Hj.Nina Soekarwo Dorong Wanita Jadi Penggerak Ekonomi

Dari kiri Pembicara Hj. Dewi Motik Pramono, Ketua Umum BKOW Jatim Ny Fatma Saifullah Yusuf dan Ketua TP PKK Jatim Hj Nina Soekarwo

Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi di Jatim memang tidak bisa lepas dari peran perempuan. Salah satu buktinya, berkembangnya kegiatan Koperasi Wanita (Kopwan) di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, banyak kaum wanita yang terlibat langsung dalam kegiatan Koperasi dan UKM.

Melihat potensi itulah, Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jatim,  sekaligus sebagai Penasihat Utama BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Prov. Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi berharap wanita bisa menjadi penggerak ekonomi dan memacu pertumbuhan ekonomi di Jatim.

Apalagi saat ini Pemprov Jatim memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan Kopwan di semua desa di Jatim. “Sebagian besar Kopwan pengurusnya adalah wanita dan ini sekaligus membuktikan wanita turut memberikan sumbangsih terhadap pembangunan di Jatim,”kata Nina Soekarwo saat  membuka Seminar Sehari Kewirausahaan bertema  ‘Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Koperasi dan Kewirausahaan’ yang diselenggarakan oleh BKOW Provinsi Jatim, di Bappeda Provinsi Jawa Timur, Selasa  (19/4).

Dari data Dinas Koperasi dan UKM Jatim, pada awal didirikan kopwan tahun 2009 telah terserap dana Rp. 106,41 Milyar untuk memfasilitasi pembentukan 3.750 Koperasi wanita di 3.750 desa atau kelureahan di Jatim. Di tiap kopwan diberikan modal awal Rp. 25 juta Rupiah yang dana dukungannya diambil dari APBD Prov Jatim.

Pada tahun 2010 Prov Jatim kembali mengucurkan dana sebesar 125.346 Milyar dan dilanjutkan pada P-APBD yang dianggarkan untuk pemenuhan pendirian 506 kopwan se Jatim . sehiungga pada tahun 2010 di setiap desa dan kelurahan telah terbentuk satu kopwan yang akan berfungsi sebagai lembaga keuangan Mikro tingkat desa/kelurahan.

Dari evaluasi kinerja 3.750 Kopwan yang telah dilaksanakan pada bulan Nopember 2010, secara umum menunjukan trend naik. Dalam kurun waktu lebih kurang 1 tahun sejak badan hukum didirikan dari sisi anggota Kopwan yang semula berjumlah 75.000 orang telah terjadi peningkatan menjadi 156.412 orang atau 108,55%.

Dari 3.750 Kopwan berhasil menghimpun simpanan pokok dan simpanan wajib anggota sebesar Rp. 10,9 Milyar berdasar bantuan permodalan dari Pemprov Jatim sebesar Rp. 93,75 M, saat ini volume pemberian pinjaman telah meningkat menjadi sebesar Rp. 144.548.733.080 dengan perputaran modal rata-rata 1,54 kali dari sisa hasil usaha sebesar 6.127.561.797. Hal ini menunjukan geliat ekonomi di desa dan kelurahan dengan perputaran dana untuk kegiatan yang bersifat produktif.

“Agar kaum perempuan lebih berdaya, Pemprov Jatim telah memberikan kesempatan  melalui program pemberian dana hibah sebesar Rp. 25 juta kepada 8.506 Kopwan (Koperasi Wanita)  di seluruh Jatim, yang telah dikucurkan sejak Oktober 2009 lalu. Program ini mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim,” ungkapnya.

Dari 8.506 Kopwan akan dipantau terus kegiatannya. Tahun 2011, seribu Kopwan yang pengelolaan  administrasi dan perputaran keuangannya dinilai baik akan mendapatkan dana tambahan sebesar Rp. 25 juta/Kopwan. Bagi Kopwan yang dinilai gagal akan terus diberikan bimbingan dan pembinaan, agar kegiatannya memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.

Menurutnya,  pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2010 mencapai 6,67 persen. Dengan peningkatan pemberdayaan Koperasi dan UKM, maka dapat menyumbang PDRB sebesar 53,4 persen.

Sementara itu Ketua Umum BKOW Prov Jatim yang juga merupakan istri Wagub Jatim, Dra.Hj. Fatma Saifullah Yusuf menyatakan, seminar sehari digelar  bertujuan agar BKOW mampu menjadi pelopor organisasi wanita yang berperan aktif  dalam pelaksanaan program pembangunan Pemprov Jatim. “Peran aktif perempuan dapat diimplementasikan dengan penguatan ekonomi keluarga, yang salah satu kegiatannya menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Diungkapkan pula bahwa dalam mengapresiasi  cita-cita RA Kartini, kaum perempuan tidak boleh lelah dalam menuntut ilmu pengetahuan dan harus selalu mengikuti kemajuan teknologi , agar menjadi wanita yang cerdas, mandiri, dan berdaya guna.

Pada seminar sehari ini menghadirkan Dr. Hj. Dewi Motik Pramono, MSi sebagai salah satu pembicara. Dewi Motik memberikan  kiat-kiat  agar perempuan lebih berdaya yakni melalui  “Menang dengan 1000 akal”. Menurutnya, bahwa perempuan harus berusaha secara terus-menerus, berkesinambungan, tanpa mengenal lelah.

Sedangkan Sebagai pembicara terakhir adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim Dr. Ir. B Fattah Jasi, MS menyatakan, pemberdayaan Kopwan sebagai prioritas program pembangunan Pemprov Jatim karena peningkatan ekonomi keluarga dapat melalui peran perempuan yang berusaha dibidang ekonomi. Untuk itu diperlukan peningkatan SDM bagi perempuan, penguasaan teknologi, administrasi keuangan, jaminan keuangan dan perluasan jaringan kerja. (bhi)

Komentar Pembaca

  1. program ini sangat baik, mohon untuk di teruskan sampai ke seluruh Indonesia.

    bagaimana penindak lanjutan program ini di tahun 2015 ??
    apakah program tersebut sudah tepat sasaran ?? termasuk dana hibah atau modal pinjaman ??

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim