Balitbang Jatim Siapkan Grand Design Riset

Kegiatan peningkatan kinerja di Balitbang Jatim

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jatim bakalan mempersiapkan grand design riset untuk penelitian selama 5 tahun ke depan. Persiapan itu kini tengah dilaksanakan bersama dengan Dewan Riset Jatim.

Kepala Balitbang Jatim,  Dr H Asyhar MM mengatakan, setiap hasil penelitian yang dihasilkan nantinya harus mempunyai output dan outcome yang cukup baik dalam setiap pengambilan keputusan suatu kebijakan. Selain itu, Balitbang juga akan memetakan sejumlah penelitian yang akan dilakukan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jatim yang diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Litbang.

Di dalamnya menyangkut koordinasi antar SKPD soal materi dan tema penelitian yang akan dilakukan. Kegiatan koordinasi bertujuan untuk menghindarikan adanya tema penelitian yang dipilih antar SKPD memiliki kesamaan, sedangkan kesimpulannya berbeda.
Jika ditemui adanya kesamaan tema penelitian sedangkan kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilnya berbeda oleh antar SKPD, hanya akan membuat arah kebijakan pembangunan di Jatim tidak sinergi. “Agar hal itu tidak sampai terjadi, maka kegiatan Rakor ini diperlukan,” katanya.

Meski kegiatan ini rutin dilakukan setiap awal tahun, namun hingga kini manfaatnya terus dibutuhkan dalam pembangunan. Adanya sinergi dan kesamaan arah pembangunan masing-masing SKPD merupakan salah satu manfaat dari kegiatan rakor ini.
Dalam  rakor itu nantinya juga diikuti perwakilan dari kabupaten/kota. Sebab, keterlibatan pemda itu untuk mensingkronisasikan arah kebijakan pembangunan di Jatim dari Gubernur hingga Bupati/Walikota memiliki kesamaan misi dan visi.

Sebelumnya, Balitbang Jatim akhir 2010 juga telah melakukan Temu Ilmiah Peneliti 2010. Sama halnya dengan Rakor Litbang, kegiatan temu ilmiah ini diharapkan agar tenaga peneliti bisa lebih peka dalam melihat fenomena dan merespon kebijakan Gubernur, serta inovatif dalam melakukan riset.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, secara kuantitas, saat ini memang peneliti di Balitbang Jatim masih kurang. Sedangkan, secara kualitas mereka sudah memadai, tapi terus ditingkatkan dengan berbagai bentuk pelatihan.

Sejak 2009 lalu, jumlah tenaga peneliti di Balitbang hanya diperkuat 18 orang. Idealnya, perbandingan jumlah pejabat struktural dengan tenaga peneliti adalah satu banding tiga. Jika pejabat struktural di Balitbang kini 17 orang, maka jumlah peneliti idelanya 51 orang. Bahkan, pada 2010 ini dari 18 peneliti, empat di antaranya memasuki purna tugas dan yang tersisa hanya 14 orang saja.
Dengan jumlah yang kian menyusut, ada tambahan tenaga untuk meningkatkan kuantitas tenaga peneliti Balitbang sangat dibutuhkan. Dari 14 peneliti yang ada rata-rata usianya juga sudah cukup tua. Meski demikian, secara kualitas mereka masih cukup bagus dalam melakukan penelitian. (rac/bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim