Pabrik Olahan Ikan Muncar Cemari Laut

ilustrasi: kompas.com

Sejumlah pabrik pengalengan ikan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur saat ini baru dalam proses membuat instalasi pengolahan air limbah atau IPAL. Padahal, pabrik pengolahan di kawasan Muncar itu telah berproduksi belasan tahun.

Air buangan limbah masih dapat ditemui di kompleks perindustrian Muncar, Banyuwangi. Air limbah rata-rata dialirkan lewat pipa ke muara sungai dengan kondisi yang masih keruh dan bau.

Humas PT Sumbar Yala Samudra, Supriyadi, mengatakan, dokumen dan IPAL dari pabriknya sudah mulai diproses. Dalam hitungan bulan, IPAL bisa dibangun jika kepengurusan dokumen selesai.

Supriyadi mengatakan, selama bertahun-tahun, limbah pabrik di perusahaannya diolah dengan cara diendapkan dan diuapkan. Tetapi diakuinya, cara-cara itu memang belum tentu menjamin air limbah menjadi bersih.  

“Kami belum membangun IPAL yang standar karena menunggu rencana pembangunan IPAL terpadu. Ibu Ratna, Bupati Banyuwangi periode yang lalu, menjanjikan akan membangun IPAL terpadu,” katanya.

Supriyadi mengaku butuh dukungan pemerintah daerah saat itu, karena selama ini hampir tak ada tanah kosong di kawasan Muncar. Kawasan pelabuhan tersebut padat oleh 39 pabrik dan rumah nelayan.

Pemerintah Banyuwangi pada 2010 memang mendesain adanya IPAL terpadu. Tetapi hingga kini belum terealisasi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sebelumnya mengatakan, kawasan IPAL terpadu dan penataan lingkungan akan bertahap dilakukan. Hal itu seiring dengan pembangunan Muncar sebagai Minapolitan.

Pabrik skala kecil

Selain pabrik-pabrik besar, industri skala kecil juga turut mencemari lingkungan. Di Muncar terdapat 100-an lebih pabrik-pabrik kecil yang memproduksi ikan asin, ikan pindang, dan penyimpanan ikan. Pabrik-pabrik tersebut juga membuang limbah mereka langsung ke selokan atau sungai.  

Di pusat pengeringan ikan asin milik ratusan perajin misalnya, limbah hasil pencucian ikan asin, tak proses terlebih dulu. Limbah itu langsung dibuang di selokan dan menimbulkan bau.

Beberapa perajin ikan asin mengatakan proses pembuangan limbah langsung ke selokan yang mengarah ke sungai sudah dilakukan bertahun-tahun. ” Hampir semua pabrik besar seperti itu, dan mereka tidak dipersoalkan,” kata Maria (40), salah satu perajin ikan asin.

Fauzi (24), salah satu pengusaha cold storage juga belum berpikir membuang limbah di penampungan tertentu, apalagi mengolahnya. Ia berdalih, kalaupun harus ada tempat penampungan, pemerintah harusnya ikut membantu karena kondisi usahanya kembang kempis akibat kekurangan bahan baku.

6 Komentar Pembaca

  1. saya berharap bahwa pembangunan msalah IPAL sgra d kerahkan karna kalu hal itu di tunda ……… akan berdampak buruk terhadap kegiatan budidaya yang berada disekitarnya bahkan sya rasa ,hal itu juga mempengarhi kegiatan pemasaran yang berada didekatx karna secara garis besar para konsumen juga memandang kualitas kebersihan lingkungan kegiatan perikanan di sekitarnya.dan saya juga masih binggung apakah sIPAL itu di bngun d 1 tempat ( terpusat ) atau kah d bgun di masih msing saluran pembuangan pabrik

  2. Wah Bagus. Untuk Pengambilan Barangnya Bisa di Tempat Saya :) Pabrik Ikan Asin Tarakan Call Me Please !! Bapak Fawwaz +62-813-1718-3023 Jl Yos Sudarso RT 5 No.3, Tarakan,Kalimantan Utara
    http://www.panrikikanasin.blogspot.com

    • Kepada Yth Bapak / Ibu Pemilik Usaha Perikanan apabila mempunyai Masalah dengan Limbah , yang Berbau Kami Siap Membantu Mengatasinya Dengan Formula Saya, Biaya Ringan dan Efektif

      Kontak Saya Bintoro Winarbowo ST 082137796500

  3. Kepada Yth Bapak dan Ibu Yang Kesulitan Mengolah Limbah Bisa MengHubungy Saya Lewat E Mail Atau Kontak Saya di 082137796500 saya dan TemanTeman saya siap membantu dengan Formula Khusus , dengan Biatya Ringan, dan Efektif

  4. Saya Bisa Bantu Mengatasi Limbah Pabrik dengan Formula saya, Biaya Ringan dan Efektif

  5. bagi Bpk Ibu yang kesulitan ikan laut segar…bisa menghubungi saya 081334300185

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim