Arus Petikemas Naik, Arus Barang Dialihkan

ilustrasi: jatim.vivanews.com

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III terus mengantisipasi kenaikan arus petikemas yang diperkirakan akan kian membesar. Mulai tahun ini, perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pelabuhan ini mulai melakukan peralihan arus barang dan terus melakukan penambahan fasilitas untuk handling petikemas.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pelindo III, Edi Priyanto, mengatakan, ke depan, handling petikemas domestik akan dikonsentrasikan di Terminal Nilam. Adapun Terminal Jamrud akan dikonsentrasikan untuk handling curah.

“Di beberapa terminal di Tanjung Perak, penambahan fasilitas handing petikemas sudah mulai kami laksanakan sejak tahun lalu, dan pada tahun ini kami akan melakukan peralihan arus barang di beberapa terminal. Sebab, arus petikemas khususnya yang domestik mengalami kenaikan yang cukup besar. Bahkan di Mirah, untuk sementara juga digunakan untuk handling petikemas,” ungkap Edi Priyanto di Surabaya, Senin (7/3/2011).

Kenaikan arus petikemas ini terjadi sejak 2009 karena tren pengiriman barang dari dan ke wilayah Indonesia Timur banyak beralih menggunakan petikemas dari sebelumnya yang menggunakan kargo karena alasan keamanan. Menurutnya, dengan menggunakan kontainer, risiko kehilangan dan kerusakan akibat cuaca bisa diminimalisasi.

“Inilah yang kemudian mengakibatkan tren arus petikemas yang masuk Tanjung Perak semakin besar,” lanjutnya.

Data Pelindo III menunjukkan, pada tahun 2009, arus petikemas di beberapa pelabuhan konvensional Tanjung perak mencapai untuk domestik mencapai 320.041 Teus dan pada tahun 2010, naik menjadi 342.348 Teus. Padahal pada tahun 2008, realisasi arus kontainer selama satu tahun di beberapa pelabuhan tersebut hanya mencapai 81.797 Teus. Sementara di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) arus petikemas domestik pada tahun 2009 mencapai 226.355 Teus dan 2010 mencapai 373.907 Teus, realisasi tersebut naik signifikan dibanding 2008 yang hanya mencapai 164.498 Teus.

“Adapun realisasi arus petikemas secara keseluruhan di terminal di Tanjung Perak, baik domestik maupun internasional selama 2010 kemarin mencapai 2,697 juta Teus, naik dari 2009 yang hanya mencapai 1,959 juta Teus,” terangnya.

Terkait investasi utnuk penambahan peralatan atau fasilitas handling petikemas, Edi memperkirakan selama lima tahun ke depan akan mencapai sekitar Rp2 triliun secara bertahap. Pada tahun ini, penambahan fasilitas Rubber Tired Gantry (RTG) akan dilaksanakan di Terminal Petikemas Surabaya (TPKS) dan di Cabang Kupang akan dilakukan penambahan fasilitas container crane (CC).

“Selain itu, kami juga mempersiapkan pembangunan dan penambahan lapangan penumpukan di berbagai pelabuhan kami,” pungkasnya. kbc6/kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim