan itu lahan depan ya…saya juga kaget kok gak di bangun-bangun. Eh ternyata ya itu tadi blm di bebaskan.

    Terkait verifikasi Soalnya Nemu beberapa berita Kalo bahan bangunannya di uji di lab. Paling kalaupun butuh orang kemenhub dateng lagi itu untuk Koordinasi dengan Pemkab dan AP nanti. Ya pas GA juga dateng mentrinya.

  197. Al@ saya juga kaget setelah mas blg lahannya blm dibebaskan.kalau tdk salah brita tahun lalu kan pemkab sdh anggarkan dana untuk landscape dan parkir kendaraan,saya pikir itu udh beres,tapi trnyata blm.apalagi saya baca brita radar banyuwangi diawal bln ramadhan ini,pnumpang di bwx naik 10%.bisa mas al bayangkan cukup apa tdk itu nanti parkiran baru untuk mnampung kendaraan.

  198. @ dewa… sementara mungkin cukup mas… parkir di depan terminal lama… akan mulai gak cukup jika appron di depan terminal baru di bangun full…

  199. Al@ kalau terminal baru sdh dioperasikan bukankah tempat yg didepannya trmasuk area terlarang mas untuk siapapun,kecuali petugas bandara dan pnumpang yg boarding dan turun dari pswt.krn kan meski blm dibangun apron baru tapi kalau secara aturan kan itu sdh area terlarang.apakah ada bandara yg seperti itu mas mnggunakan parkiran kendaraan didepan trminal selama ini?

  200. @ dewa: mungkin pakai sistem pagar sementara buka tutup untuk memisahkan terminal lama dan baru… kurang paham juga seh. Kita lihat nanti aja deh. Sepertinya selama RW depan terminal baru blm mulai dibangun terminal lama bakal tetep di pakai.

  201. Al@ ada 3 poin yg mnjadi prhatian saya mas.
    1.operasional trminal baru bisa saja ditunda lagi krn parkiran yg blm selesai andai trjadi pnumpukan kendaraan.
    2.kendaraan tetap di parkiran trminal lama,tapi ini akan benturan dgn aturan area trlarang.
    3.kendaraan diparkir disepanjang jalan trminal baru,bisa jadi meribetkan kendaraan lain yg datang maupun pulang.
    Namun saya brharap ada solusi andai memang trjadi penumpukan kendaraan,tapi jika tdk trjadi penumpukan ya alhamdulillah dan smoga masalah parkiran itu segera di kebut krn itu sangat penting juga.

  202. @dewa: point 1 dari foto terlihat parkiran sudah selesai kok di samping terminal baru. Emang kecil… tapi saya rasa cukup. Atau memang bisa jadi juga terminal baru baru aktif kalo appron blakang terminal nya jadi. Brarti 3-4 bulan lagi.

    Atau mungkin juga bisa retap habis lebaran,di blakang terminal baru dikasih pager sementara… trus penumpang dari terminal baru ke appron depan ATC di anter pakek bus lower deck… lewat jalur yg dipakai Pak JK dulu itu.

  203. Al@ ya mudah”an cukup mas,jgn sampai trjadi penumpukan.
    Nah itu mas yg buat saya kecewa krn masalah parkiran ini bisa saja menunda lagi operasional trminal baru.sdh sering kan ditunda dan jangka waktunya 3 bln lbh,selalu bgitu.dulu awal 2016 katanya maret beroperasi,trnyata tunda hingga agustus,udah agustus tunda lagi desember katanya udah siap,udah desember tunda lagi katanya april 2017,udah masuk april tunda lagi katanya sebelum lebaran/sesudah lebaran.jangka tundanya selalu lama dan katanya tahap finishing” terus.masak finishing bisa 1 tahun lbh.saya jadi ingat menhub jonan dulu jelang lebaran sidak ke bwi beliau blg pmbangunan trminal bwx trlalu lama.jgn sampai nanti ditunda lagi,bisa” menhub bisa brkata sama kayak menhub jonan dulu mas.nanti pusat bisa menilai pemkab kurang serius kalau terus”an begini.

  204. @ dewa: kalo yg ditunda-tunda itu masalah utamanya ada di kontraktornya mas, molor-molor trus kena pinalti beberapa bulan. kita sama-sama kecewa. Kalo skrng tinggal bangun appronnya, entah nunggu apa.

    Tapi ya itulah kalo bandara masih di pegang Pemkab/pemkot. Sama kayak MLG tu… Gt juga brapa tahun itu gak kelar-kelar baru selesai tahun kmrn… kalo pengen BWX, JBB atau bandara lain cepet berkembangnya ya serahin aja ke AP gak usah Pemkab ngotot berambisi kelola. berkaca ke bandara Silangit yg begitu di On Kan sama Pemerintah perkembangannya cuepet bgt.

  205. Al@ betul mas silangit perkembangannya luar biasa mulai dari jumlah penumpang dan maskapai yg kesana,ya mudah”an AP segera kelola bwx mas biar gak molor” saat bwx dikembangkan.
    Oh ya mas harga tiket kyknya udah mulai naik,kakak saya kemarin ngecek di salah satu situs jual beli tiket online tiket IW rute sby bwx tgl 23 udah diatas 800ribu.

  206. Al@ tiketnya nam air ke bwx udah ready tuh mas al.:D

  207. @dewa: iya mas saya tahu dari IG nya SJ tadi… tapi harga tiketnya kok 1jt dari CGK ke BWX dan. 800 yg dari BWX ke CGK. Masih mahal, mau Lebaran sih.

    Akhirnya saya beli tiket pulang hanya sampai SUB. Itupun dah dari kmrn2, karena gak sabar nunggu tiket NAM, eh udah beli tiket pulang nya kok tadi di release.hahaha

  208. Al@hehe iya mas releasenya cukup mepet waktunya dgn flight perdananya,coba kalau 2 minggu sblmnya udh release pasti mas al bisa booking duluan.:D
    ya krn mungkin brtepatan jelang mudik mas,hehe lagian harga sgitu kayaknya sdikit lbh murah dibanding rute sama tpi transit sub mas.ehehehe
    btw garuda tetap tgl 21 atau ada perubahan jadwal mas?kok britanya gak muncul lagi

  209. 16 juni. NAM AIR akan flight Jakarta – Banyuwangi PP

  210. Prada@ betul mas

  211. Smoga terminal lama bwx sesegera mngkin di’upgrade’ bwt lahan apron.. +mdh”-an ATC nya jg bentukx diupgrade menyesuaikan green-building Airportnya… Itung” biar selaras… Saya pribadi bangga sm banyuwangi… Kabupaten yg dulux jauh dr hingar- bingar kmajuan(wkt era ‘musim’ kerisedenan’) and Now…. Skrg bs ‘meroket’.. Melesat jauh berkembang.. , salut untuk Banyuwangi.

  212. Kbtlan jg saya pribadi silent-reader forum Skyscrapercity khususx region east-java. Saya menilai pembangunan di Banyuwangi itu bikin iri dan bikin saya menyebut kata : Awesome.. tdk mbangun gengsi-onalizm tp mmbangun NizM.. Bbrp contoh : makin memperkuat seni+budayanya via event” budaya yg variatif..,ada program smart kampung, ada desa adat, program siswa asuh dll.. Di bdng project ada : Marina boom buat kapal pesiar kecil(yacht).. Yg pstx bakal ndatengin bule”/warga jet-Z.. And… the Real First green airport in INDONESIA.. Yg bikin Iconic…yg pst makin bikin warga banyuwangi bangga+ cinta sm tmpat kelahiranx… Jd dr sisi itulah bpk pembangunan Banyuwangi saat ini.. Is not mindstreamable..

  213. benar mas @prada, sy setuju bentuk ATC-nya perlu di-upgrade, krn kurang serasi dengan bangunan terminal induknya. saya benar2 nggak sabar nie pingin lihat tulisan “BLIMBINGSARI INTERNATIONAL AIRPORT”.

  214. Prada@ mungkin setelah lebaran proyek apron baru di mulai mas,setelah terminal baru dioperasikan.semoga atc’nya jg diupgrade.hehe

  215. @nur azis arasadi @Dewa amin… smoga”….

  216. Baca brita pengoperasian trminal baru dipastikan tertunda lagi.kemungkinan sehabis lebaran tapi gak tau bln apa.
    Cukup kecewa dgn hal ini,lagi lagi dan lagi tertunda terus.pdhl bln februari kmrin dirjen kebandarudaraan udh dtng verifikasi dan blg trminal baru udh siap dioperasikan,tapi knp skrg mlh sebaliknya.

  217. Akhirnya nam air landing di bwx.:D
    semoga selalu lancar untuk rute cgk-bwx.hehehehe

  218. rencana penerbangan langsung GA jakarta-banyuwangi pp koq gak ada khabar beritanya? ada yg tahu nggak info terbaru?

  219. Nur aziz@ kayaknya ditunda mas.kepala b.blimbingsari saat penerbangan prdana nam air blg pcn 40 blm clear 56 dan damkar kategori 5 belum 7 seperti prmintaan bombardier garuda.gitu mas.entah krn hal ini yg jadi penundaannya atau krn isu garuda dlm kondisi akan bangkrut itu.seharusnya sih kalau nam air dgn 735 saja bisa landing dan takeoff mulus di bwx,bombardiernya garuda harusnya juga bisa.

  220. Nur aziz@ tapi kalau garuda menunda rute cgk-bwx gpp mas,toh nam air kan sudah melayani rute itu.apalagi pak chandra lie blg akan segera menambah frekwensi penerbangannya jadi 3x sehari.belum lagi beliau jg berencana untuk buka rute sub-bwx dan dps-bwx.hehe keliatannya sriwijaya air aktif sekali menghubungkan bwx dgn daerah lain.dan jgn lupa mas AP2 akan segera kelola bwx dlm 2-3 bulan kedepan.hehe makin cerah pengembangan bwx kedepannya.:D

  221. Kalau menurut saya malah karena kombinasi 4 faktor kenapa GA CGK-BWX di tunda. 1 karena yg di bilang mas dewa itu. Blm clear 56 dan damkar blm kategori 7. 2. DPPU BWX baru di soft launching tgl 21 kmrn( karena kalo pakai CRJ wajib isi avtur di BWX dan beda dengan B735 yg gak isi di BWX juga bisa ) 3. GA blm punya CRJ yg available dan 4. GA sedang perbaikan keuangan.

    Tapi semakin lama GA menunda bakal kalah sama ekspansi SJ grup ini.

  222. Al@ mas kan AP2 akan kelola bwx dan akan segera mngembangkan apronnya,lalu untuk RW yg akan di kembangkan oleh pemprov tahun depan itu gmn mas?apakah akan ada model kerjasama AP2 dgn pemprov dlm pngembangannya atau pngembangan RW jg jadi tanggungjawab AP2 sendirian.

  223. @ dewa: saya pribadi kurang paham mas. Tapi sepertinya sistem bagi hasil atau AP sewa penggunaan terminal baru ke Pemkab karena terminal itu aset pemkab. Untuk fasilitas Sisi udaranya sepertinya sudah wewenang AP sepenuhnya termasuk pembangunan appron dan pelebaran RW dll. Karena fasilitas2 itu adalah aset Pemerintah pusat.

    Kemarin sempet baca, sebenernya tahun depan Pemkab sudah menganggarkan 250 M untuk pembangunan dan pengembangan BWX selanjutnya biar segera jd internasional, tapi berhubung di ambil alih AP. Ya Alhamdulillah… bisa buat bangun yg lain.

    Back to topic, pengembangan RW, Appron, dan fasilitas lain BWX Pemkab bwi harus menganggarkan 250 M. Padahal sudah lumayan lengkap fasilitasnya tingggal upgrade dan nambah. Jadi kira-kira butuh berapa ratus M sampai brapa T untuk mengambangkan JBB? Untuk minimal jadi kelas II A? Agar jadi embarkasi haji antara.

  224. Al@ kalau untuk jbb mungkin mas ananda yg bisa menjawabnya mas.hehehe
    itu 250M bisa lengkap fasilitas bwx mas.hehe oh ya DPPU di bwx udah beroperasi ya mas.hehe dan saya liat di youtube jumlah pnumpang nam air diatas 100 orang.kemarin baca brita H-3 di bwx pnumpang melonjak tajam mas untuk yg kedatangan saja ada 343 orang.hehe sepertinya sesuai perkataan menpar bahwa setelah nam air buka rute di bwx pnumpang di bwx rata” bisa 350 orang.hehehe

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim