Industri Diminta Cari Alternatif Pasokan Gas

Madura Offshore

Madura Offshore/tender-indonesia.com

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BP Migas) mengusulkan konsumen industri di Jawa Timur mencari sumber energi alternatif saat Santos (Madura Offshore) Pty Ltd menghentikan (shutdown) produksi untuk perbaikan pengeboran.

Kepala BP Migas R Priyono mengatakan konsumen industri, termasuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Petrokimia Gresik mencari sendiri bahan baku sumber energi untuk terus berproduksi. “PT PLN bisa lah mengunakan kembali batu bara,” katanya di sela-sela  rapat dengar pendapat revisi UU No.17/2008 tentang Pelayaran bersama Komisi V DPR, hari ini.

Seperti diketahui, Santos akan melakukan perbaikan pipa dalam dua tahap, yakni pertengahan April hingga Mei selama 15 hari pada 2011 dengan dampak penghentian total. Tahap kedua adalah pada kuartal I/2012 dengan risiko penghentian pasokan selama 3 bulan.

Direktur Jenderal Migas Evita H Legowo meminta agar Santos memperbaiki dan menyelesaikan kerusakan kaki anjungan secara langsung di tempat pengeboran. “Dengan itu diharapkan tidak akan terjadi shutdown produksi gas dan pasokan gas di Jatim tidak terganggu.”

Ditjen Migas, lanjutnya, secara intensif masih akan berkoordinasi membahas rencana perbaikan di blok Maleo, Madura milik Santos. “Ditjen, PGN dan BP Migas masih akan mengadakan rapat koordinasi terkait kemungkinan shutdown produksi Santos,” katanya.

Berdasarkan  data Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Santos yang baru beroperasi sekitar 3 tahun dalam kondisi pick exploration dengan rata-rata 128 MMscfd per hari. (admin)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim