Jumat, 31 Maret 2017

Pacitan Akan Bangun Pelabuhan Niaga

ilustrasi: mridwandt.wordpress.com

Saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan periode 2011-2016, Drs Indartato MM dan Drs H Prayitno MPd, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo meminta agar pasangan pimpinan daerah segera menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah, selambat-lambatnya tiga bulan.

Melalui rancangan tersebut bisa diketahui rumusan program-program pembangunan yang nantinya menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja kepemimpinannya.

Pelantikan yang digelar Senin (21/2) itu gubernur juga meminta pada pasangan bupati dan wakil bupati agar berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan penetapan data tiik nol soal rating kinerja bupati. Dari data tersebut juga bisa diketahui sampai dimana pembangunan Pacitan hingga lima tahun mendatang berikut hasil-hasil yang dicapai pasangan bupati dan wakil bupati.

Kabupaten Pacitan memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding pertumbuhan Ekonomi Jatim tahun 2009, dimana saat itu pertumbuan ekonominya mencapai 6,07%, sedangkan Jatim lebih rendah yakni 6,01%. Sementara untuk pertumbuhan PDRB mencapai Rp 6,12 juta meliputi sektor pertanian 37,29%, pertambangan 3,77%, dan jasa 20,7%.

Dari sektor pertanian salah satu komoditas yang unggul yakni ubi kayu dengan produksi mencapai 594 ribu ton yang tersebar di Kecamatan Donorejo, Parung, dan Kebonagung.

Untuk komoditas holtikultura, Pacitan memiliki potensi pengembangan buah jeruk yang tersebar di Kecamatan Arjosari, Tegalombo, dan Nawangan. Di kecamatan itu pula saat ini tengah digencarkan pengembangan hewan ternak sapi potong.

Lebih lanjut dikatakan, Pacitan memiliki satu produk unggulan terbaik di Jatim,  yakni pengembangan susu kambing PE. Kualitas susu ini memiliki khasiat dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga kesehatan. Untuk itu, bupati dan wakil yang terpilih diharapkan memberikan pebinaan sekaligus mengalokasikan dana bagi para peternak khususnya yang berada di kecamatan nawangan.

Pada sektor peikanan, menurut gubernur, Pacitan memiliki potensi pengembangan ikan tuna yang berada d Kecamatan Donorejo.  Ini perlu peningkatan kuantitas budidaya dan saat ini di wilayah tersebut membutuhkan kapal dengan kapasitas 7-10 gross ton.
Bersama Kementerian Perikana dan Kalautan, Pemprov Jatim saat ini juga mengupayakan pembangunana pelabuhan barang dan niaga di Teluk Nggelon, Plumbungan Kecamatan Kebonagung. Pelabuhan tersebut nantinya akan menyamai pelabuhan yang telah dimiliki Semarang dan Surabaya. Dengan keberadaan pelabuhan tersebut nantinya potensi perdagangan dan niaga di Pacitan dapat termanfaatkan sehingga diharapkan pertuubuhan dan pendapatan masyarakat makin meningkat.

Oleh karena itu pemerintah pusat kini mengalokasikan untuk investasi senilai Rp 10 miliar. Gubernur juga meminta pada pasnagan bupati agar meyelesaikan rencana pembangunan gedung olahraga yang kini telah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 14,5 miliar.

Selain itu agar potensi pertanian memiliki daya jual tinggi, rencana pembangunan pasar induk “Ninulyo” juga segera diwujudkan karena departemen perindustran dan perdagangan telah mengalokasikan dana Rp 9,89 miliar.

Soal rencana peresmian PLTU yang memilki kapasitas produksi 2×315 megawatt dengan investasi Rp 5,148 triliun, gubernur meminta kepada bupati agar menarik investor untuk memanfaatkan potensi sumber daya energi listrik tersebut. Sebab Juni proyek tersebut akan diresmikan presiden.Agar seluruh program tersebut terlaksana dengan baik, gubernur menyarankan bupati dan wakilnya agar menguatkan koordinasi politik. Ini bisa dilakukan dengan silaturahmi dengan para kandidat yg mencalonkan bupati saat pilkada. Karena mereka juga berpotensi meski tidak duduk di pemerintahan. “Setidaknya ini akan tercipta iklim politik yang kondusif untuk mendukung jalannya roda pemerintahan,” ujar gubernur. (jal,sti) Kominfo Jatim


Komentar Pembaca

  1. aslamuslaikum.wr.wb.
    disini saya mewakili aspirasi dari warga di nawangan khususnya.mengeluhkan akan akses jln raya nawangan arjosari yang sangat sempit.hanya cukup satu mobil saja.kurang lebar sehingga tranportasi tidak berjalan baik bahkan sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.belum kalau longsor nawangan terasa seperti daerah terisolir sehingga warga pedesaan mau kekota tercinta sendiri sangat jarang.akhirnya aspek jual beli apapun memilih ke kabupaten tetangga yaitu ponorogo dan wonogiri.kami mohon bapak2 yang terpilih menjadi pemilik kota pacitan tercinta mendengarkan dan sudi kiranya mengabulkan keinginan kami warga di nawangan.terimakasih wasalualaikum wr eb.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim