BNP Jatim Dekati Nelayan Tradisional

Suasana pertemuan BNP Jatim dengan nelayan tradisional di Gresik

Bertempat di Balai Keling, Desa Kroman Kecamatan Kroman Gresik, belasan  nelayan dengan pakaian seadanya terlihat duduk berjajar beralaskan tikar. Beberapa orang dengan pakaian seragam juga terlihat duduk berbaris di hadapannya.

Dari pakaian yang dikenakan jelas sekali kalau mereka berasal dari unsur kepolisian, Pegawai Negeri Sipil dan dari PNS di lingkungan departemen perhubungan.

“Kami mohon maaf, kalau kedatangan kami mendadak dan mengganggu istirahat panjenengan,” ungkap Kabid Penegakan Hukum Badan Narkotika Provinsi Jatim R Tjahyo Widodo, SH, MHum saat membuka pertemuan.

Di hadapan para nelayan tradisional tersebut Tjahyo menjelaskan maksud kedatangannya ke pelabuhan rakyat di Kroman Gresik.

“Kami datang ke sini ingin mengajak bapak-bapak untuk bersama-sama mewaspadai peredaran narkoba yang melewati jalur laut,” jelasnya. Menurut Tjahyo, semua pintu masuk yang jadi celah peredaran narkoba harus diwaspadai. Pelabuhan tradisional lanjut Tjahyo, relatif longgar pengawasannya, sehingga peran nelayan tersebut menjadi penting untuk diberdayakan.

“Kalau hanya mengandalkan aparat hukum, tentu tidak akan mungkin bisa menjangkaunya,” tambahnya. Oleh karena itu, pihaknya (BNP Jatim, red) bersama jajaran aparat hukum yang lain harus bahu-membahu menangkal kemungkinan masuknya narkoba dari berbagai pintu.

Ikut hadir dalam pertemuan dengan para nelayan tersebut Kapolsek Kota Gresik AKP Ganang N widhi, Kapolsek KP3 Gresik AKP Suhariani, Kepala BNK Gresik Sudiyono dan beberapa anggota Kesatuan Pengamanan Laut dan Pesisir (KPLP) Kementerian Perhubungan.

Salah seorang nelayan tradisional Seno menyambut baik kedatangan para pejabat tersebut ke wilayahnya. Menurut Seno, pihaknya yakin kalau nelayan di lingkungannya tidak terlibat dalam narkoba.

“Jangankan beli narkoba, beli beras  untuk makan esok hari saja kami kesusahan,” kilahnya. Namun demikian pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk memberantas narkoba. Dirinya dan teman-temannya juga menyatakan kesiapannya untuk melaporkan sekiranya di laut nanti ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Bahkan dengan senang hati para nelayan tersebut mengantarkan para aparat hukum melakukan pemeriksaan ke perahunya.

Sebelum melakukan pertemuan dengan para nelayan tradisional di pelabuhan Kroman tersebut, tim yang terdiri dari BNP Jatim, BNK Gresik, Polsek KP3 Gresik dan KPLP juga melakukan razia di pelabuhan umum Gresik.

Di pelabuhan ini, tim merazia dua buah kapal barang yang kebetulan tengah bersandar di pelabuhan gresik. Kedua kapal yang dirazia tersebut adalah KM Kopi yang membawa muatan pupuk dan KM Christie yang membawa muatan kayu. Kepada para awak kapal yang ditemui, Tjahyo Widodo ikut berpesan agar  mereka menghindarkan diri dari narkoba serta tidak segan-segan untuk melaporkan sekiranya ada hal-hal yang mencurigakan di tengah laut.

“Misalnya ada pihak-pihak yang membawa muatan mencurigakan jangan takut melaporkan ke pihak yang berwajib,” pesannya.  (why)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim