Perdagangan Antarpulau Diprediksi Naik 15%

ilustrasi: kabarbisnis.com

Nilai arus perdagangan komoditas antarpulau Jawa Timur dengan 23 provinsi lain pada 2011 diprediksi mencapai Rp238 triliun, naik 15% dibandingkan 2010 yang Rp204 triliun.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan tren perdagangan antarpulau Jatim cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada 2011 ini diprediksi perdagangan antarpulau antara Jatim dengan 23 provinsi lainnya bisa mencapai Rp238 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp34 triliun atau sekitar 15% dari volume perdagangan antarpulau tahun lalu yang Rp204 triliun,” kata Soekarwo

.

Sementara pada 2009, kata dia, nilai perdagangan antarpulau Jatim tercatat sebesar Rp172 triliun. “Bila diperbandingkan dengan arus perdagangan antarpulau tahun lalu maka pada 2010 ada peningkatan 16,7%,” tegasnya.

Secara khusus, Soekarwo mengungkapkan Provinsi Jatim menjadi pusat logistik bagi Kawasan Indonesia Timur sehingga peran infrastruktur transportasi, baik laut maupun udara, menjadi sangat vital.

“Posisi bandara Juanda maupun pelabuhan laut Tanjung Perak sangat berperan vital terkait dengan upaya mendorong peningkatan arus perdagangan dalam negeri maupun internasional. Untuk itu hambatan yang ada di kedua prasarana transportasi itu menjadi concern Pemprov Jatim maupun Pemerintah Pusat agar keduanya tetap terjaga kelayakannya,” ujarnya.

Khusus untuk Pelabuhan Tanjung Perak, kata Soekarwo, kondisi alur pelayaran menjadi penting.

“Selain kedalamannya yang belum maksimal, lebar alur juga masih sempit. Ada upaya untuk melakukan revitalisasi APBS [alur pelayaran barat Surabaya] itu dengan memperdalam dari 9,5 meter menjadi 16 meter dan memperlebar dari 100 meter menjadi 200 meter. Bila upaya revitalisasi itu berhasil maka arus perdagangan antarpulau maupun antarnegara akan naik,” katanya.

Untuk Bandara Juanda, lanjut dia, diperlukan proses revitaliasi dengan melakukan penambahan sarana ruang tunggu penumpang.

Tahun lalu arus penumpang di bandara tersebut mencapai 11,5 juta orang, sementara daya tampung ruang tunggu penumpang bandara itu hanya 6,5 juta orang per tahun.

“Upaya penambahan sarana ruang tunggu itu dilakukan dengan menghidupkan kembali fasilitas ruang tunggu pada bandara Juanda lama yang sejak 2006 tidak dipakai lagi seiring dengan diresmikannya bandara Juanda baru. Pengoperasian bandara Juanda lama itu direncanakan dapat terlaksana tahun ini,” ujarnya.

Landasan pacu Bandara Juanda, menurut Soekarwo, juga akan dibenahi.

“Runway akan dijadikan double atau menjadi ganda dan diperpanjang sehingga mampu menampung pesawat berbadan besar, jam operasinya bisa menjadi nonstop 24 jam serta ada penambahan jadwal penerbangan. Bandara Juanda saat ini belum bisa beroperasi 24 jam sehari, kapasitas runway juga terbatas sehingga traffic penerbangan tidak bisa ditingkatkan,” jelasnya. BI

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim