2013 Pertumbuhan Ekonomi Jatim 8 Persen

Utamakan peluang investasi: Humas Pemprov jatim

Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo memfasilitasi pertemuan bisnis antara pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim, kalangan perbankan dan pemerintah kabupaten/kota. Hal ini sebagai usaha untuk mengetahui prospek dan masterplan investasi serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Jatim.

Pernyataan itu disampaikaanya saat coffee morning Gubernur dengan Kadin Jatim tentang investasi dan perdagangan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/4).

Dikatakannya, Bank Dunia (Word Bank) telah memberikan lima rekomendasi dalam rangka peningkatan perekonomian di Jatim yakni pertama,  perbaikan infrastruktur khususnya jalan-jalan yang ada di kabupaten/kota. kedua, pelabuhan untuk eksport-import, ketiga, revitalisasi bidang pertanian, kempat  revitalisasi industri manufacturing dan kelima fungsi pemerintah provinsi sebagai koordinator jalannya pemerintahan kabupaten dan kotamadya.

Dalam paparannya tentang investasi dan perdagangan, Pakde Karwo sapaan lekatnya mengatakan, sampai Maret 2100, Jatim mengalami inflansi 0,03%. Hal tersebut setara dengan tingkat inflansi Korsel dan Taiwan. “Semua itu merupakan hasil kerja agregat para pengusaha, bupati dan walikota. Dengan kerja cerdas dan efisien tingkat inflansi kita dapat bertarung di tingkat dunia,” katanya

Total dana pihak ketiga, lanjutnya, sebesar Rp. 218 triliun dengan landing credit sebesar Rp 159 triliun, dan sisanya digunakan untuk UMKM yang feasible tapi yang non bankable sebagai jaminan. ” Nilai non performance loan (NPL) 3,4% baik coorporate maupun non coorporate. menurut BI adalah sehat karena masih di bawah 5%,” ungkapnya

Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2010 sudah mencapai 6,67 %. Tahun ini target yang diharapkan bisa mencapai  7,1 – 7,3 % , dan 2012 bisa 7,4 – 7,5 %. Jika beberapa infrastruktur jalan tol di Jatim selesai semua, maka pada 2013 diperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7,7 – 8 %.

Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7,3% di tahun. 2011  diperlukan tambahan investasi Rp. 181,85 triliun, dan untuk mencapai target 7,5% (tahun.2012) diperlukan tambahan investasi Rp. 214,78 triliun, sedangkan untuk mencapai 8 % (tahun.2013) diperlukan tambahan investasi Rp. 263,47 triliun

Sementara itu ketua Kadin Jatim La Nyala Mataliti mengungkapkan pertemuan ini sebagai forum strategis dalam rangka peningkatan laju pertumbuhan ekonomi serta mensinegrikan antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

Dalam kesempatan ini Yayasan Kadin melakukan MoU dengan PT. Green Globes Energy tentang penghematan energi yang ramah terhadap lingkungan.

HMS

3 Komentar Pembaca

  1. mau tnya klo pertumbuhan ekonomi jawa timur mulai tahun 2001-2005 bagaimana?? Terimakasih”

  2. mohon tanya, untuk pertumbuhan ekonomi 1 persen bisa menyerap tenaga kerja berapa orang ya, dan berapa nilai investasi untuk bisa mempekerjakan 1 orang tenaga kerja.
    terima kasih.

  3. mohon tanya : pertumbuhan ekonomi th ini smoga tercapai dan berdapak pada pertumbuhan pembangunan jawa timur terutama pada pembangunan jalan
    terima kasih

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim