Pacitan Targetkan 1.400 Posdaya

Ilustrasi: forumpacitansehat.blogspot.com

Bupati Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Drs Indartato, menyatakan kesiapannya membentuk 1.400 pos pemberdayaan keluarga (posdaya) dalam waktu dua tahun ke depan. “Kami siap mengembangkan posdaya hingga 1.400 kelompok dalam waktu dua tahun ke depan,” tutur dia dalam acara pelantikan tim pembina posdaya di pendopo kabupaten tersebut akhir pekan lalu.

Pelantikan itu disaksikan Prof Haryono Suyono, Moch Sudarmadi, serta Dadi Parmadi Suparta dari Yayasan Damandiri. Hadir pula rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Much Syamsulhadi, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastro Atmojo, serta Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Bedjo Sujanto.

Sama dengan Haryono Suyono, ketiga rektor universitas itu merupakan putra daerah Pacitan. Jadi, bisa dikatakan Haryono selaku Ketua Yayasan Damandiri mengukuhkan tim pembina posdaya di bumi kelahirannya sendiri.

“Inilah kelebihan Kabupaten Pacitan dibanding yang lain. Meski belakangan mengukuhkan posdaya, tapi respons pemerintah kabupatennya cepat,” ujar dia. Itu tercermin dari diterbitkannya surat keputusan (SK) bupati. Dalam SK itu disebutkan harus dibentuk posdaya-posdaya sampai ke dusun-dusun di Pacitan.

Dengan SK tersebut, menurut Haryono, setiap camat, lurah, dan kepala desa, mau tidak mau harus mematuhi perintah Pak Bupati. Pacitan, menurut dia, memang harus segera membentuik posdaya. Pasalnya, dengan kondisi geografisnya ada pegunungan dan juga laut, membuat kabupaten ini mempunyai potensi yang baik.

Karena itu, pemberdayaan masyarakatnya harus dilakukan secara optimal. Dengan demikian, potensi alam yang ada dapat segera dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat. Jadi, selain sumber daya manusia (SDM), masyarakat Pacitan memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Samudera Indonesia dan pantai selatan menyimpan potensi luar biasa yang masih dapat dieksploitasi. Pegunungan dengan batu kapur, batu mulia, dan mineral di dalamnya dapat digali untuk kesejahteraan masyarakat. Haryono menjelaskan, posdaya dikembangkan guna membangun masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

Tim Pembina Posdaya

Sementara itu, dengan terbentuknya tim pembina posdaya, Bupati Pacitan berharap, koordinasi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa mewujudkan pengembangan posdaya di Pacitan. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Pacitan Drs Suprayitno ditetapkan sebagai ketua tim pembina posdaya tingkat kabupaten.

Usai pembentukan tim pembina posdaya di tingkat kabupaten, dilanjutkan dengan pembentukan tim pembina posdaya di tingkat kecamatan. Selanjutnya, para camat nanti akan membentuk posdaya di tingkat desa.

Dijelaskan Indartato, kegiatan posdaya sesungguhnya sudah dilakukan masyarakat Pacitan sebelumnya. “Namun, dalam bentuk atau kelompok yang berbeda,” katanya.

Kegiatan di masyarakat sudah berjalan melalui lembaga-lembaga seperti posyandu, PAUD, dan BKB. Namun, belum terkoordinasi secara baik dalam satu wadah bersama. Kegiatannya masih terpisah-pisah dan belum berjalan secara bersama-sama untuk mencapai target yang sama.

Rintisan posdaya sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2007. Saat itu, bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNS. Tapi, diakuinya, hasil yang diperoleh masih perlu ditingkatkan agar dapat mencapai sasaran yang lebih baik lagi. Kalau selama ini posdaya berkembang lamban, diharapkan ke depan perkembangannya akan lebih cepat lagi.

Menurut dia, posdaya merupakan salah satu sarana untuk mencapai sasaran mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau mau berhasil, semuanya harus dikerjakan dengan sepenuh hati.

Selesai pengukuhan tim pembina posdaya tingkat kabupaten itu, rombongan Haryono Suyono dan ketiga rektor tersebut melakukan kunjungan ke Posdaya Srikandi di Dusun SuruhaN Desa Sirnoboyo dan Posdaya Al Amin berbasis masjid di Desa Kayem, Pacitan. Dalam kunjungan di dua posdaya itu, Haryono melakukan dialog dengan para kader posdaya. SK

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim