Pelabuhan Jatim Satu Siap Investasi Rp1 Triliun

Terminal Jamrud/wongperak.blogspot.com

Keinginan PT Pelabuhan Jatim Satu (PJTS) untuk bisa mengelola Terminal Jamrud dan Kalimas makin besar seiring dengan terbukanya peluang tersebut dengan berlakunya Undang-Undang nomor 17/2008 per April 2011.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, PJTS sudah menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun yang rencananya akan diinvestasikan untuk pengembangan Terminal Jamrud. Sebesar 30% kebutuhan dana tersebut akan diambil dari kas internal perusahaan. Adapun sisanya dari pinjaman perbankan.

“Sudah kami siapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk pengembangan Jamrud Utara. Dana tersebut rencananya akan kami gunakan utnuk mengembangkan terminal tinggalan Belanda tersebut menjadi terminal internasional yang dilengkapi dengan peralatan crane darat untuk operasionalnya, minimal akan menjadi seperti Terminal Berlian,” ungkap Direktur PT Pelabuhan Jawa Timur I (PJTS), Yudi Sumbogo, saat ditemui di kantornya, Surabaya, Rabu (23/2/2011).

Yudi mengatakan, dengan diberlakukannya UU nomor 17/2008, ada kemungkinan besar PJTS bisa memenangkan tender pengelolaan terminal dan menjadi Operator Terminal di Terminal Jamrud dan Kalimas. Sebab, sejauh ini PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III tidak pernah melakukan pembangunan ataupun penambahan investasi di terminal tua tersebut.

“Kalau yang mungkin kita ikut mengelola ya memang Terminal Jamrud dan terminal Kalimas, karena sejak pelimpahan tahun 1980-an, kami pastikan Pelindo III tidak melakukan penambahan investasi apa pun di situ,” terangnya.

Saat ini, PJTS sudah membentuk tim yang beranggotakan pakar kepelabuhan dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) untuk melakukan penelitian dan perencanaan ke depan.

Terkait program jangka panjang yang akan dikerjakan PJTS, ia mengatakan, pihaknya juga akan berinvestasi di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo dan Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi.

“Mengacu pada rencana kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang disampaikan kepada Menteri Perhubungan, kami akan bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk menjadi Operator Termianl di dua pelabuhan, yaitu Tanjung Tembaga Probolinggo dan Tanjung Wangi Banyuwangi. Tapi untuk yang pertama, mungkin di Tanjung Tembaga dulu,” terangYudi.

Saat ini, ungkapnya, Pelabuhan Tanjung Tembaga sudah mulai dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencananya, Juni 2011 nanti akan mulai beroperasi sebagai terminal batubara. kbc6/kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim