Beli Beras Petani, Bulog Siapkan Rp1,452 T

Ilustrasi

Untuk merealisasikan pengadaan beras pada tahun 2011 yang ditargetkan mencapai 1,150 juta ton, saat ini Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Timur telah menyiapkan Letter of Credit (L/C) sebesar Rp1,452 triliun.

“Untuk tahap awal, kami sudah menyiapkan L/C sekitar Rp1,452 triliun untuk pembelian 287.000 ton setara beras di awal tahun ini. LC tersebut akan kami gunakan untuk membeli beras dari 671 mitra kami yang ada di wilayah Jatim,” ungkap Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Murino Mudjono di kantornya, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (2/3/2011).

Menurut Murino, target pengadaan beras melalui Perum Bulog di tahun ini memang cukup besar. Secara nasional, target dipatok sebesar 3,5 juta ton. Besarnya target tersebut seiring dengan perkiraan naiknya produksi padi nasional selama tahun 2011 yang mencapai sekitar 1,35%, dari 66,41 juta ton per tahun di 2010 menjadi 67,31 juta ton per tahun di 2011.

Diharapkan sekitar satu per tiga dari pengadaan tersebut atau sebesar 1,150 juta ton diperoleh dari pengadaan beras melalui Bulog Divre Jatim. “Jika dibanding Jawa Barat, sebenarnya produksi padi Jatim lebih sedikit. Namun karena Jawa Barat menopang Jakarta dan sekitarnya, maka untuk target pengadaan Jatim lebih besar dibanding Jabar,” ungkapnya.

Menurut Murino, pengadaan di Jatim sudah mulai terlaksana sejak satu bulan terakhir. Hingga saat ini, realisasinya sudah mencapai sekitar 25.000 ton setara beras. Diperkirakan, pengadaan akan semakin besar pada bulan ini dan bulan depan karena memasuki masa panen raya.

“Ini cukup menggembirakan, karena jika dibanding tahun lalu, realisasi pengadaan awal tahun ini lebih tinggi. Pada periode yang sama di 2010, pengadaan beras kami hanya mencapai sekitar 15.000 ton hingga 20.000 ton. Sementara sekarang sudah mencapai 25.000 ton dan kami optimistis bisa mencapai target yang telah dibebankan pusat kepada Divre Jatim,” lanjutnya.

Ditanya soal perkiraan Badan Pusat Statistis (BPS) Jatim bahwa produksi padi Jatim pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 50.000 ton, ia mengatakan masih tetap yakin bisa mencapai target. Karena pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai langkah untuk melakukan percepatan pengadaan berdasarkan evaluasi kinerja tahun lalu.

“Kalau tahun lalu yang bisa menjadi mitra Bulog hanya yang memiliki penggilingan, maka sekarang bisa perseorangan asal mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Selain itu, kami juga sudah makukan koordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan KTNA agar bisa menjadi mitra Bulog,” terang laki-laki asal Pemalang tersebut.

Di sisi lain, keoptimisan tersebut juga lahir dari bagusnya kualitas produksi beras yang dihasilkan paska penggilingan di tahun ini karena sudah berkurangnya curah hujan. “Kalau perkiraan saya, minimnya realisasi pengadaan beras pada tahun lalu yang hanya mencapai 603.000 ton itu karena memang kualitas beras yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar Bulog. Butir patah dan kadar airnya cukup tinggi sehingga kami tidak bisa menyerap,” katanya.

kbc6/kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim