Muncar, Minapolitan Berbasis Sosial

Ilustrasi (foto antaranews.com)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini gencar membangun sentra minapolitan di Pelabuhan Muncar, Kecamatan Muncar. Pembangunan tersebut dijanjikan akan memakai pendekatan sosial untuk menopang kegiatan perekonomian, wisata, dan pelestarian lingkungan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, pembangunan minapolitan sudah dimulai tahun 2010, tetapi konsep minapolitan disambut dingin warganya. “Warga Muncar cuek dengan rencana pengembangan Muncar sebagai minapolitan karena pendekatan yang dilakukan selama ini adalah pendekatan proyek semata,” kata Azwar, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Keterpaduan Pelaksanaan dan Pengembangan Minapolitan, Kamis (24/2/2011) di Banyuwangi.

Selama ini pengembangan minapolitan di Muncar dinilai masih berkisar pada pembangunan fisik. Pada 2011 rencana pengembangan juga masih berkisar pada proyek, di antaranya pembangunan pemecah ombak atau pasar ikan. Hal itu membuat warga di sekitar Muncar kurang peduli, bahkan tidak tahu-menahu soal itu.

Oleh karena itu, tahun ini Azwar mengupayakan perubahan pendekatan dari fisik menjadi sosial. Salah satu langkah yang tengah dilakukan di antaranya dengan memberdayakan istri nelayan, melatih sumber daya manusia, dan memanfaatkan potensi lokal. Dengan jalan ini, persoalan sosial, seperti pengiriman tenaga kerja tak terlatih ke luar negeri bisa dikurangi. Mata rantai trafficking pun bisa diputuskan. Warga di sekitar Muncar juga akan terlibat langsung dalam pengembangan minapolitan.

Hingga tahun 2010, pembangunan minapolitan di Muncar sudah menelan Rp 44 miliar dana APBN dan APBD tingkat provinsi dan kabupaten. Dana tersebut dikucurkan, antara lain, untuk penataan permukiman dan penambahan panjang pemecah ombak. Pada tahun 2011, selain pembangunan fisik, seperti pembangunan talud dan rehabilitasi los pasar ikan, pemberdayaan perempuan juga akan menjadi prioritas. Dana yang akan dikucurkan dari pemerintah pusat dan daerah mencapai Rp 140,2 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Dedy Sutisna mengatakan, Muncar mempunyai potensi perikanan yang tinggi. Keterlibatan swasta diperlukan untuk mempercepat minapolitan.

Menurut Direktur Pelayanan Usaha Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Bambang Sutedjo, selama ini perlu waktu dua hari untuk mengangkut kontainer dari Muncar. “Nantinya setelah infrastruktur dibangun, diharapkan waktu pengangkutan bisa dipersingkat dalam hitungan jam, seperti di Pelabuhan Benoa, Bali. Swasta bisa masuk untuk berinvestasi dalam membangun sarana kebutuhan nelayan,” tutur Bambang.

Dari sisi lingkungan, limbah dan sanitasi kampung nelayan juga akan ditata. Penanaman bakau, penyebaran bibit ikan untuk regenerasi dan rehabilitasi terumbu karang akan dilakukan seiring dengan pembangunan Pelabuhan Muncar.

(Sumber: Kompas.com)

2 Komentar Pembaca

  1. Plengkung wisata yg menjanjikan untuk pendapatan daerah, kenapa gak maksimal pembangunannya.belajarlah dari bali.belajar cari inspirasi dari mana2 negara/daerah yg maju

  2. kami sebagai warga muncar pesisir menunggu janji pemerintah untuk memberdayakan kami warga muncar.
    untuk partispasi dalam minapolitan demi kesejahtrakan warga muncar pesisir khususnya.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim