Hari ini, nasib IPO Bank Jatim Diputuskan

Ilustrasi

Hari ini, Kamis (14/4/2011), Bank Jatim akan menggelar RUPSLB. Selain pergantian direksi, agenda terpenting RUPSLB kali ini adalah rencana Bank Jatim untuk melantai di bursa saham. Jadi atau tidaknya Bank Jatim melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) akan diputuskan hari ini.

“Harapan kami semoga lancar, pemegang saham menyetujui. Rencananya, IPO paling lambat akhir Oktober tahun ini,” ujar Direktur Kepatuhan Bank Jatim Hadi Sukrianto di Surabaya, Rabu (13/4/2011). Pemegang saham Bank Jatim adalah Pemprov Jatim dan Pemkab/Pemkot se-Jatim.

RUPSLB juga akan membahas besaran saham yang akan dilepas ke publik. Manajemen Bank Jatim mengusulkan saham yang dilepas maksimal sebesar 25%.

Perseroan melakukan IPO untuk menambah modal. Jika rencana IPO disetujui pemegang saham, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Jatim akan naik dari 19,4% saat ini menjadi 22%.

“CAR kita tahun 2009 21%, tahun 2010 turun jadi 19,4%. Ekspansi kita terus meningkat, sehingga CAR menyusut. Makanya kita perlu penambahan modal lewat IPO,” ujar Hadi.

Dia menuturkan, dalam tiga tahun terakhir, Bank Jatim tidak mendapatkan modal dalam jumlah yang besar. Dengan ekspansi yang terus agresif, CAR Bank Jatim akan terus menyusut. Jika tak ada IPO, CAR Bank Jatim pada tahun ini diperkirakan akan merosot menjadi 16%.

“Memang, CAR sebesar 16% itu masih sangat aman dan ada banyak ruang untuk ekspansi, karena minimal CAR hanya 8%. Tapi, sesuai kesepakatan BPD Regional Champion yang ditandatangani BPD-BPD dan Bank Indonesia, CAR BPD harus 15% untuk memperkuat ketahanan kelembagaan. Makanya, CAR 16% itu kurang bagi BPD. Kalau IPO, CAR kita bisa naik 22%, lalu dibuat ekspansi tahun ini akan kembali jadi 18%-19%. Sudah aman,” jelasnya.

Selain memacu kredit, dana IPO akan digunakan Bank Jatim untuk ekspansi jaringan dan pengembangan teknologi informasi. Selama ini pengembangan IT kita pakai outsourcing, tahun ini perlahan-lahan akan kami tangani sendiri. Ini butuh dana besar.”

Bank Jatim juga berencana menambah 25 kantor cabang pembantu, 25 kantor kas, 61 payment point, 100 unit ATM, 15 kas mobil dan konter haji, dan pengembangan berbagai produk perbankan.

Saat ini, Bank Jatim mempunyai 40 kantor cabang, 1 kantor cabang syariah, 41 kantor cabang pembantu konvensional, 3 kantor cabang pembantu syariah, 154 kantor kas, 37 kantor layanan syariah, 88 payment point, dan 142 ATM. kbc

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim