Wagub Jamin Tak Ada Beras Impor Tercecer di Jatim

Pembongkaran beras impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (7/5).

Wakil Gubernur Jatim, Drs H Saifullah Yusuf memberikan jaminan tak akan ada satu kilogram pun beras impor yang akan beredar di Jatim. Jaminan ini diberikan Gus Ipul—panggilan akrab Wagub Jatim ini,  terkait  pembongkaran beras impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (7/5).

Gus Ipul berani menjamin, karena pengawasan soal beras impor ini dilakukan sangat ketat dan terpadu. ‘’Pengawasan dilakukan secara terpadu antara Bea Cukai, Disperindag dan Bulog ,’’tegas Gus Ipul.  Pernyataan Gus Ipul ini sekaligus mematahkan rumor adanya beras impor yang  bisa beredar di pasaran Jatim.

Sementara itu Wakil Kepala Bulog Divre Jatim Rusdianto mengatakan, sebanyak 21.500 ton beras dari Vietnam yang kemarin dibongkar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan kebijakan impor beras nasional sebanyak 228 ribu ton. ‘’Jadi yang bongkar kemarin sebanyak 21.500 ton merupakan bagian dari 228 ribu ton beras impor,’’ jelas Rusdianto.

Ia mengatakan Bulog Jatim sama sekali tidak ada hubungannya dengan beras impor tersebut. Tetapi, katanya gudang Bulog hanya sebagai tempat transit sementara. Beras impor tersebut akan dikirim ke Jateng, Kaltim dan Indonesia Timur.

Saat ini, lanjut Rusdianto ada sebanyak 160 ribu ton beras impor yang tersebar di gudang-gudang Bulog antara lain di Buduran Sidoarjo.

Bulog Jatim juga menjamin beras impor tersebut tak akan bocor atau beredar di pasaran  Jatim.

“Kita menjamin tak akan ada satu kilogram pun beras impor ini bisa beredar di pasaran. Sistem pengamanannya sangat ketat, karena gabungan dari Bulog sendiri, Bea Cukai, dan Disperindag Jatim,’’ kata Rusdianto.

Jika Jatim membutuhkan beras impor itu untuk di pasarkan di Jatim, harus ada surat dari Gubernur Jatim, karena otoritas pengeluaran beras impor harus melalui surat persetujuan  Gubernur .

Sementara itu Komisi B DPRD Jatim  begitu mendengar adanya pembongkaran beras impor, langsung melakukan inspeksi mendadak ke Tanjung Perak .

Dari sidak tersebut diketahui,Tanjung Perak hanya menjadi tempat transit bagi beras impor   “Beras asal Vietnam itu hanya transit, karena beras-beras itu untuk kebutuhan nasional, dan kami menjamin tak akan bocor,’’ kata Arif Hari Setiawan, anggota Komisi B yang mengikuti sidak.

Meski tidak ditemukan beras impor yang merambah wilayah Jatim, tapi ia meminta pihak-pihak terkait ikut mengawasi. Bahkan dalam waktu dekat, Komisi B minta ke Bulog untuk melakukan up-grade data tentang kondisi beras di Jatim, sekaligus tentang neraca beras Jatim yang didistribusikan khususnya wilayah Indonesia Timur.

‘’Ini penting, jangan sampai Jatim kebobolan beras impor. Apalagi sesuai data yang ada dan sidak yang dilakukan dewan dibeberapa gudang Bulog, stok yang ada sangat mencukupi. Begitupula dengan hasil panen petani mampu mendukung Jatim sebagai wilayah surplus beras,’’tandas politikus asal PKS yang diklarifikasi usai sidak beras.

Dari enam kontainer beras impor  tersebut, baru dua kontainer yang dibongkar. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim