Jatim Akan Tambah Enam Lapter

Dr Soekarwo

Jawa Timur segera menambah lagi sarana transportasi udara dengan membangun lapangan terbang (Lapter) di beberapa kabupaten/kota atau acap dikenal dengan program citylink.

Daerah dimaksud yakni di Bojonegoro, Kab Jombang, Pulau Bawean- Kab Gresik, Ponggok-Kab Blitar. Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan. Gubernur Jatim Dr H.Soekarwo mengatakan saat ini ini Jatim sudah memiliki enam bandara udara. Yakni Bandara Internasional Juanda (Surabaya), Bandara Abdurrahman Saleh (Malang), Bandara Iswahyudi (Madiun), Bandara Notohadinegoro (Jember), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), dan Lapter Perintis Trunojoyo (Sumenep).

“Meski sudah memiliki enam bandara, kebutuhan masyarakat akan moda udara masih tinggi. Solusinya perlu membangun lapter di sejumlah daerah,” kata gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo, Selasa (19/4). Dikatakan Pakde Karwo untuk pembangunan Lapter Bawean, semua studinya sudah beres tinggal dibangun. Sedangkan di Jombang, masih dalam tahap kajian.

Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Wahid Wahyudi mengatakan akhir tahun ini  pembebasan lahan untuk Lapter Bawean ditarget tuntas dan tahun depan pembangunan fisik bisa diselesaikan. “Dengan memperhitungkan kondisi yang ada, kami targetkan akhir 2013 lapter bisa dioperasikan,” katanya.

Sedangkan Lapter di Bojonegoro rencananya akan dibangun tahun depan. Dibangun di atas tanah seluas 250 hektare dengan estimasi dana sekitar Rp 300 miliar.

Direncanakan Lapter di Bojonegoro ini bisa dipakai untuk pendaratan pesawat dengan kapasitas 50 penumpang.

Rencananya pembangunan ini akan ditangani BUMD. Setelah 25 tahun, lapter tersebut akan menjadi milik daerah.

Hingga sekarang Pemkab Bojonegoro masih belum menentukan daerah mana yang cocok untuk pembangunan lapter. Pemkab sendiri sudah melirik tiga daerah yakni di Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Dander.

“Di Bojonegoro, mobilitas investor migas seperti Exxon sangat membutuhkan pesawat. Ke depan kita jajaki pembukaan jalur dari Denpasar ke Bojonegoro,” katanya.

Ditegaskan Pakde Karwo, Pemprov Jatim juga berencana untuk menyiapkan penerbangan antar kota (citylink) dengan tujuan Surabaya-Blitar, Surabaya-Sumenep, Surabaya-Bojonegoro, dan Surabaya-Jember. “Kalau transportasi udara antar kota sudah terbangun, maka laju pertumbuhan ekonomi Jatim akan semakin berkembang dan banyak investor yang akan melakukan investasi di Jatim,” katanya.

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Suyoto menjelaskan ada tiga tujuan penting pembangunan lapter. Pembangunan ini menjadi strategi pengembangan  program citylink antara Bojonegoro dengan daerah lain.

“Dengan dibangunnya lapter di Bojonegoro, akses warga di sini untuk bepergian ke berbagai kota di Jatim seperti Banyuwangi, Madura, Probolinggo, Surabaya bisa lebih mudah,” katanya.

Menurut Suyoto pembangunan lapter juga untuk mengatasi kondisi Bandara Juanda Surabaya yang saat ini sudah overload.

Bandara Juanda sebelumnya dibangun dengan kapasitas 5 juta orang per tahun, sekarang ini sudah mencapai 11,6 juta per tahun.

“Poin ketiga adalah mendukung kegiatan Migas (minyak dan gas) agar mereka yang terlibat dalam Migas bisa semakin mudah dan efisien dalam menjalankan tugasnya di Bojonegoro,” kata pria yang biasa disapa Kang Yoto itu. Selain transportasi udara, Pemprov Jatim juga membangun sarana pelabuhan laut di kawasan Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Banyuwangi, Sampang, Pamekasan dan Kota Probolinggo.

Dalam APBD Jatim  tahun ini dianggarkan untuk membantu membiayai pembangun Pelabuhan di Desa Batukerbuy Kecamatan Pasean  Kabupaten Pamekasan dan Pelabuhan Tadan di Kabupaten Sampang.

Jika nantinya sarana tranportasi laut dan udara bisa dipenuhi, maka akan berdampak pada kegiatan ekspor impor maupun pertumbuhan ekonomi.  Merujuk data BPS Jatim, pertumbuhan  ekonomi Jatim pada  triwulan  III  2010  sebesar  2,57%  dibandingkan dengan  triwulan  II  2010.  Apabila dibandingkan dengan  triwulan  yang  sama pada 2009 mengalami pertumbuhan  sebesar 7,14%. Secara kumulatif sampai dengan triwulan III 2010, ekonomi Jatim tumbuh mencapai  6,50%.

Komentar Pembaca

  1. Bagus klo dibangun bandara diblitar soalnya diblitar sering didatangi para pejabat 2 penting karna ada makam tokoh yg sangat dihormati rakyat indonesia bahkan didunia, mgkn dengan bndara diblitar dibagun bs mmpermdh dlm perjlnan atau jrak tempuh agar efien wkt dn dpt mningktkn perekonomian daerah selras dgn cita2 gubernur jatim srt dpt dijdikan agenda jgka pnjg dlm mmbngun pariwisata ccok jg dgn presiden bahw sektor pariwisata alam adalh potensial indonesia mndatangkn turis asing dtng keindonesia krna blitr jg daerh yg sgt pntg sbb pny sjrah pntg dn mnympn keindahan alamyg tersmbnyi srt potensi daerah yg blm diknl bnyk org mgkn sulit prjuangkn bngun bandara dibltr tp klo dmi kpntingn yg luas untuk mnuju msyrkt maju tdk ad mslhny mskipun blitrtrmsk kota kcil nmun sdh bk tokoh indonesia lhr dri blitr , klo pjbat2 mau sm2 brjuang tdk musthil akn terbgun bndara dibltr.Yg sy th kmrin ada slh stu konsul dri amerika dtg lgsung keblitr ingin thu bhw tokoh indonesia adlh kelhiran asli blitr yg notabenya kota yg kcil terdpt pemimpin yg dikenal dunia. Mgkn tdk slh bndara di bngun dibltr mskipun kota kcil bnyk kistimewaan yg blm th dn prlu dikethui msyrkt indonesia atau masyrkt dunia. Tlg pk gebrnur klo mmg diblitr mau dbgun bndara tlg diprmudah agar dpt mmbntu mmbgun prekonomian msyrkt atau saja mmbntu daerah kecil ini bs mmbgun mndiri bila bndara ada, sejalan dgn gubernur prcpatan pembgunan mnuju masyrakt ekonomi asean klo mmg trlksna alhmdllh kmi mngapresiasi bahw tokoh daerh kmi yg dulu mmperjuangkan kmrdekaan indonesia , kni tanah kelahiranny mau dibngun bndara

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim