Petani Jeruk Pamelo Magetan Terpaksa Panen Dini

Jeruk Pamelo yang terpaksa panen dini

Para petani jeruk di sentra penghasil jeruk pamelo di Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan (Betasuka), Kabupaten Magetan, terpaksa memanen dini tanamannya untuk menghindari kerusakan buah.

Anggota kelompok tani jeruk pamelo Magetan “Sumber Mas” di Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro, Sukar, Selasa mengatakan, seharusnya panen raya jeruk pamelo jatuh pada bulan April hingga Juni. Namun, karena cuaca ekstrem selama ini membuat para petani memanen dini buah jeruknya.

“Kami terpaksa memanen satu bulan lebih awal untuk menghindari kerugian. Sebab jika tidak dipanen sekarang, buah jeruk kami banyak yang rontok dan busuk akibat tingginya curah hujan sejak masa tanam hingga panen,” ujar dia.

Selain terpaksa panen dini, hasil buah jeruk para petani anjlok juga hingga 60 persen lebih. Jika biasanya satu pohon jeruk mampu menghasilkan 80 hingga 100 buah. Namun akibat curah hujan yang tinggi dan serangan hama lalat buah, satu pohon hanya menghasilkan sekitar 40 hingga 25 buah saja, lainnya rusak dan busuk.

“Akibatnya, pada musim panen tahun ini petani harus menanggung rugi hingga ratusan juta Rupiah. Sebab, hasil panen tidak bisa mengganti biaya perawatan dan tanam,” terang Sukar.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh petani jeruk pamelo asal Desa Bulugledeg, Kecamatan Bendo, Maini. Buruknya kualitas hasil panen petani tahun ini juga membuat harga jeruk pamelo jatuh.

“Harga normal jeruk pamelo biasanya mencapai Rp4.000 perbuahnya, kini turun pada kisaran harga Rp2.000 hingga Rp3.000 perbuah. Tergantung besar kecilnya buah,” kata Maini.

Padahal harga di pasaran, buah jeruk pamelo dengan kualitas bagus mampu menembus harga RP7.000 hingga Rp10.000 perbuahnya. Para petani di sentra penghasil jeruk pamelo ini, hanya bisa berharap agar tahun berikutnya hasil panennya lebih baik dibandingkan sekarang.

Jeruk Pamelo Magetan selain dipasarkan di daerah Magetan dan sekitarnya, juga dipasarkan di sejumlah kota-kota besar seperti Semarang dan Jakarta.

Data dari Dinas Pertanian Magetan mencatat, daerah Magetan yang terkenal sebagai sentra penghasil jeruk pamelo adalah Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan (Betasuka). Luas lahan yang dikembangkan untuk komoditas ini mencapai 1.979 hektare dengan jumlah produksi mencapai 278.620 kwintal per tahun. (vin)

2 Komentar Pembaca

  1. dengan siapa ya saya bisa membeli jeruk pamelo dengan khualitas bagus.. kapasitas sedengan untuk perjual belikan…

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim