Perdagangan Antar Pulau Capai Rp234 Triliun

ilustrasi: myiota.wordpress.com

Nilai perdagangan antarpulau Jawa Timur tahun ini diperkirakan mencapai Rp234 triliun atau naik 17% dibandingkan realisasi perdagangan 2010 senilai Rp208 triliun yang ditujukan 23 provinsi. Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan komoditas yang diantarpulaukan itu sebagian besar berupa hasil-hasil pertanian guna menopang kebutuhan di provinsi tujuan.

Selain itu barang dagangan yang dapat mendorong perekonomian di luar Jawa, ujarnya. Menurut dia, nilai perdagangan antarpulau tersebut cenderung naik, di mana pada 2010 terealisasi Rp208 triliun atau naik 17,9% dari 2009. “Tahun ini perdagangan antarpulau Jatim ditargetkan naik 17% menjadi sekitar Rp234 triliun menuju 23 provinsi.

Potensi di sektor ini perlu mendapat perhatian,” ujarnya saat pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Koperasi & Usaha Mikro Kecil Menengah 2011, hari ini (Selasa, 1/3). Sektor perdagangan antarpulau Jatim itu dinilai sebagai captive market yang harus terus didorong, maka Pemprov Jatim menempatkan atase perdagangan di sejumlah provinsi.

“Kami telah memiliki 6 atase perdagangan di 6 provinsi yakni Kaltim, Kalsel, Sulsel, Sulawesi Tenggara, NTT dan Maluku. Istilahnya atase perdagangan seperti negara dengan negara, tidak apa-apa,” tutur Soekarwo.

Saat ini disiapkan lagi atase perdagangan untuk provinsi Kalimantan Tengah, karena volume pengapalan barang dari Jatim ke provinsi tersebut juga tinggi. Tercapainya nilai perdagangan antar pulau Jatim yang pada 2010 senilai Rp208 triliun, berarti mengungguli nilai ekspor Jatim pada tahun yang sama sebesar Rp110 triliun. (ln)

(Sumber: Bisnis.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim