Gunung Wilis Bergemuruh, Warga Diminta Tak Panik

Desa gambiran, kaki Gunung wilis/desagambiran.wordpress.com

Warga yang merasakan getaran gempa dalam skala kecil di wilayah lereng Gunung Wilis diminta tak panik. Gempa dalam skala 1-3 Skala Richter (SR) ini kerap terjadi secara sporadis dalam sebulan terakhir.

Getaran gempa dan suara gemuruh dirasakan dan didengar warga di beberapa kecamatan di empat kabupaten yang berada di lereng Gunung Wilis yakni Ponorogo, Trenggalek, Nganjuk, dan Madiun.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten setempat masih menunggu hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami masih menunggu hasil penelitian PVMBG dan BMKG. Masyarakat tidak perlu panik dan jangan sampai terpengaruh isu yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ponorogo Sunarti Aningsih, Selasa (22/2).

Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah meminta Badan Geologi yang bermarkas di Bandung dan BMKG Tretes, Pasuruan, untuk meneliti fenomena alam tersebut. “Tim dari Badan Geologi Bandung, dan BMKG Tretes, Pasuruan, sudah melakukan penelitian selama tiga hari di Ponorogo. Hasilnya belum kami terima,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Ponorogo Didik Setyawan.

Menurut dia, informasi awal dari BMKG, getaran gempa tersebut bukan gempa vulkanik melainkan getaran gempa di darat (gempa tektonik). “Skalanya pun sangat kecil antara 1 hingga 3 Skala Richter. Di Ponorogo sendiri tidak sampai mengakibatkan kerusakan bangunan warga,” ujarnya.

Didik menambahkan sedikitnya ada empat kecamatan di Ponorogo yang berada di lereng Gunung Wilis yang terdampak getaran gempa ini antara lain Kecamatan Ngebel, Pudak, Soko, dan Pulung. “Warga di empat kecamatan ini merasakan getaran dan mendengar suara gemuruh secara sporadis dalam waktu tiga minggu sejak awal Januari lalu,” ujarnya.

Informasi yang diterimanya dari BMKG, bahwa ada patahan lempeng yang melintang dari Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan sejauh 33 kilometer. “Lempeng inilah yang katanya bergerak,” ujarnya. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo membenarkan adanya laporan gerakan tanah di empat kabupaten tersebut. “Kami masih koordinasi dengan BMKG. Masih asumsi, belum menjadi data yang dianalisis dan jadi informasi. Masih dalam penelitian. Harus ahli yang meneliti. Belum tahu penyebabnya apa,” ujarnya usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Pacitan kemarin.

Gubernur menambahkan pihaknya sudah menginstruksikan kepala daerah setempat agar waspada dan masyarakat tetap tenang. “Semua kelompok masyarakat sampai di tingkat desa dan kecamatan sudah diberitahu hal ini,” ujarnya.

Ishomuddin
Tempointerkatif.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim