Pelayaran Gresik-Bawean Ditutup Lagi

ilustrasi: bawean.net

Pelayaran kapal berbobot kurang dari 1.000 Gross Ton (GT) di Pelabuhan ditutup hingga Jumat (4/3) mendatang. KM Express Bahari 1C, satu-satunya kapal penyeberangan Gresik-Bawean, juga tak bisa berlayar akibat cuaca buruk dan gelombang mencapai tiga meter mulai kemarin. Ini berarti selama triwulan pertama tahun 2011 ini, Pulau Bawean sudah terisolir empat kali akibat gelombang tinggi.

“Berdasarkan dari prakiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) cuaca buruk berlangsung hingga tanggal 4 Maret, jadi kapal bisa diberangkatkan tanggal 5 Maret, termasuk Express Bahari 1C. Itupun jika kondisi cuaca tidak berubah, karena cuaca akhir-akhir ini susah ditebak,” kata Abdul Azis, Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik, Selasa (1/3) pagi tadi.

Dari data BMKG, hari ini dan Rabu (2/3) ketinggian gelombang di Perairan Gresik antara 1,5 meter hingga tiga meter, sedangkan Kamis (3/3) dan Jumat (4/3) ketinggian gelombang rata-rata satu hingga 2,5 meter. Pada Sabtu (5/3) ketinggian gelombang diprediksi maksimal dua meter.

“Demi keselamatan, untuk sementara kami menutup pelayaran kapal dengan bobot kurang dari 1.000 GT, termasuk kapal penyeberangan Gresik Bawean yang mulai Senin kemarin kami larang menyeberang. Mudah-mudahan cuaca cepat kembali normal, sehingga aktivitas pelayaran bisa berjalan kembali,” tandas Abdul Azis.

Larangan berlayar dari Adpel kali ini bukanlah yang pertama di tahun 2011. Selama dua bulan ini Adpel Gresik sudah empat kali menutup pelayaran di Pelabuhan Gresik, terlama di bulan Januari lalu hingga sepekan lebih, sampai sembako di Bawean menipis. Artinya, kali ini adalah keempat kalinya Bawean terisolasi, karena memang tidak ada kapal yang menyeberang.

Kepala BMKG Bawean, Shaleh, saat dikonfirmasi menjelaskan jika sudah seperti rutinitas tiap tahun cuaca buruk terjadi pada bulan-bulan Desember, Januari, dan Februari. “Sudah musimnya gelombang tinggi, sehingga saat ini kapal hanya mencari sela-sela berkurangnya tinggi gelombang untuk berlayar,” katanya.

Soal cuaca, tambah Shaleh, saat ini memang sulit diprediksi apalagi sekarang terjadi pemanasan global. Perubahan cuaca yang tidak menentu ini tidak hanya terjadi di Perairan Gresik atau Bawean, tetapi seluruh dunia juga mengalami kondisi yang sama.

“Imbauan gelombang tinggi dan angin kencang ini juga sudah kami sampaikan kepada tiap-tiap camat di Bawean, agar mereka langsung mengimbau warganya yang bekerja sebagai melayan untuk sementara tidak melaut hingga cuaca kembali normal,” paparnya.

Demi keselamatan, PT Pusaka Sakti Inti Makmur, operator Kapal Motor Penumpang (KMP) Express Bahari 1C membenarkan jika pihaknya untuk sementara tidak mengoperasikan kapal yang berbahan fiber tersebut di saat gelombang tinggi seperti sekarang ini. “Cuaca saat ini memang selalu berubah-ubah, dan susah ditebak. Kadang ombak di pelabuhan normal tapi ketika sampai di tengah mendadak gelombang tinggi dan angin kencang, ini yang membuat kami khawatir,” kata Subki, agen pelayaran KMP Express Bahari 1 C.

Sementara hingga kini Vessel Motor (VM) Tungkal Samudera, kapal baru yang akan menggantikan KMP Dharma Kartika dalam melayani penyeberangan Gresik-Bawean juga belum dikeluarkan izinnya. Jadwal Express Bahari 1C pun belum ditambah untuk menutupi kekosongan jadwal KMP Dharma Kartika yang ditarik dari kawasan itu.

“Berkas-berkas yang masuk masih kami periksa, ada beberapa yang kekurangan, satu dokumen yang saat ini masih diproses di Departemen Perhubungan. Semua sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sudah beres,” kata Bambang Isdianto, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik.

Diungkapkan, kapal yang nantinya bisa menerjang ombak dengan ketinggian 2,5 meter ini lebih besar dari KMP Express Bahari 1C. VM Tungkal Samudera mampu mengangkut 460 penumpang, sedangkan KMP Express Bahari 1C cuma 380 penumpang. (sep)

(Sumber: Surabaya Post Online)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim