Gubernur Minta Kembangkan Klaster Gula dan Garam

Gubernur Dr H Soekarwo didampingi Kadisperindag Fattah Jasin,MS saat memberikan sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001/ 2008 kepada 8 orang pengusaha IKM binaan Disperindag Jatim, Senin (4/4) kemarin

Gubernur Jatim, Dr Soekarwo, mendorong agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan tujuh klaster industri. Sebab Jatim sangat menjanjikan untuk investasi. Hal ini didukung oleh tingginya pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 7,3 – 7,5 %. Total nilai ekspor Jatim mencapai Rp378,09 triliun sedang impornya Rp355 triliun, sehingga surplus Rp22,7 triliun, atau sekitar 51 % dari PDRB Jatim sebesar Rp. 778 triliun.

Saat ini Disperindag Jatim mengembangkan 5 klaster industri yaitu klaster industri alas kaki, industri perhiasan, industri perkapalan, industri berbasis tebu, dan klaster industri migas & kondensat.  Namun ke depan harus bisa menambah dua klaster yang selama ini menjadi andalan Jatim yakni klaster tembakau dan klaster garam.

“Di Jatim ada 742 ribu lebih industri dan 99 % merupakan IKM. Karena itu jika ingin membenahi industry, IKM harus diperhatikan. Biasanya masalah IKM adalah akses modal, teknologi dan SDM. Dari 3 masalah tersebut yang paling segera dilakukan langkah adalah masalah akses modal. Bank Jatim kerja sama dengan 364 BPR selanjutnya akan menjadi channeling terhadap IKM,” terang Soekarwo, saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Industri dan Perdagangan Provinsi dengan Kab/ Kota se Jatim, di Hotel Inna Simpang Surabaya, Senin (4/4).

Sementara itu Kepala Disperindag Provinsi Jatim Dr.Ir.R.B.Fattah Jasin,MS mengatakan, akan berusaha untuk mengembangkan dua klaster industri yakni garam dan tembakau.

“Untuk garam mungkin akan kita pusatkan di Madura dan tembakau di Jember maupun beberapa daerah di Madura,” katanya.

Pada kesempatan itu ia menjelaskan Rakor ini untuk memadukan program pengembangan industri dan perdagangan antara pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/ Kota se Jatim. Sasarannya, mewujudkan program pengembangan industri dan perdagangan prov Jatim yang inovatif dan berdaya saing tinggi melalui kegiatan peningkatan pelayanan publik, pembinaan dan pengembangan standarisasi dan desain produk industri. Selain itu juga dilakukan melalui kegiatan pengembangan industri agro, industri logam mesin, tekstil aneka, industri alat transportasi, elektronik, telematika.

Inovasi lainnya menurut Fattah adalah dengan meningkatkan pengembangan pasar, distribusi promosi, peningkatan penggunaan produksi dalam negeri. Juga pembinaan dan pelayanan ekspor, pengendalian, penyidikan dan pelatihan pengembangan ekspor.

Dalam rangkaian Rakor tersebut, Gubernur juga menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Kepala Disperindag Prov Jatim dengan Direktur PT Industri Agro  Pertanian Ir. Akhmad Mawardi tentang Sistem Resi Gudang. Dalam kesempatan itu Fatah Jasin menyerahkan sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001/ 2008 kepada 8 orang pengusaha IKM binaan Disperindag Prov Jatim. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim